This is an outdated version published on 2018-06-30. Read the most recent version.

SURAU DAN SEKOLAH; DUALISME PENDIDIKAN DI BUKITINGGI 1901-1942

DOI:

https://doi.org/10.22437/titian.v2i1.5218

Keywords:

surau, dualisme dan pendidikan.

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menelusuri penyelenggaraan dualisme pendidikan tradisional dan modern serta dampaknya terhadap masyarakat Bukittinggi pada paru pertama abad ke-20. Surau merupakan lembaga pendidikan tradisional, tempat anak-anak Bumiputra belajar norma adat, etika, sopan santun dan agama Islam. Sekolah formal yang dibangun oleh pemerintah kolonial di Bukittinggi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pegawai rendah. Antusiasme masyarakat Minangkabau terhadap sekolah mengakibatkan kota Bukittinggi menjadi salah satu tujuan untuk mengakses pendidikan modern. Pendidikan dualistik mengakibatkan munculnya intelektual baru Minangkabau yang disebut sebagai “Kaum Muda”. Sejak kehadiran mereka, surau mengalami pembaharuan menjadi model pendidikan semi-modern yang disebut madrasah. Di samping itu, fungsi surau sebagai salah satu alat kelengkapan adat di setiap nagari perlahan-lahan mulai hilang. Antusiasme masyarakat Minangkabau terhadap pendidikan dualistik mendorong lahirnya lembaga-lembaga pendidikan partikelir untuk memenuhi tingginya minat masyarakat Bumiputera terhadap sekolah modern. Tokoh-tokoh Intelektual Religius asal Minangkabau muncul sejak pendidikan dualistik yang dinamis tersebut diselenggarakan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arsip
Encyclopaedie van Nederlandsch-Indie, Jilid 2 (1918), Jilid 8 (1939).
Gedenkboeks samangesteld bij gelegenheid van het 35 jarig bestaan der Kweekschool voor Inlandsche Onderwijers te Fort de Kock.
Het Inlandsch Onderwijs ter Sumatra’s Weskust.
Koloniaal Verslag, 1911, 1918.
Regeering Almanak, 1892, Jilid 1(Arsip Nasional Republik Indonesia).
Staatsblad van Nederlandsch-Indie, 1918.
Tijdschrift voor Nederlandsch-Indie, Zait-Bomel, Joh, Noman en Zoon, 1858.
Tesis dan Disertasi
Abdullah, Taufik, “The Kaum Muda Movement in West Sumatera, 1927-1933” (Disertasi Ph.D pada Cornell University, 1970).
Witrianto, “Dari Surau ke Sekolah: Sejarah Pendidikan di Padangpanjang, 1904-1942” (Tesis pada Universitas Gadjah Mada, 2000).
Buku dan Artikel
Abidin, Mas’oed, Surau Kito (Yogyakarta: Gre Publishing, 2015).
Abdullah, Taufik, “Beberapa Aspek Penulisan Lokal” dalam Pemikiran Biografi dan Kesejarahan; Suatu kumpulan Prasarana pada Berbagai Lokakarya, Jilid II (Jakarta: Depdikbud Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, 1982/1983).
