The Integration of Pancasila Values ​​in Sexual Education (SIPELAS) as an Effort to Prevent Sexual Violence Against Children

Integrasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Pendidikan Seksual (SIPELAS) Sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak

Authors

DOI:

https://doi.org/10.22437/cepj.v5i2.47710

Keywords:

Sexual violence, SIPELAS (Pancasila Principles Sexual Harassment Education), Pancasila values, Sexual education.

Abstract

This research employs a descriptive qualitative approach that aims to comprehensively and thoroughly describe the phenomenon of sexual violence against children. This research employed digital observation through SIMFONI-PPA (Online Information System for Women and Child Protection) data, which presents real-time information regarding cases of violence against women and children in Indonesia, both verified and unverified cases. Data analysis was conducted by positioning the researcher as the main instrument interpreting events and social situations related to the phenomenon of sexual violence against children. The research findings indicate that the SIPELAS Program (Sila Pendidikan Pelecehan Seksual/Pancasila Principles Sexual Harassment Education) can serve as a strategic solution for preventing sexual violence through the integration of Pancasila values in sexual education. This program is implemented through three systematic stages: teacher training for sexual education, parent training, and material delivery to students with learning media adapted to educational levels ranging from animation for kindergarten level to discussions and webinars for senior high school level. Each principle in Pancasila has relevance in preventing sexual violence, where the values of divinity, humanity, unity, democracy, and social justice can serve as moral foundations in shaping children's character to respect themselves, others, and uphold human dignity.

References

Amaliyah, S., & Nuqul, F. L. (2017). Eksplorasi persepsi ibu tentang pendidikan seks untuk anak. Psympathic: Jurnal Ilmiah Psikologi, 4(2), 157-166.

Amir, A. A., Fitri, R., & Zulyusri, Z. (2022). Persepsi mengenai pendidikan seksual pada remaja: a literature review. Khazanah Pendidikan, 16(2), 111–116.

Amrulloh, A., & Mulyoto, A. (2016). Animasi Pembelajaran Interaktif untuk Anak 4-5 Tahun Berbasis Android. Jurnal Informatika Universitas Pamulang, 1(2), 38-42.

Bagenda, C., Quintarti, M. A. L., Ayu, H., Edwin, & Budianto, H. (2024). Perlindungan hukum terhadap korban kekerasan seksual. Jurnal Kolaboratif Sains, 7(9), 3502–3506.

Baharuddin, B. (2019). Pengaruh Komunikasi Orang Tua Terhadap Perilaku Anak Pada Min I Lamno Desa Pante Keutapang Aceh Jaya. Jurnal Al-Ijtimaiyyah, 5(1), 105-123.

Brahmandika, L. (2024). Pengamalan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan etis dalam kebijakan perlindungan perempuan dari kekerasan seksual. CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 9(2), 542–551.

Dhaifi, I., & Putri, Y. (2023). Pola pengasuhan dan peningkatan aspek perkembangan pengetahuan moral melalui gerak dan lagu pada anak usia dini. Atthufulah: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2), 110–118.

Fadhilah, N., Mulawarman, & Mulyani, P. K. (2024). Comprehensive sexuality education program for elementary school children. Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender, 23(2), 188–208.

Fortuna, D. D., Tanjung Anitasari, I. K., & S KM, M. K. (2021). Hubungan Antara Jenis Kelamin, Kesesuaian Jenis Kelamin Remaja-Orangtua dan Kredibilitas Orangtua Sebagai Sumber Informasi dengan Komunikasi Remaja-Orangtua tentang Seksualitas dan Kesehatan Reproduksi di SMP Negeri 2 Ngawi (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Hairi, P. J., & Latifah, M. (2023). Implementasi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan seksual. Jurnal Negara Hukum, 14(2), 163–179.

Kirby, D. A., El‐Kaffass, I., & Healey‐Benson, F. (2022). Integrating harmonious entrepreneurship into the curriculum: Addressing the sustainability grand challenge. In The Wiley Handbook of Sustainability in Higher Education Learning and Teaching (pp. 205–220).

Latifah, D., Ritonga, A. W., Anggraeni, S., & Julaeha, S. E. (2023). Urgensi pendidikan seks pada anak sejak usia dini: Sebuah tinjauan literatur dalam perspektif Islam. Paedagogie: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 4(02), 93–111.

Lubis, N. A., Siregar, I. R., Telaumbanua, S. M., & Sit, M. (2024). Pendidikan seks pada anak usia dini menurut perspektif Islam (Al-Qur’an dan Hadis). BUHUTS AL ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini, 4(2), 190–206.

Makulua, I. J., Sampe, P. D., Ellis, R., & Huliselan, N. (2025). Pelatihan pendidikan seksual pada siswa SMP di Kota Ambon. Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, 5(1), 150–159.

