PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF BIDANG KERAJINAN TRADISIONAL JAMBI (Studi kasus : Rengke Suku Anak Dalam)

Main Article Content

Novita Sari

Abstract

ABSTRAK


Istilah ekonomi kreatif pertama kali diperkenalkan oleh John Howkins di tahun 2001. Diawali pada tahun 1997 dimana saat itu Howkins menyadari akan adanya sebuah perubahan industri ekonomi yang berdasar pada kreativitas masyarakat. Ekonomi kreatif adalah gagasan baru sistem ekonomi yang menempatkan informasi dan kreativitas manusia sebagai faktor produksi yang paling utama. Perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia didukung oleh arahan Presiden RI bahwa ekonomi kreatif harus menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia. Hal ini juga didukung oleh kebijakan pemerintah mengenai meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, antara lain melalui pengembangan ekonomi kreatif dan peningkatan kapasitas inovasi dan tekhnologi (Perpres no.2 Tahun 2015 – RPJMN 2015-2019). Ruang lingkup industri kreatif meliputi 16 sub sektor (industri) dan salah satunya adalah craft. Craft atau Kerajinan adalah salah satu komponen identitas suatu daerah.Provinsi Jambi adalah salah satu Provinsi di Indonesia yang memiliki berbagai kerajinan tradisional dan salah satunya adalah rengke yang merupakan hasil kerajinan Suku Anak Dalam. Sebagai bagian dari identitas Provinsi Jambi, sudah menjadi kewajiban kita untuk melestarikan kerajinan tradisional ini. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan penelitian mengenai upaya apa saja yang bisa dilakukan guna mengembangkan kerajinan tradisional Jambi ini. Penelitian ini diharapkan nantinya dapat menganalisis faktor apa saja menjadi kendala dan bagaimana cara mengatasi kendala-kendala tersebut, serta apa saja yang perlu dilakukan agar kerajinan tradisional Jambi ini tidak punah dan dapat mengalami perkembangan yang berarti.


 


Kata Kunci     : Ekonomi kreatif, Sub sektor Craft, Kerajinan tradisional

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
MANKEU