Kelembagaan Nafkah dan Keberlanjutan Penghidupan Komunitas Pesisir di Kabupaten Buru

Authors

  • Idrus Hentihu Iqra Buru University
  • Mirja Ohiobor Universitas Iqra Buru
  • Muhamad Chairul Basrun Umanailo Universitas Iqra Buru

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan peran kelembagaan nafkah dalam menjamin keberlanjutan penghidupan masyarakat di pedesaan. Penelitian ini dilakukan di desa Wamalana, Kabupaten Buru, Maluku dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klembagaan nafkah yang terdapat di desa Wamalana memiliki hubungan dengan kemapuan masyarakat dalam memenuhi keberlanjutan penghidupan untuk bertahan hidup walaupun berada dalam situasi yang terbatas. Ragam kelembagaan nafkah seperti masohi, masaurat, kumpulan negeri, dan parusa  telah memberikan perannya sebagai skema ketahanan sosial bagi masyarakat dalam membangun keberlanjutan penghidupan. Kelembagaan nafkah tersebut tercermin pada tradisi tolong menolong masyarakat dalam membangun kerjasama yang didasarkan atas semangat ikatan persaudaraan. Dalam konteks, intervensi pembangunan melalui pemberdayaan masyarakat pesisir di Kabupaten Buru, ragam kelembagaan nafkah pada berbagai aras dapat dayagunakan sebagai jalur intervensi program pemberdayaan. Sementara itu, untuk kepentingan studi  lanjutan tentang kelembagaan nafkah di pedesaan dapat difokuskan untuk melihat pengaruhnya terhadap tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat di pedesaan yang diukur secara kuantitatif.

Kata kunci: Kelembagaan Nafkah, Komunitas Pesisir, Keberlanjutan Penghidupan

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anwar, Z. (2012). Institusi Lokal untuk Kesejahteraan Bersama. Policy Brief. Institute for Research and Empowerment (IRE).

Abdurrahim, A, Y, Dharmawan, A, H, Sunito, S, dan Sudiana, I, M. (2014). Kelembagaan Nafkah Asli dan Strategi Rumah Tangga di Pedesaan Indramayu. Jurnal Sodality, 1(2), 1-10.

Anantanyu, S. (2011). Kelembagaan Petani: Peran Dan Strategi Pengembangan Kapasitasnya. Jurnal SEPA. 7(2), 102–109

Alfisari, A. (2008). Analisis Modal Sosial dalam Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Miskin di Kelurahan Kedung Jaya, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen. 1(1), 29-42

[BPS]. (2019). Kabupaten Buru Dalam Angka. Badan Pusat Statistik Kabupaten Buru.

Creswell, J, W. (2013). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Diterjemahkan oleh Achmad Fawaid. Edisi Ketiga. Pustaka Pelajar.

Dharmawan, A, H. (2007). Sistem Penghidupan dan Nafkah Pedesaan: Pandangan Sosiologi Nafkah (livelihood sociology) Mazhab Barat dan Mazhab Bogor. Jurnal Sodality, 1(2), 169-192.

Habibullah. (2008). Jaminan Sosial Berbasis Komunitas Lokal: Studi Kasus Perkumpulan Kematian Al-Khoiro di Desa Ulak Kerbau Lama Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan. Jurnal SOSIOKONSEPSIA. 17 (03): 72-83.

Hentihu, I, Sumardjo, Ginting, B, Susanto, D. (2020). The Potential for Creative Socio-cultural Energy of Coastal Communities in the Maluku Islands. Asian Research Journal of Arts & Social Sciences, 11(3), 47-58.

Huwae, A. (2011). Masohi, Masadingu dan Hameren: Sistem Kerjasama Tradisional di Daerah Maluku. Jurnal KAPATA, 7(12), 101-109.

Lestari, S. (2014). Perempuan dalam Tradisi Nyumbang di Pedesaan Jawa: Potret Dinamika Monetisasi Desa. Disertasi. Sekolah Pascasarjana IPB.

Marsh, R. (2003). Working with Local Institutions to Support Sustainable Livelihoods. Food and Agriculture Organization of The Unit¬ed Nations.

Mardiyaningsih, D. (2018). Transformasi Kelembagaan Nafkah pada Komunitas Dayak Punan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Jurnal Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 6(2), 163-174.

Sayogyo. (1994). Kemiskinan dan Pembangunan di Propinsi Nusa Tenggara Timur. Yayasan Obor Indonesia.

Scott, W, R. (2008). Institutions and Organization: Ideas and Interest. Third Edition. Sage Publications.

Sowo, R. (2017). Aktivitas Rion-Rion pada Masyarakat Desa Idamgamlamo Kecamatan Sahu Timur Kabupaten Halmahera Barat. Jurnal HOLISTIK, 10(20), 1-17.

Subair, Kolopaking, L, M, Adiwibowo, S, Pranowo, M, B. (2014). Adaptasi Perubahan Iklim Komunitas Desa: Studi Kasus di Kawasan Pesisir Utara Pulau Ambon. J. Komunitas Res. Learn. Sociol. Anthropol. 6(1), 57-69.

Turner, S. (2007). Small-Scale Enterprise Livelihoods and Social Capital in Eastern Indonesia: Ethnic Embeddedness and Exclusion. The Professional Geographer, 59(4), 27-41

Tompkins, E, L, Adger W, N. (2003). Building Resilience to Climate Change Through Adaptive Management of Natural Resources. Centre for Social and Economic Research on the Global Environment.

Downloads

Published

2020-12-16

How to Cite

Idrus Hentihu, Ohiobor, M., & Umanailo, M. C. B. (2020). Kelembagaan Nafkah dan Keberlanjutan Penghidupan Komunitas Pesisir di Kabupaten Buru . Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 4(2), 159-171. Retrieved from https://online-journal.unja.ac.id/titian/article/view/10714