Penggunaan Campuran Magnesium Sulfat dan Arang Tempurung Kelapa Sebagai Upaya Perbaikan Resistansi Pentanahan Elektroda Jenis Batang

Authors

  • Dasrinal Tessal Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Jambi
  • Widiansyah Ardi Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Jambi
  • Nehru Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Jambi

Keywords:

Arang Tempurung Kelapa, Elektroda Tembaga, Magnesium Sulfat, Pipa Galvanis

Abstract

Usaha dalam perbaikan tahanan pentanahan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu caranya adalah dengan memakai magnesium sulfat dan arang tempurung kelapa. Kedua zat tersebut digunakan pada elektroda pentanahan berjenis tembaga dan pipa galvanis masing-masing tertanam 1 meter dari permukaan tanah. Zat kemudian ditambahkan pada lubang berdiameter 12 cm dengan elektroda atau pipa sebagai titik tengahnya. Tanah yang dipakai dalam penelitian berjenis tanah liat. Pengukuran nilai tahanan elektroda menggunakan metode 3 titik. Pengamatan dilakukan selama 7 hari dan dilakukan pada jam 9.00, 11.00, 13.00 dan 15.00. Nilai pengukuran tahanan pada elektroda tembaga tanpa perlakuan rata-rata bernilai 107 ohm dan dengan penambahan arang tempurung kelapa ,magnesium sulfat, , dan campuran keduanya masing-masingnya adalah 84,1 Ω, 62,9 Ω dan 79,3 Ω . Pada pipa galvanis nilai tahanan rata-rata awal sebelum penambahan zat sebesar 84,1 Ω setelah penambahan arang tempurung kelapa,magnesium sulfat dan campuran keduanya masing-masing bernilai 60,1 Ω , 38,8 Ω , dan 51,3 Ω .

Downloads

Download data is not yet available.

References

Garniwa, I. (2003). Jurusan Elektro FTUI. Dasar Perencanaan Instalasi Penangkal Petir.

Ilahi, A. (2005). Universitas Lampung. Studi Sistem Pembumian batang Tunggal dengan Menganalisis Resistansi Jenis Tanah.

PUIL. (2000). persyaratan umum instalasi listrik 2000 (puil 2000). jakarta: badan standardisasi nasional (bsn).

Sunawar, A. 2. (2013). Universitas Negeri Jakarta. Analisis Pengaruh dan Kadar Garam Terhadap Hambatan Jenis Tanah, Vol. 2 No.1.

Aslimeri, d. (2008). Teknik Transmisi Tenaga Listrik Jilid 2 (Vol. 262). Jakarta: Depdiknas

Salamena, V. (2018). Jurnal Simetrik. Pengaruh Kedalaman Elektroda Terhadap Pengukuran Tahanan Jenis Tanah,Pasir dan Air Laut di Pulau Ambon Dengan Konfigurasi Wenner Alfa. Jurnal Simetri,VOL.8, NO.1

Yuniarti, Y (2017). Penggunaan Gypsum Dan Magnesium Sulfat Sebagai Upaya Menurunkan Nilai Resistansi Pentanahan. Jurnal Surya Energy Vol. 2 No. 1, September 2017

Dedi, L.P( 2013) . Studi Pemanfaatan Arang Tempurung Kelapa Untuk Perbaikan Resistansi Pembumian Jenis Elektroda Batang . Skripsi. Universitas Brawijaya

Deni, Setiawan (2018). Analisis Pengaruh Penambahan Garam Dan Arang Sebagai Soil Treatment Dalam Menurunkan Resistansi Pentanahan Variasi Kedalaman Elektroda . TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018.

Ume, Opragen (2015). Studi Pemanfaatan Arang Tempurung Untuk Menurunkan Resistansi Pentanahan Dengan Menggunakan Elektroda Batang Dan Plat. Tugas Akhir. Politeknik Negeri Manado.

Downloads

Published

2021-01-29

How to Cite

Tessal, D., Ardi, W. ., & Nehru. (2021). Penggunaan Campuran Magnesium Sulfat dan Arang Tempurung Kelapa Sebagai Upaya Perbaikan Resistansi Pentanahan Elektroda Jenis Batang. Jurnal Engineering, 3(1), 26-34. Retrieved from https://online-journal.unja.ac.id/JurnalEngineering/article/view/11900