Makarim, N. A., Suharti, S., Sudarmo, P. D., Utami, R. P., & Suryaman, E. D. (2024). Pembelajaran pencegahan kekerasan seksual jenjang SMP.

Manurung, A. M., Sihaloho, B. I., Sigiro, F. E., Maharani, F., & Ramadhan, T. (2024). Implementasi Pancasila sebagai upaya menanggulangi kasus pelecehan seksual di kalangan masyarakat. Jurnal Intelek Insan Cendikia, 1(4), 992–999.

Naibaho, D. (2018). Peranan guru sebagai fasilitator dalam perkembangan peserta didik. Jurnal Christian Humaniora, 2(1), 77–86.

Nihayah, D., & Sukmana, O. (2024). Efektivitas UU TPKS terhadap pencegahan kasus kekerasan seksual di Indonesia. Journal of Society Bridge, 2(3), 197–204.

Nurbaiti, N., Saripudin, A., & Masdudi, M. (2022). Pengembangan media sex education book untuk meningkatkan pemahaman pendidikan seksual pada anak usia dini. AWLADY: Jurnal Pendidikan Anak, 8(2), 111-125.

Pendidikan Luar Biasa FIP Unesa. (17 Desember 2024). Mengenal lebih dekat: Macam‑macam pelecehan seksual dan dampaknya. Unesa.

Perempuan, K. (2025). Ringkasan Eksekutif “Menata Data, Menajamkan Arah: Refleksi Pendokumentasian dan Tren Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan 2024” Catatan Tahunan Kekerasan Terhadap Perempuan Tahun 2024.

Permatasari, W. B., & Alamiyah, S. S. (2023). Analisis resepsi konten pendidikan seksual berbasis Islam dalam Instagram @taulebih.id. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(10), 8031–8039.

Putra, L. D., Assyifaningtyas, A. T., Jannah, M., & Pangestu, R. A. (2024). Pemanfaatan video animasi sebagai sarana peningkatan motivasi belajar di sekolah dasar. NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan, 5(3), 1616–1626.

Putri, V. E., & Palupi, W. (2025). Efektivitas media pembelajaran interaktif visual Wordwall terhadap kepercayaan diri anak 5–6 tahun. Kumara Cendekia, 13(2), 173–182.

Raniyah, Q., & Nasution, N. (2024). Pendidikan Seks Anak Usia Dini dalam Perspektif Islam. EDU SOCIETY: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian kepada Masyarakat, 4(3), 1821–1829.

Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Republik Indonesia. (2022). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

Rosmawiah, R., Wurdianto, K., Marni, M., Wibowo, F. R., & Ashari, M. P. (2024). Sosialisasi pendidikan seks bagi siswa SMAN 10 Palangka Raya. Jurnal Bakti UPPR: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 1–7.

Sudikan, S. Y. (2015). Pendekatan interdisipliner, multidisipliner, dan transdisipliner dalam studi sastra. Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya, 2(1).

Swandani, K. (2022, Agustus 1). Board game "Aku Anak Berani" cegah kekerasan seksual pada anak. Kompasiana. Diakses 20 Juni 2025 dari https://www.kompasiana.com

Syahputra, R. (2018). Penanggulangan terhadap tindakan kekerasan seksual pada anak ditinjau dari undang-undang perlindungan anak. Lex Crimen, 7(3).

Tria Sutrisna, Dani Prabowo Tim Redaksi. (2025, Juni 10). Polisi perkosa korban pemerkosaan, DPR: Kegagalan telanjang sistem hukum. Kompas.idDiakses 13 Juni 2025 dari https://www.kompas.id

Wahyuni, H. I., Faradita, M. N., & Syarifurrahman, I. (2023). Paradigma guru sekolah dasar tentang edukasi seksual sejak dini sebagai implementasi sekolah ramah anak. Anterior Jurnal, 22(2), 88–93.

Waruwu, M. (2023). Pendekatan penelitian pendidikan: Metode penelitian kualitatif, metode penelitian kuantitatif dan metode penelitian kombinasi (Mixed Method). Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(1), 2896–2910.

Wartoyo, F. X., & Ginting, Y. P. (2023). Kekerasan seksual pada lingkungan perguruan tinggi ditinjau dari nilai Pancasila. Jurnal Lemhannas RI, 11(1), 29–46.

World Health Organization. (2022). Sexual violence. WHO Guidelines.

Yulianti, Y., Fitriani, R., & Khairunisa, H. (2023). Komunikasi dalam keluarga sebagai sarana pembentukan karakter anak. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(2), 7406–7413.

Additional Files

Published

20-08-2025