HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN PERILAKU ASERTIF PADA REMAJA DI SMA NEGERI 5 KOTA JAMBI RELATIONSHIP BETWEEN SELF-ESTEEM WITH ASSERTIVE BEHAVIOR IN ADOLESCENT OF SENIOR HIGH SCHOOL 5 JAMBI CITY

Main Article Content

Rofifah Nabilah
Elvin Rosalina

Abstract

Introduction The adolescents need to have an important attitude as a tool to communicate visibly and firmly about their needs by assertive behavior. Adolescents’ assertive behavior appear due to positive self-esteem which increasing the assurance for what they are doing is valuable.
Method The research is a quantitative study with correlational approach. The sample was selected by Proportionate Startified random sampling technique. The research took place in SMA Negeri 5 Kota Jambi with the amount of 105 subjects. This research uses self-esteem scale and assertive behavior scale as the measurement tools. Pearson’s product moment correlation technique is used as data analysis methods.
Results The result shows that there is a significantly positive relationship between self-esteem and assertive behavior (rxy = 0,620; p<0,01). Self-esteem has 38,4% effective contribute to assertive behavior, while the remaining 61,6% was contributed by the other factors.
Conclusions and Recomendation Adolescents with positive self-esteem has the ability to be assertive in their behavior, which make the adolescent feel free to express what they think and able to tell it by their saying or their doing. They also able to communicate with others, have the active visions about life by chasing what they want.
Keywords: Self-esteem, assertive behavior, adolescent


ABSTRAK 


Pendahuluan Para remaja membutuhkan suatu sikap yang penting untuk dimiliki dalam mengkomunikasikan secara jelas dan tegas atas kebutuhan melalui kemampuan berperilaku asertif. Asertifitas pada remaja muncul karena adanya penghargaan diri yang positif terhadap dirinya yang dapat menumbuhkan keyakinan bahwa apa yang dilakukan itu sangat berharga. Para remaja membutuhkan suatu sikap yang penting untuk dimiliki dalam mengkomunikasikan secara jelas dan tegas atas kebutuhan melalui kemampuan berperilaku asertif. Asertifitas pada remaja muncul karena adanya penghargaan diri yang positif terhadap dirinya yang dapat menumbuhkan keyakinan bahwa apa yang dilakukan itu sangat berharga.


Metode Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan penelitian korelasional. Pegambilan sampel menggunakan teknik Proportionate Startified random sampling. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 5 Kota Jambi. Jumlah subjek dalam penelitian ini sebanyak 105 subjek. Penelitian ini menggunakan skala harga diri dan perilaku asertif. Metode analisis yang digunakan adalah teknik korelasi Pearson’s product moment.


Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara harga diri dengan perilaku asertif (rxy = 0,620; p<0,01). Harga diri memberikan sumbangan efektif sebesar 38,4% terhadap perilaku asertif sedangkan 61,6% dipengaruhi oleh faktor lain.


Kesimpulan dan Saran Remaja yang memiliki harga diri positif dapat berperilaku asertif, dimana individu merasa bebas untuk mengungkapkan apa yang ada dipikirannya dengan menyatakannya melalui kata-kata ataupun tindakan, dapat berkomunikasi dengan orang lain dari semua tingkatan, memiliki pandangan yang aktif tentang hidup, dengan cara mengejar apa yang diinginkan.


Kata Kunci: Harga Diri, Perilaku Asertif, Remaja


 

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Nabilah, R. ., & Rosalina, E. . (2021). HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN PERILAKU ASERTIF PADA REMAJA DI SMA NEGERI 5 KOTA JAMBI: RELATIONSHIP BETWEEN SELF-ESTEEM WITH ASSERTIVE BEHAVIOR IN ADOLESCENT OF SENIOR HIGH SCHOOL 5 JAMBI CITY. Jurnal Psikologi Jambi, 4(2), 33-42. https://doi.org/10.22437/jpj.v5i02.10335
Section
Articles

References

Anindito & Aditomo. (2004). Perfeksionisme, Harga Diri dan Kecenderungan Depresi pada Remaja Akhir. Jurnal Psikologi, No.1, 1 – 15.

Coopersmith S. (1967). The Antecendent of Self-Esteem. San Fransisco: W.H Freeman and Company.

Fajarwati U. (2013). Hubungan Antara Interaksi Sosial Dalam Keluarga Dengan Perilaku Asertif Pada Siswa Kelas VIII Di SMP Negeri 7 Palembang. Jurnal Ilmiah PSYCHE, Vol. 7 No. 1 Juli 2013: 13-22.

Hurlock E (2003). Psikologi Perkembangan. Jakarta : Erlangga.

Novianti & Tjala. (2008). Perilaku Asertif Pada Remaja Awal.

Periantalo J. (2016). Penelitian Kuantitatif Untuk Psikologi. Yogyakarta: Pustaka pelajar.

Prameswari A. (2013). Program Bimbingan Karir Berdasarkan Profil Pembuatan Keputusan Karir Siswa. Universitas Pendidikan Indonesia.

Rosita. (2007). Hubungan Antara Perilaku Asertif Dengan Kepercayaan Diri Pada Mahasiswa.

Santrock, J.W. (1998). Perkembangan Remaja. Jakarta : Erlangga.

Umarianti T. (2012). Hubungan Hargda Diri dan Kecerdasan Emosi Dengan Prestasi Belajar pada Mata Kuliah Asuhan Kebidanan IV Phatologi Mahasiswa Semester VII di Prodi DIV Kebidanan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Surakarta. Assertive Training Siswa Kelas XII SMA Lampung.

Wardhani M. (2009). Hubungan Antara Konformitas Dan Harga Diri Dengan Perilaku Konsumtif Pada Remaja.

Putri. Windra Z. (2015). Peningkatan Perilaku Asertif Melalui Pelatihan Keterampilan Sosial Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Pacitan.

Yasdiananda. (2013). Hubungan Antara Self Esteem Dengan Asertivitas Pada Siswa Kelas X Sman 5 Merangin.