Sejarah Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Jambi dan Perannya Terhadap Tradisi dan Budaya Melayu

  • Supian Universitas Jambi

Abstract

Tulisan ini mendalami bagaimana sejarah berdiri dan berkembangnya Nahdlatul Ulama (NU) di Provinsi Jambi dan bagaimana peran NU dalam perkembangan dan eksistensi Tradisi dan Budaya Melayu di Jambi. Seringkali dipahami dan dinyatakan bahwa NU didirikan oleh kiyai dan ulama tradisionalis, sebagai garda depan dalam menjaga tradisi dan budaya Islam, sehingga menjadi sangat relevan ketika meneliti bagaimana peran NU dalam eksistensi dan pengembangan budaya melayu, khususnya budaya melayu Jambi. Keberadaan adat, tradisi dan budaya melayu Jambi yang ditopang oleh jargon “adat bersendi syara’, syara’ bersendi kitabullah” merupakan adat, tradisi dan budaya yang harus berbasiskan agama (Islam). Sehingga penting untuk dilihat bagaimana peran agama (Islam) khususnya NU, dalam pengembangan dan termasuk mempertahankan adat, tradisi dan budaya melayu ditengah arus pemahaman yang cenderung memutus mata rantai adat, tradisi dan budaya tersebut. Secara kultural, mayoritas masyarakat melayu adalah NU, maka itu berarti juga bahwa adat dan budaya melayu tersebut juga berasal dari kultural NU, sehingga perlu ditelisik nilai-nilai religius dan islami yang ada dalam adat dan budaya melayu tersebut.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2019-12-05
How to Cite
Supian. (2019). Sejarah Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Jambi dan Perannya Terhadap Tradisi dan Budaya Melayu. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 3(2), 179-209. https://doi.org/10.22437/titian.v3i2.8176
Section
Articles