______, Modernisasi di Minangkabau: Sumatera Barat Pada Dekade I Abad XX, terjemahan Ishak Thaba (Padang: PKIPS-IKIP Padang, 1981).
______, “Kearah Penulisan Sejarah Sosial Daerah” dalam Pemikiran Biografi dan Kesejarahan (Jakarta: ISDN,1982).
______, “Kearah Penulisan Sejarah Nasional di Tingkat Lokal” (Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 1985).
______, “The Making of a Schakel Society: The Minangkabau In The Late Nineteent Century” dalam Papers of the Dutch Indonesian Historical Conference held at Noordwijkerhout, The Netherlands, 19-22 May 1976 (Leiden/Jakarta: Bereau of Indonesian Studies, 1978).
______, et.al., Arah Gejala dan Perspektif Studi Sejarah Indonesia (Jakarta: Leknas-LIPI, 1980).
______, Sejarah Lokal di Indonesia: Kumpulam Artikel (Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 1996).
______, dan S. Bhudisantoso, Sejarah Sosial di Daerah Sumatera Barat (Jakarta: Depdikbud, 1983).
Alfian, T. Ibrahim. “Tentang Metodologi Sejarah”, dalam T. Ibrahim Alfian, (ed.). Dari Babad dan Hikayat Sampai Sejarah Kritis (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1992).
Alex MA, Kamus Ilmiah Populer Kotemporer (Surabaya: Karya Harapan, 2005).
Amran, Rusli, Padang Riwayatmu Dulu (Jakarta: CV. Yasaguna, 1988).
______, Sumatera Barat: Plakat Panjang (Jakarta: Sinar Harapan, 1985).
Anwar, Chairul, Hukum Adat Indonesia: Meninjau Hukum Adat Minangkabau (Jakarta: Rineka Cipta, 1997).
Ashari, Hasan, Zaman Keemasan Islam: Menyikap Zaman Keemasan (Bandung: Mizan, 1994).
Asnan, Gusti, Adabiah: Perintis Pendidikan Modern di Sumatera Barat (Yogyakarta: Penerbit Ombak, 2003).
Azra, Azyumardi, Surau Pendidikan Islam Tradisional dalam Transisi dan Modernisasi (Jakarta : Logos, 2003).
Barnadib, Imam, Arti dan Metode Sejarah Pendidikan (Yogyakarta: FIB IKIP Yogyakarta, 1982).
Benson, Amir, Minangkabau Sampai Akhir Abad Ke 19 (Padang: Fakultas Keguruan Pengetahuan Sosial, IKIP Padang, 1982).
Basundoro, Purnawan, Pengantar Sejarah Kota (Yogyakarta: Penerbit Ombak, 2013).
Baudet, H. dan Brugmans I.J., Politik Etis dan Revolusi Kemerdekaan (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. 1987).
Booth, Anee, Sejarah Ekonomi Indonesia (Jakarta: LP3ES, 1998).
Brugmans., I.J, Geschiedenis van het Onderwijs in Nederlandsch-Indie (Batavia: Wolters, 1938).
Colombijn, Freek, Kota Lama Kota Baru, Sejarah Kota-Kota di Indonesia (Yogyakarta: Ombak 2005).
Darmiharjo, Darji, Analisis Pendidikan (Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1980).
Djalauddin, Sinar Keemasan 2 dalam Mengamalkan Keagungan Kalimat Lailaha Illalloh (Surabaya: Terbit Terang, tanpa tahun).
Djojonegoro, Wardiman, Lima Puluh Tahun Perkembangan Pendidikan Indonesia (Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kbudayaan, 1996).
Dobbin, Christine, Kebangkitan Islam dalam Ekonomi Petani yang Sedang Berubah, Sumatera Tengah, 1787-1847 (Jakarta: INIS, 1989).
______, Gejolak Ekonomi Kebangkitan Islam dan Gerakan Paderi: Minangkabau 1784-1847 (Jakarta: Komunitas Bambu, 2008).
Gunawan, Ary H, Kebijakan-Kebijakan Pendidikan di Indonesia (Jakarta: Bina Aksara 1986).
Gottschalk, Louis, Mengerti Sejarah (Jakarta: Universitas Indonesia, 1983).
Graves, Elizabeth E., Asal Usul Elite Minangkabau Modern: Respons Terhadap Kolonial Belanda Abad XIX/XX, terjemahan Mestika Zed (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2007).
Hadler, Jeffrey, Sengketa Tiada Putus, Matriakat, Reformis Islam dan Kolonialisme di Minangkabau (Jakarta: Freedom Institute).
