Eksistensi Musik Ansambel Suling Bambu masyarakat Siulak Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi

  • Masvil Tomi kebudayaan
  • Hadiyanto Hadiyanto Universitas Jambi
Keywords: Keberadaan, analisis bentuk struktur musik ansambel Suling Bambu

Abstract

Musik Ansambel Suling Bambu merupakan salah satu  musik Tradisional di Siulak kabupaten Kerinci,  yang masih dijumpai pada saat sekarang ini. Waktu panen Musik ansambel Suling Bambu ini selalu dimainkan oleh masyarakat Siulak Gedang, sebagai pesta mereka merayakan keberhasilan panen mereka yang berlipat ganda, yang sesuai dengan apa yang diharapkan mereka kepada tuhan yang maha esa. Disinilah perkembangan Musik ansambel Suling Bambu dimasyarakat Siulak, Musik ansambel Suling Bambu tidak hanya dimainkan sendiri waktu kejenuhan atau kebosanan tiba menyergapi mereka lagi istirahat di ladang atau di sawah yang mereka garap. Tapi Musik ansambel Suling Bambu mulai dimainkan dengan bersama dan mulai di pakai vokal. Dengan meniup suling bersama-sama. Penelitian ini menguraikan kenyataan di lapangan sesuai dengan permasalahan keberadaannya di tengah masyarakat Siulak, bentuk struktur musik Ansambel Suling Bambu masyarakat Siulak. Mendasari hal di atas, maka penelitian ini di fokuskan pada rumusan masalah yang akan membahas (1) Bagaimana keberadaan musik ansambel Suling Bambu, (2) Bagaimana bentuk Struktur musik ansambel Suling Bambu di masyarakat Siulak, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amirin, Tatang M. 1995. Menyusun Rencana Penelitian. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Brannen, Julia. 1997. Memandu Mretode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Yogyakarta: Pustaka Belajar

Harisman, 1989. “Suatu Studi Terhadap Suling Bambu Salah satu Alat Musik Tradisional di Desa Siulak Kecamatan Gunung Kerinci”, Laporan Penelitian. Padangpanjang: ASKI Padangpanjang, Padangpanjang.

Huberman, A. Michael dan Mattew B. Miles. 2009. Manajemen Data dan Metode Analisis, dalam Norman K. Denzin dan Yvonna S. Lincoln (ed). Handbook of Qualitative Research, (edisi Bahasa Indonesia. Terjemahan Dariyatno, Badrus Samsul Fata, Abi, John Rinaldi).Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2008. Jakarta: PT. Gramedia Utama.

Kaplan, David dan Robert A. Manners. 2002. Teori Kebudayaan (Terjemahan andung Simatupang), Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Moleong, Lexy J. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja.

Mugiyanto, Sal. 2004. Tradisi dan Inovasi. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

Nukman, 2011. Tale Keberangkatan Haji: Keberlanjutan Sistem Pewarisan. Tesis untuk meraih Derajat Sarjana S2. Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.

Setiawati, Edi dan Supardi Joko damono. 1991. Seni dalam Masyarakat Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Siswantoro. 2005. Metode Penelitian Sastra: Analisis Psikologi. Surakart: Muhamamdiyah University press.

Sugiyono. 2009. Memahami Penelitian Kualitatif, Bandung: Alfebeta

Sztompka, Piotr. 2008. Sosiologi Perubahan Social, Jakarta: Prenada

Prier SJ, Karl-Edmund. 1996. Ilmu Anlisis Musik,Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi
Zainuddin, Amran, M. Arif Anas. 2000. “Alat Musik Seruling Bambu di Siulak Kecamatan Gunung Kerinci Kabupaten Kerinci”, Laporan Penelitian (Tinjauan Organologis). Padangpanjang: STSI Padangpanjang
Published
2018-12-31
How to Cite
Tomi, M., & Hadiyanto, H. (2018). Eksistensi Musik Ansambel Suling Bambu masyarakat Siulak Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 2(02), 212 -. Retrieved from https://online-journal.unja.ac.id/titian/article/view/5794