SIMETRIS PRESISI: WAJAH ARSITEKTUR KOLONIAL KOTA TAMBANG SAWAHLUNTO

Authors

  • Asyhadi Mufsi Sadzali Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.22437/titian.v3i1.7025

Abstract

Banyak kota di dunia yang secara massive mengembangkan konsep arsitektur yang dilandasi oleh beragam faktor, semisal konsep arsitketur yang dipengaruhi faktor lingkungan, gaya hidup filosofis religi, aspek simbolis tradisional, juga terkiat fungsi guna lahan semisal pertambangan. Pada landasan faktor terkahir, mamunculkan beberapa contoh kota tambang yang secara konsep oleh para arsiteknya diberi wajah kota yang khas sesuai dengan fungsi lahan ‘yakni tambang’. Pada pendalaman kajian arsitektur yang dilakukan, maka dalam hal ini peneliti menguraikan data arkeologi berupa bangunan kolonial dengan menggunakan metode arkeologi, yang selanjutnya secara spesifik terdiri dari tahap pengumpulan data pustaka, pengumpulan data arkeologi, identifikasi data arsitektur, analysis data (morfologi, fungsi bangunan, dan gaya arsitektur), sehingga kemudian dapat ditarik suatu kesimpulan. Hipotesa yang ditemukan bahwa wajah kota tambang kolonial Sawahlunto dihiasi oleh gaya bangunan yang lahir dari adaptasi antara gaya Eropa, dan campuran lokal, namun besar juga dipengauruhi efiseinsi fungsi bangunan. Aspek seni estetis tidak terlalu dimunculkan, sehingga bentuk presisi simetris adalah gaya yang paling menonjol dalam wajah-wajah orang-orang tambang Sawahlunto tempo dulu.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2019-06-26 — Updated on 2019-06-26

Versions

How to Cite

Sadzali, A. M. (2019). SIMETRIS PRESISI: WAJAH ARSITEKTUR KOLONIAL KOTA TAMBANG SAWAHLUNTO. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 3(1), 134 - 151. https://doi.org/10.22437/titian.v3i1.7025

Issue

Section

Articles