Kahin, Audrey, Dari Pemberontakan ke Integrasi: Sumatera Barat dan Politik Indonesia, 1926-1998 (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2005).
Kartodirdjo, Sartono, Pengantar Sejarah Indonesia Baru, Sejarah Pergerakan Nasional dari Kolonialisme sampai Nasionalisme, (Jakarta: Gramedia 1999).
______, Sejarah Nasional Indonesia, Jilid V (Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1975).
______, Modern Indonesia Tradition & Tranformation a Socio-Historical Perspective (Yogyakarta: Gajah Mada University Prees,1991).
______, Sejarah Indonesia Indonesia, Jilid I (Jakarta: Balai Pustaka, 1977).
______, Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 1993).
Kato, Tsuyoshi, Adat Minangkabau dan Merantau dalam Perspektif Sejarah (Jakarta: Balai Pustaka, 2005).
Klinken, Gerry van, Lima Penggerak Bangsa yang Terlupa (Yogyakarta: LKIS, 2010).
Koentjaraningrat, Metode Penelitian Masyarakat (Jakarta: Gramedia, 1979).
May, Eni, Shakel-Society dan Tumbuhnya Nasionalisme di Minangkabau Abad XIX (Padang: Fakultas Sastra Universitas Andalas, 1995).
Mansoer, M.D., Sejarah Minangkabau (Jakarta: Bhatara, 1970).
Mardanas, Syafwan dan Kutoyo Sutrisno, Sejarah Pendidikan di Sumatera Barat (Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan,1980/1981).
Marsden, William, Sejarah Sumatera, terjemahan Tim Komunitas Bambu (Jakarta: Komunitas Bambu, 2008).
Martono, Nanang, Sosiologi Perubahan Sosial, Perspektif Klasik, Modern dan Poskolonial, Edisi Revisi (Jakarta: Rajawali Pers, 2014).
Martamin, Marjani, Sejarah Daerah Tematis Zaman Kebangkitan Nasional di Daerah, 1900-1942, Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah Departemen P dan K 1977/1978.
Naim, Mochtar, Merantau: Pola Migrasi Suku Minangkabau (Jakarta: Gadjah Mada University Press, 1979).
Nashir, Zulhasril, Tan Malaka dan Gerakan Kiri Minangkabau (Yogyakarta: Penerbit Ombak, 2007).
Nasution. S, Sejarah Pendidikan Indonesia (Bandung: Jemmars, 1983).
______, Sejarah Pendidikan Indonesia (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2011).
Navis, A.A, Alam Takambang Jadi Guru: Adat dan Kebudayaan Minangkabau (Jakarta: Grafiti Pers, 1984).
Niel, Robert van, Munculnya Elite Modern Indonesia (Jakarta: Pustaka Jaya, 1984).
Nizar, Samsul, Sejarah dan Pergolakan Pemikiran (Jakarta: Quantum Teaching, 2005).
Noer, Deliar, “Pembaharuan Islam di Minangkabau Sesudah Tahun 1900”, Prosiding Seminar Masuknya Islam di Minangkabau. Padang, 1969.
Poesponegoro, Mawarti Djoenoed dan Nugroho Notosusanto, Sejarah Indonesia, Jlid V (Jakarta: Balai Pustaka, 1993).
Sarijo, Marwan, Bunga Rampai Pendidikan Islam (Jakarta: Anissco, 1996).
Sumarsono, Mestoko, dkk., Pendidikan di Indonesia dari Zaman ke Zaman (Jakarta: Dep. P dan K, BP3K).
Sjamsudin, Helius, Metologi Sejarah (Yogyakarta: Penerbit Ombak, 2007).

Downloads

Published

2018-06-30

Versions

How to Cite

SURAU DAN SEKOLAH; DUALISME PENDIDIKAN DI BUKITINGGI 1901-1942. (2018). Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 2(1), 100 - 115. https://doi.org/10.22437/titian.v2i1.5218

Issue

Section

Articles