PEMERIKSAAN KESEHATAN DASAR DAN DETEKSI PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA KELOMPOK IBU DI DUSUN BENIT, MUARA BUNGO
DOI:
https://doi.org/10.22437/jssm.v7i2.55479Keywords:
Penyakit Tidak Menular, deteksi dini, skrining kesehatan, edukasi kesehatan, pemberdayaan masyarakatAbstract
Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes mellitus masih menjadi masalah kesehatan masyarakat akibat rendahnya kesadaran melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dasar serta edukasi mengenai pencegahan PTM pada kelompok ibu di Dusun Benit, Kabupaten Bungo. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari pada tanggal 10 Mei 2026 dan diikuti oleh 30 peserta. Peserta merupakan ibu rumah tangga yang hadir secara sukarela berdasarkan undangan dari pemerintah dusun melalui kader kesehatan. Teknik perekrutan menggunakan total sampling terhadap seluruh ibu yang hadir pada kegiatan. Metode yang digunakan meliputi edukasi melalui ceramah interaktif, diskusi, serta konsultasi kesehatan individu yang dilanjutkan dengan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, berat badan, dan tinggi badan menggunakan alat pemeriksaan digital standar. Hasil pemeriksaan menunjukkan rata-rata tekanan darah sebesar 110,54 mmHg, gula darah 104,87 mg/dL, kolesterol 120,83 mg/dL, dan asam urat 6,86 mg/dL. Meskipun sebagian besar peserta pada kategori normal, beberapa peserta memiliki hasil pemeriksaan di atas nilai rujukan sehingga memerlukan tindak lanjut dan pemantauan kesehatan. Kegiatan ini berhasil memberikan layanan skrining kesehatan dasar sekaligus edukasi mengenai faktor risiko PTM dan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
References
1.1. American Diabetes Association. (2023). Standards of care in diabetes 2023. Diabetes Care, 46(Suppl.1), S1–S291.
2. World Health Organization. (2022). Noncommunicable diseases progress monitor 2022. Geneva: WHO.
3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022. Jakarta: Kemenkes RI.
4. Yusuf, S., Hawken, S., Ôunpuu, S., Dans, T., Avezum, A., & Lanas, F. (2020). Effect of potentially modifiable risk factors associated with myocardial infarction. The Lancet, 364(9438), 937–952.
5. Kusdiyah, E., Fakhri, A. G., & Sugiarti, R. (2023). Gambaran pengetahuan masyarakat tentang penyakit tidak menular (PTM) di Puskesmas Olak Kemang Kota Jambi. Scientific of Environmental Health and Diseases, 3(2). https://doi.org/10.22437/esehad.v4i1.29337
6. Sudayasa, I. P., Rahman, M. F., Esa, A., Jamaluddin, J., Parawansah, P., & Alifariki, L. O. (2020). Deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular pada masyarakat desa. Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat, 1(2), 45–52.
7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Jakarta: Kemenkes RI.
8. Notoatmodjo, S. (2018). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. (2022). Infodatin Penyakit Tidak Menular. Jakarta: Kemenkes RI.
9. Kholid, A. (2019). Promosi Kesehatan dengan Pendekatan Teori Perilaku, Media, dan Aplikasinya. Jakarta: Rajawali Pers.
10. Fitriani, S. (2021). Promosi Kesehatan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

e-ISSN : 