Konflik dan Harmoni Kehidupan Nelayan Nagari Airhaji Pesisir Selatan (1998-2017)

  • Sri Haryati Putri Haryati Universitas Andalas

Abstract

Nagari Air Haji, perkampungannya didominasi dengan wilayah perairan dan pantai. Sebagai wilayah pesisir pantai, dinamika masyarakat juga memiliki keterikatan yang erat dengan laut. Dinamika konflik antar sesama nelayan menjadi hal yang tidak bisa dielakkan.  Penulisan ini membahas tentang konflik sosial nelayan tradisional di Air Haji. Persaingan nelayan trawl dengan nelayan tradisional tidak seimbang dan lebih merupakan penindasan. Tentu nelayan trawl makin berjaya di tengah tersingkirnya nelayan tradisional. Adapun organisasi sebagai wadah peningkatan kapasitas nelayan, ternyata hanyalah sebuah cara bagi mereka untuk mendapatkan program bantuan. Sementara peraturan dan ketetapan melaut yang tercantum dalam organisasi tetap mereka langgar. Namun, Organisasi telah mempertemukan ketiga elemen ini dan saling bekerja sama untuk memajukan perekonomian masyarakat nelayan. Baik bagi sesama nelayan, nelayan dengan masyarakat dan nelayan dengan pemerintah. Organisasi secara tak langsung telah memberikan secercah pengharapan bagi nelayan untuk merubah hidup supaya keluar dari belenggu kemiskinan. Meskipun hasil yang didapatkan belum maksimal, tetapi telah menjadi dinamika konflik dan harmoni dalam kehidupan nelayan. Harmoni tersebut semakin terlihat pada prinsip patron-klien yang diterapkan oleh semua nelayan, baik juragan  dan anak buah tercipta hubungan sosial yang begitu erat, meskipun mereka tidak memiliki hubungan darah kekerabatan.  

Kata Kunci: nelayan; konflik; harmoni; organisasi nelayan; patron-klien

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adisasmita, Rahardjo, 2015. Pembangunan Wilayah, Kepulauan, Kelautan Maritim, Terisolasi, Terpencil, Tertinggal, Perbatasan, Pesisir, Pulau-Pulau Kecil, Archipelago dan Semeja, Yogyakarta: Graha Ilmu.

Asnan, Gusti, 2007. Dunia Maritim Pantai Barat Sumatera, Yogyakarta: Ombak.

Damsar dan Indrayani, 2016. Pengantar Sosiologi Pedesaan, Jakarta: Prenadamedia Group.

Gottschalk, Louis, 2007. Mengerti Sejarah, Yogyakarta: Ombak.

Hamid, Abd Rahman, 2015. Sejarah Maritim Indonesia, Yogyakarta: Ombak.

Kato, Tsuyoshi, 1986. Rantau Pariaman Dunia Pesisir Minangkabau Abad XIX dalam Akira Nagazumi, Indonesia dalam Kajian Sardjana Jepang, Jakarta: YOI.

Kinseng, Rilus A, 2011. Konflik Kelas Nelayan di Indonesia, Tinjauan Kasus Balik Papan, Bogor: IPB Press.

Koran Singgalang “Kelompok Nelayan Penerima Bantuan Diseleksi” Edisi Selasa 28 Agustus 2012

Kusnadi, 2009. Keberdayaan Nelayan dan Dinamika Ekonomi Pesisir, Yogyakarta: Ar Ruzz Media.

Lapian, AB, 2011. Orang Laut Bajak Laut Raja Laut, Jakarta: Komunitas Bambu.

Nina Purniati, “Konflik Nelayan di Kecamatan Linggo Sari Baganti dan Pancung Soal Kabupaten Pesisir Selatan, Studi Kasus: Air Haji Tanjung Kandis dan Pulau Rajo Inderapura” Skripsi, Padang: STKIP PGRI Sumatera Barat

Nur, Mhd 2000. “Bandar Sibolga di Pantai Barat Sumatera pada Abad ke 19 Sampai Pertengahan Abad ke-20”, Disertasi, Jakarta: Universitas Indonesia.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, www. pesisirselatan.kab.go.id diakses pada tanggal 29 Juli 2018.

Rian. “Sejarah Nagari Air Haji Kab.Pesisir Selatan,” diakses dari www.ANAK PASISIA_Sejarah Nagari Air Haji Kab. Pesisir Selatan.html, Sabtu 03 Februari 2018

Satria, Arif, 2002. Pengantar Sosiologi Masyarakat Pesisir. Jakarta: Cidesindo.

Sjamsudin, Helius. 2012, Metodologi Sejarah, Yogayakarta: Ombak.

Sudirman, 2013. Mengenal Alat dan Metode Penangkapan Ikan, Jakarta: Rineka Cipta.

Sufirudin, “Hubungan Patron-Klein Diantara Masyarakat Nelayan di Desa Kangkunawe Kecamatan Maginti Kabupaten Muna Barat Provinsi Sulawesi Tenggara”, Jurnal Holistik No.17A, Januari 2016

Zed, Mestika, 1999. Metodologi Sejarah, Padang: Universitas Negeri Padang.

Zubir, Zaiyardam, 2008. Laporan Penelitian Profil Kebudayaan Kabupaten Pesisir Selatan, Padang: Kerjasama Bappeda Pesisir Selatan dan PSH Unand

Published
2020-06-16
How to Cite
Haryati, S. H. P. (2020). Konflik dan Harmoni Kehidupan Nelayan Nagari Airhaji Pesisir Selatan (1998-2017). Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 4(1), 42-59. https://doi.org/10.22437/titian.v4i1.8557
Section
Articles