Putusan Tentang Pemidanaan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Penadahan

Authors

  • Listiana Listiana
  • Elly Sudarti Fakultas Hukum Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.22437/pampas.v1i1.8372

Abstract

ABSTRAK

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis putusan dalam tindak pidana penadahan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif.  Keputusan Pengadilan Negeri Sarolangun menunjukkan dalam penjatuhan pidana, hakim belum menerapkan ketentuan sanksi pidana yang terdapat dalam Undang-Undang secara maksimal. Hal ini dapat dilihat dari pemidanaan yang dijatuhkan terhadap pelaku penadahan kurang dari 1 (satu) tahun penjara, sementara ancaman maksimal dari tindak pidana penadahan adalah 4 (empat) tahun penjara. Hal ini mengakibatkan pemidanaan tidak akan memberikan efek jera bagi pelaku.

ABSTRACT

This article aims to find out and analyze the verdict of criminal offence. The research methods is normative research. The Sarolangun District Court's decision shows that in a criminal sentence, the judge did not apply the provisions of criminal sanctions contained in the law to the maximum. This can be seen from the punishment imposed on perpetrators of detention of less than 1 (one) year in prison, while the maximum threat of criminal offense is  4 (four) years in prison. This resulted in the punishment will not give a deterrent effect for the offender.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2021-04-23 — Updated on 2021-04-23

Versions

How to Cite

Listiana, L., & Sudarti, E. (2021). Putusan Tentang Pemidanaan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Penadahan. PAMPAS: Journal of Criminal Law, 1(1), 68-78. https://doi.org/10.22437/pampas.v1i1.8372

Issue

Section

Articles