Naskah ini versi lama yang diterbitkan pada 2018-06-30. Baca versi terbaru.

GROWING IN THE MIDDLE OF COMMUNIST AND ABANGAN (HISTORY OF MUHAMMADIYAH TULUNGAGUNG)

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.22437/titian.v2i1.5216

Kata Kunci:

Abangan, Komunis, Muhammadiyah, Pendidikan, Sejarah, Tulungagung.

Abstrak

Sejarah Muhammadiyah di Tulungagung selalu luput dari peneliti. Jangankan berbicara tentang persyarikatan, nama kabupaten yang dilewati Sungai Brantas ini saja masih kurang familiar. Data dan fakta terkait sejarah Muhammadiyah di Tulungagung wajib diteliti. Karena di wilayah ini sangat kental nuansa abangan di masa kini dan komunis pada era sebelum 1965. Riset ini menggunakan metode penelitian literatur. Meskipun kenyataannya sumber tertulis mengenai Muhammadiyah di Tulungagung cukup sulit ditemukan. Untuk menutupi kekurangan dalam hal literatur maka dimanfaatkan juga metode wawancara. Hanya orang-orang dengan kapasitas yang sesuai dengan bidang penelitian ini lah yang diminta untuk menjadi responden. Hasil riset dapat dijadikan pelajaran berharga bagi semua orang. Baik akademisi, warga Muhammadiyah, umat Islam, ataupun masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Dikarenakan terdapat ibrah berharga. Ketika seseorang atau komunitas terkena tekanan bukan malah semakin kecil nyalinya. Namun sebaliknya. Justru lebih semangat dan menunjukkan berbagai prestasi membanggakan. Muhammadiyah Tulungagung patut diapresiasi di bidang keagamaan, pendidikan, seni budaya, dan politik.

Diterbitkan

2018-06-30

Versi

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

GROWING IN THE MIDDLE OF COMMUNIST AND ABANGAN (HISTORY OF MUHAMMADIYAH TULUNGAGUNG). (2018). Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 2(1), 67-84. https://doi.org/10.22437/titian.v2i1.5216