PENGEMBANGAN E-MODUL MENGGUNAKAN 3D PAGEFLIP PROFESSIONAL UNTUK MEREMEDIASI MISKONSEPSI SISWA SMP PADA MATERI TEKANAN ZAT CAIR
DOI:
https://doi.org/10.59052/edufisika.v6i2.14522Kata Kunci:
E-modul, remediasi, miskonsepsi, 3D PageflipAbstrak
Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan e-modul pada materi tekanan zat cair untuk meremediasi miskonsepsi siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian  pengembangan dengan menggunakan model ADDIE. Teknik pengumpulan data menggunakan angket untuk validator, guru dan siswa serta tes diagnostik four tier. Uji efektivitas didapatkan dari analisis hasil pre-test dan post-test siswa berdasarkan kriteria pengambilan keputusan Four tier diagnostic test. Berdasarkan hasil validasi terhadap pengembangan e-modul oleh ahli materi dan ahli media dinyatakan layak, sedangkan hasil respon guru diperoleh persentase 85,71% dalam kategori sangat baik, hasil respon siswa pada ujicoba satu-satu diperoleh persentase 92,67% dalam kategori sangat baik, hasil respon siswa pada ujicoba kelompok kecil diperoleh persentase 88,41% dalam kategori sangat baik. Hasil uji efektifitas siswa mengalami penurunan miskonsepsi dengan signifikan dengan rata-rata persentase sebesar 52%. Hasil uji nonparametrik Wilcoxon menunjukkan hasil z = -2,673 dan Asymp.sig (2-tailed) bernilai 0,008, maka disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test siswa, sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan emodul efektif dalam meremediasi miskonsepsi siswa SMP dan berdasarkan nilai effect size sebesar r=0,63 yang artinya penggunaan emodul memiliki efek sedang (moderate effect) dalam meremediasi miskonsepsi siswa pada materi Tekanan zat cair.
Unduhan
Referensi
Fitriyani. (2017). Pembelajaran menggunakan media 3D Pageflip Profesional dan media Camtasia Studio 8 pada materi Larutan elektrolit dan Non elektrolit di kelas X SMA Islam Al-Arief Muaro Jambi. Jambi: Universitas Jambi (skripsi).
Gurel, D. K., Eryılmaz, A., & McDermott, L. C. (2015). A Review and Comparison of Diagnostic Instruments to Identify Students' Misconceptions in Science. Eurasia Journal of Mathematics, Science & Technology Education, 11(5).
Haris, V. 2012. Identifikasi miskonsepsi materi mekanika dengan menggunkan CRI (Certainty of Response Index). Ta’dib: Jurnal Ilmu pendidikan STAINBatusangkar. 16(1): 77-86.
Imaningtyas, C. D., Karyanto, P., Nurmiyati, N., & Asriani, L. (2016). Penerapan e-module berbasis problem based learning untuk meningkatkan literasi sains dan mengurangi miskonsepsi pada materi ekologi siswa kelas x mia 6 sman 1 karanganom tahun pelajaran 2014/2015. Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi, 9(1), 4-10.
Kamaludin, Djudin, T, & Mursid, S. 2013. Remediasi miskonsepsi siswa pada Gerak lurus melalui Graphic Organizer kelas X SMA. Jurnal Pendidikan dan pembelajaran (JIPP). 2 (4):1-14.
Khasanah, N. 2010. Penggunaan pendekatan konflik kognitif untuk remediasi miskonsepsi pembelajaran Usaha dan Energi, Tesis. Surakarta: Pasca sarjana Universitas Sebelas Maret.
Lebdiana, R., & Hindarto, N. (2015). Pengembangan perangkat pembelajaran materi suhu dan kalor berbasis poe (predict-observe-explain) untuk meremediasi miskonsepsi siswa. UPEJ Unnes Physics Education Journal, 4(2).
Lestari, N, Sutrisno, L & Oktavianty, E. 2014. Remediasi miskonsepsi menggunakan multimedia interaktif Guided Discovery pada Tekanan zat cair siswa SMP. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran (JIPP). 3(1): 1-8.
Maison, M., Syahrial, Syamsurizal, & Tanti. (2019). Learning environment, students’beliefes, and self-regulation in learning physics: Structural equation modeling. Journal of Baltic Science Education, 18(3), 389-403.
Mukti, A.D.Y, Raharjo, T, & Wiyono, E. (2012). Identifikasi Miskonsepsi dalam Buku Ajar Fisika SMA Kelas X Semester Gasal. Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika (JMPF). 1(1): 39-41.
Gayatri, T., Soegiyanto, H., & Rintayati, P. (2018, April). Development of Contextual Teaching Learning-Based Audio Visual Adobe Flash Media to Improve Critical Thinking Ability of Geography Learning at Senior High School. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 145, No. 1, p. 012004). IOP Publishing.
Pratiwi, A, dan Wasis. 2013. Pembelajaran dengan praktikum sederhana untuk mereduksi miskonsepsi siswa pada materi Fluida statis di kelas XI SMA Negeri 2 Tuban, Jurnal inovesi pendidikan fisika, (online). 2(4): 117-120.
Pujianto, A. Nurjannah, dan Darmadi I. D. (2014). Analisis Miskonsepsi Siswa Pada Konsep Kinematika Gerak Lurus. Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako (JPFT). 1(1): 16-21.
Rusdi.(2018). Penelitian Desain dan Pengembangan Kependidikan. Depok: Rajawali Pers.
Saehana, S, & Kasim, S. (2011). Studi Awal Miskonsepsi Mekanika Pada Guru Fisika SMA di Kota Palu. Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA UNY, (Online), 143-146, (http://file.upi.edu/Directori).
Safrida, S., Dewi, C. R., & Abdullah, A. (2017). Pengunaan modul dan media animasi dalam mengurangi miskonsepsi siswa pada materi sistem peredaran darah di SMAN 5 Kota Banda Aceh. Jurnal Pencerahan, 11(1).
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, R&D). Bandung: Alfabeta.
Suparno, P.( 2013). Miskonsepsi dan Perubahan Konsep dalam Pendidikan Fisika. Jakarta: PT. Grasindo.
Unal, S. 2008. Changing students’misconception of floating and sinking using hands in activities. Journal of Baltic science education. 7(3): 134-146.
Verawardina, U., & Ambiyar, A. (2018). Efektivitas Penggunaan Modul dan Multimedia Interaktif untuk Meremediasi Miskonsepsi Mahasiswa pada Materi Optika Geometris: 176-184.
Zukhruf, K. D., Khaldun, I., & Ilyas, S. (2016). Remediasi Miskonsepsi Dengan Menggunakan Media Pembelajaran Interaktif Pada Materi Fluida Statis. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 4(1).
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 EduFisika

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.