Aplikasi Asap Cair Serbuk Rengas Sebagai Bio-Preservatif Kayu Pulai (Alstonia scholaris L) Terhadap Rayap Kayu Kering
Application of Liquid Smoke from Rengas Wood Powder as a Bio-Preservative for Pulai Wood (Alstonia scholaris L) Against Drywood Termites
DOI:
https://doi.org/10.22437/jurnalsilvatropika.v10i1.57960Keywords:
durability, feeding, liquid smoke, pulai wood, termitesAbstract
ABSTRACT
Pulai wood (Alstonia scholaris L.) is a type of fast growing wood which classified as light wood which has durable and strong class IV-V. Pulai wood are naturally less durable (not long-lasting) which causes the wood be easily damaged, porous or rotten by attacks by wood-destroying organisms such as termite (Cryptotermes sp.). Attacks by wood-destroying organisms can be avoided by preserving wood so that can increase the useful life of the wood. Liquid smoke is one of the potential ingredients to used as an alternative preservative. One raw material that has the potential to used to make liquid smoke is rengas sawdust because it contains compounds that are toxic to wood-destroying organisms. Aim of the research is to analyze the effect of interactions between wood parts and different concentrations of liquid smoke on the durability of pulai wood (Alstonia scholaris L.) from attacks by termites. The treatment factors used are the wood part (base, middle, top) and liquid smoke concentration (15%, 30%, 45% and 60%). The test parameters observed were the water content of rengas powder, liquid smoke yield, retention, absorption, penetration and weight loss. The best concentration is 60% in all parts of the wood which can increase the durability of Pulai wood to durable class II for the intensity of termite attacks.
Keywords: durability, feeding, liquid smoke, pulai wood, termites
ABSTRAK
Kayu pulai (Alstonia scholaris L.) adalah salah satu jenis kayu cepat tumbuh yang tergolong kayu ringan yang memiliki kelas awet dan kelas kuat IV-V. Sifat kayu pulai secara alami kurang tahan lama (tidak awet) yang menyebabkan kayu mudah rusak, keropos atau lapuk oleh serangan organisme perusak kayu salah satunya rayap kayu kering (Cryptotermes sp.). Serangan organisme perusak kayu dapat dihindari dengan dilakukannya pengawetan kayu sehingga dapat menambah masa pakai kayu. Asap cair merupakan salah satu bahan yang potensial untuk dijadikan bahan pengawet alternatif. Salah satu bahan baku yang sangat potensial digunakan untuk membuat asap cair adalah serbuk gergajian kayu rengas karena mengandung senyawa yang bersifat racun bagi organisme perusak kayu. Tujuan dari penelitian, menganalisis pengaruh interaksi antara bagian kayu dengan perbedaan konsentrasi asap cair terhadap keawetan kayu pulai (Alstonia scholaris L.) dari serangan rayap kayu kering. Faktor perlakuan yang digunakan adalah bagian kayu (pangkal, tengah, ujung) dan konsentrasi asap cair (15%, 30%, 45% dan 60%). Parameter uji yang diamati adalah kadar air serbuk rengas, rendemen asap cair, retensi, absorbsi, penetrasi dan penurunan bobot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi terbaik adalah 60% pada semua bagian kayu dapat memberikan peningkatan pada keawetan kayu pulai menjadi kelas awet II dari intensitas serangan rayap kayu kering.
Kata kunci: asap cair, kayu pulai, keawetan, pengumpanan, rayap kayu kering
References
Alex T, Winarni B. 2020. Keterawetan kayu anggerung. Bul Poltanesa 21(1):7–10.
Anggraini DN, Setyaningrum S, Khoiriyan MW, Rahayu DP, Mulyaningrum R. 2023. Effectiveness of Siwalan Fruit Rink and Corn Cob Waste Liquid Smoke in Preserving Sengon Wood Based on Density and Water Content. Bioeduscience 8(1):138–145. doi:10.22263/jbes/13089.
Anggraini R, Khabibi J. 2022. Karakteristik ekstrak serbuk gergajian kayu tembesu (Fagraea fragrans), rengas (Gluta renghas) da medang (Litsea sp.) sebagai larvasida lalat rumah (Musca domestica). J Tengkawang 12(1):86–93.
Anggraini R, Khabibi J, Ridho MR. 2021. Utilization of Wood Vinegar as a Natural Preservative for Sengon Wood (Falcataria moluccana Miq.) against Fungal Attack (Schizophyllum commune Fries). J Sylva Lestari 9(2):302–313. doi:10.23960/jsl29302-313.
Arinana, Diba F. 2009. Kuaitas Kayu Pulai (Alstonia scholaris ) terdensifikasi (Sifat Fisis , Mekanis dan Keawetan). J Ilmu dan Teknol Has Hutan 2(2):78–88.
Badan Standardisasi Nasional. 1999. Pengawetan Kayu untuk Perumahan dan Gedung. SNI 01-50101-1999., siap terbit.
