EDIBLE FILM BIOKOMPOSIT LIMBAH EKSTRAK KULIT SALAK–PATI JAGUNG–GLISEROL: SOLUSI KEMASAN BIODEGRADABLE BERBASIS LIMBAH PERTANIAN

Authors

  • Putriani Putriani
  • Sefrilita Risqi Adikaning Rani Rani Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar image/svg+xml
  • Hernawati Hernawati
  • Asriani Asriani

DOI:

https://doi.org/10.22437/jop.v11i3.58077

Keywords:

biodegradation, edible film, glycerol, salak peel, corn starch

Abstract

Edible film berbasis pati menawarkan alternatif kemasan biodegradable, tetapi masih memiliki keterbatasan pada kekuatan mekanik dan sensitivitas terhadap air. Penelitian ini bertujuan menyintesis dan mengevaluasi edible film biokomposit dari pati jagung, gliserol, dan serbuk limbah kulit salak sebagai penguat lignoselulosik melalui metode solvent casting. Formulasi menggunakan 6 g pati jagung, 4 mL gliserol, serta variasi serbuk kulit salak 0,5 g (A), 0,7 g (B), dan 0,9 g (C). Karakterisasi mencakup kuat tarik, elongasi, modulus elastisitas, penyerapan air, biodegradasi, dan spektroskopi FTIR. Kuat tarik meningkat dari 0,271 MPa pada A menjadi 0,752 MPa pada B dan 1,008 MPa pada C. Modulus elastisitas juga meningkat dari 4,46 menjadi 7,10 MPa. Elongasi tertinggi diperoleh pada B sebesar 15,27%, sedangkan C menurun menjadi 14,21%, yang menunjukkan bahwa penambahan penguat pada konsentrasi lebih tinggi meningkatkan kekakuan film. Penyerapan air terendah diperoleh pada A sebesar 4,65%, sedangkan B dan C masing-masing sebesar 27,56% dan 23,43%. Pada hari ke-5, biodegradasi mencapai 28,05% (A), 35,66% (B), dan 100% (C); seluruh formulasi terdegradasi 100% pada hari ke-7. Spektrum FTIR menunjukkan pita O–H, C–H, C=C/H–O–H, C–O, dan daerah sidik jari polisakarida yang mengonfirmasi interaksi fisik antarkomponen. Formulasi B memberikan keseimbangan mekanik terbaik, sedangkan A unggul dalam ketahanan air dan C dalam kekuatan serta laju biodegradasi. Hasil ini menunjukkan adanya trade-off kuantitatif antar sifat dan memperkuat potensi serbuk limbah kulit salak sebagai penguat edible film berbasis pati jagung.

 

References

Abotbina, W., Sapuan, S. M., Ilyas, R. A., Sultan, M. T. H., Alkbir, M. F. M., Sulaiman, S., Harussani, M. M., & Bayraktar, E. (2022). Recent developments in cassava (Manihot esculenta) based biocomposites and their potential industrial applications: A comprehensive review. