Menjadi Minangkabau di Dunia Melayu Kerinci: Identifikasi Akulturasi Budaya Minangkabau di Kerinci ditinjau dari Tinggalan Arkeologi dan Sejarah

  • Asyhadi Mufsi Sadzali Universitas Jambi
  • Yusdi Anra Universitas Jambi
  • Benny Agusti Putra Universitas Islam Negeri Raden Fatah
Keywords: kerinci, minangkabau, akulturasi, budaya

Abstract

Alam Kerinci salah satu wilayah pedalaman Sumatera dan dikelilingi bukit barisan yang membentang di bagian barat dan timur. Selain itu. wilayah ini berada ditengah-tengah dua kebudayaan besar yang sangat berpengaruh yaitu Melayu Jambi dan Alam Minangkabau. Suku kerinci sebagaimana juga halnya dengan suku-suku lain di Sumatera adalah penutur bahasa Austronesia. Berdasarkan bahasa dan adat-istiadat suku Kerinci dapat diikategorikan dekat dengan Minangkabau, akan tetapi dari segi administratif sejak masa keemerdekaan, Kerinci telah menjadi bagian dari Jambi. Kedua kondisi tersebut pada ahirnya mempengaruhi kebudayaan kerinci, baik dari segi artefaktual, maupun dari segi etnografinya.  Pada artefak yang tersebar  di Kerinci banyak kemiripan  bentuk dengan artefaktt ual yang ada di Minangkabau, demikian juuga secara etnografi semisal sistim sosial yang juga matrilineal, atau garis eturunan dari Ibu. Sebagai bagian dari wilayah Jambi, identitas melayu Jambi juga melekat dalam identitas kebudayaan masyarakat kerinci. Fenomena ini pada akhirnya menjadi rumusan masalah yang membawa penulis untuk meneliti nya, lebih lanjut. Untuk menjawab ini maka digunakan metodologi arkeologi, dimulai proses ientifikasi kemudian melakukan analisis bentuk-bentuk akulturasi dua kebudayaan yang terdapat pada artefak dan tradisi masyarakat Kerinci. Hipotesa sementara, proses akulturasi yang terjadi bersifat perebutan dominasi, sehingga bentuk adopsi budaya yang paling mencolok dianggap sebagai patron budaya yang paling mempengaruhi, yang dalam hal ini adalah minangkaabu.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afria, Rengki. (2017). Variasi dan Rekonstruksi Fonologis Isolek Kerinci: Studi Dialektologi Diakronis di Kecamatan Bukitkerman. Genta Bahtera: Jurnal Kebahasaan dan kesastraan, volume 3, No. 1, Juni 2017. Tanjungpinang: Kantor Bahasa Kepulauan Riau. http://gentabahtera.kemdikbud.go.id/index.php/gentabahtera/article/view/9

Fitrah, Yundi. dan Asyhadi Mufsi Sadzali Arsitektur Mesjid Kuno Dataran Tinggi Jambi: Suatu Kajian Arkeologi Islam Dalam Upaya Melestarikan Kebudayaan Melayu Jambi, Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 02, No. 02, Desember 2018

Gilbert J. Garraghan. 1957. A Guide To Historical Method. New York : Fordham University Press. Gusti Asnan. Memikir ulang regionalisme Sumatera Barat tahun 1950. Jakarta: Obor

Gusti Asnan. Memikir ulang regionalisme Sumatera Barat tahun 1950. Jakarta: Obor

Hadari Nawawi dan Mimi Martini. 1994 Penelitian Terapan. Yogyakarta: Gajah Mada University. Hamdi: Suku Kerinci Merupakan Salah Satu Suku Tertua di Sumatera Artikel: 14/05/2013 Perencana Urusan Umum Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kerinci.

Harsrinuksmo, Bambang. 2004. Ensiklopedi Keris. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

. 2004. Ensiklopedi Keris. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama,

. 1993. Tanya Jawab Soal Keris dengan Bambang Harsrinuksmo, Jakarta: PT Grafikatama Jaya.

Hasaauddin. Nilai Sosial Budaya Rumah Gadang Minangkabau, Disampaikan pada Rapat Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Padang (Wilayah Kerja Provinsr Sumatra Barat,Bengkulu, dan Sumatera Selatan), pada Senin 5 November 2012. Rafiq Karsidi. 2007. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Sindunata.

Helida, Asvic. dkk, Perhelatan kenduri sko sebagai sebuah pesan kebudayaan masyarakat Kerinci di taman nasional Kerinci Seblat, Jurnal; Masyarakat, Kebudayaan dan Politik Vol. 29, No. 1, tahun 2016.

Irving M. Zeitlin. Memahami Kembali Sosiologi. Yogjakarta: Gajah Mada University. 1998

J. Suyuti Pulungan. 2004. Prinsip-Prinsip Pemerintahan dalam Piagam Pemerintah. ditinjau dari Al-Quran. Jogjakarta : Ombak.

John Tosh. 1984. The Pursuit of History Aims. Methods and new directions in the study of modern history. New York : Longman.

Lynn L. Thomas dan Franz Von 1985. Benda Beckmann ed Change And Continuity In Minangkabau. Ohio University

Nana Syaodih Sukmaninata. 2007. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sadzali, A. M., & Anra, Y. (2018). RAGAM ARSITEKTUR RUMAH TRADISIONAL MELAYU JAMBI: SUATU KAJIAN ARKEOLOGI ARSITEKTUR DALAM UPAYA PELESTARIAN WARISAN BUDAYA DAN PEMAJUAN KEBUDAYAAN MELAYU JAMBI. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 2(02), 300 -. https://doi.org/10.22437/titian.v2i02.5812

Suryami. Konsep Kepemimpinan Dalam Tambo Minangkabau, Jurnal: Kandai Vol. 10, No. 2, November 2014.

Syamsarina Nasution, Tradisi Kenduri Sko Dan Memandikan Benda-Benda Pusaka Dalam Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus Di Kelurahan Dusun Baru Kota Sungai Penuh), (Jurnal Islamika Volume 17, Nomor 2 Tahun 2017), hlm 79-80.

Zahara, Siti. Menguak Tabir Sejarah Kebudayaan Islam Di Kerinci Lewat Rekonstruksi Benda Cagar Budaya Dan Bersejarah, Jurnal: Islamika,Volume 16 Nomor 1 Tahun2016.

Zakaria. Iskandar, Tambo Sakti Alam Kerinci 1. tahun 1984.

Zulfahmi. 2003. Lintasan Budaya dan Adat Minangkabau. Jakarta: PT. Kartika Insan Lestari.

Published
2019-12-09
How to Cite
Sadzali, A. M., Anra, Y., & Putra, B. A. (2019). Menjadi Minangkabau di Dunia Melayu Kerinci: Identifikasi Akulturasi Budaya Minangkabau di Kerinci ditinjau dari Tinggalan Arkeologi dan Sejarah. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 3(2), 276-294. https://doi.org/10.22437/titian.v3i2.8221
Section
Articles