Brennan M, Fritsch C, Cosgun S, Dumarcay S, Colin F, Gerardin P. 2020. Quantitative and qualitative composition of bark polyphenols changes longitudinally with bark maturity in Abies alba Mill . Ann For Sci. 77(9):1–14.
Budaraga IK, Putra D, Yanti Y. 2022. Microbial activities and minimum liquid smoke killing concentration made of cacao pod toward Lasiodiplodia theobromae growth. IOP Conf Ser Earth Environ Sci. siap terbit.
Cahyana BT. 2014. Retensi dalam pengawetan kayu kurang dikenal untuk bahan baku kapal tradisional. J Ris Ind Has Hutan 6(2):23–30.
Han Y, Park J-H, Chang Y-S, Eom C-D, Lee J-J, Yeo H. 2013. Classification of the conductance of moisture through wood cell components. J Wood Sci. 59:469–476. doi:10.1007/s10086-013-1362-2.
Jaya JD, Sandri D, Setiawan A. 2019. Pembuatan Asap Cair dari Cangkang Biji Karet dan Aplikasinya Sebagai Koagulan Lateks. J Teknol Agro-Industri 6(2):100–107.
Komarayati S, Gusmailina, Pari G. 2011. Produksi cuka kayu hasil modifikasi tungku arang terpadu. J Penelit Has Hutan 29(3):234–247.
Lebow S, Lebow P, Halverson S. 2010. Penetration of Boron from Topically Applied Borate Solutions. For Prod J. 60(1):13–22.
Malik U. 2013. Alternatif pemanfaatan limbah industri pengolahan kayu sebagai arang briket. J Aptek. 5(1):63–70.
Mariyamah, Wijayanti F, Oktasari A. 2024. Kualitas Asap Cair Kayu Pelawan dan Tempurung Kelapa dengan Pemurnian Destilasi Sederhana. Akta Kim. 9(1):1–16.
Maulina S, Putri FS. 2017. Pengaruh suhu, waktu, dan kadar air bahan baku terhadap pirolisis serbuk pelepah kelapa sawit. J Tek Kim USU. 6(2):35–40.
Nuhardin I. 2018. Kualitas limbah serbuk gergaji untuk arang yang diperoleh dengan metode pirolisis lambat. J Tek Mesin Univ Muhammadiyah Metro. 7(2):166–173.
Putra AFR, Wardenaar E, Husni H. 2018. Analisa komponen kimia kayu sengon (Albizia falcataria (L.) Fosberg) berdasarkan posisi ketinggian batang. J Hutan Lestari. 6(1):83–89.
Salim E, Santoni A, Febriana NA. 2020. Penentuan kadnungan fenolik total, sifat antioksidan da toksisitas daari ekstrak kulit batang rengas (Gluta renghas L.). J Zarah 8(2):82–88.
Santoso IR, Oramahi HA, Rifanjani S, Nurhaida, Darwanti H. 2023. Efikasi Asap Cair dari Kayu Akasia (Acacia crassicarpa) dan Kayu Jelutung (Dyera costulata) terhadap Jamur Schizophyllum commune Fries. J Agrik. 34(1):19–27.
Saputra D, Diba F, Tavita GE. 2021. Bioaktivitas ekstrak limbah buah bakau (Rhizophora mucronata Lamk) terhadap jamur perusak kayu Schizophyllum commune Fries. J Hutan Lestari 9(3):383–394.
Satriadi T. 2012. Rendemen dan kualitas cuka kayu dari kulit tiga jenis Meranti (Shorea spp.). EnviroScienteae. 8:102–107.
Simanjuntak JP, Hasan H, Pakpahan BMT, Putra AN. 2022. Pengaruh Suhu Kondensasi Pada Produksi Asap Cair Dari Biomassa Tempurung Kelapa Dengan Proses Pirolisis. J Mech Eng. 4(1):1–9.
Sumedi A, Budiarso E, Kusuma IW. 2011. Pemanfaatan asap cair dari tempurung kelapa sebagai bahan pengawet kayu karet. J Kehutan Trop Humida 4(1):1–12.
Uar NI. 2020. Sifat fisis kayu eboni (Diospyrus SP) pada posisi vertikal. Uniqbu J Exact Sci. 1(2):18022.
Wibisono HS, Arsyad WOM. 2018. Komposisi kimia dan keawetan alami delapan jenis kayu di bawah naungan. J Penelitiian Has Hutan 36(1):59–65.
Yunianti AD, Taskirawati I, Bakri, Muin M, Sanusi D, Suhasman, Agussalim. 2017. Teknologi tepat guna peningkatan ketahanan kayu terhadap organisme perusak kayu untuk bahan baku kerajinan berkualitas. J Din Pengabdi 3(1):45–55.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Riana Anggraini, Jauhar Khabibi, Sadam Riziq, Muhammad Rasyidur Ridho, Sumiati Simanullang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












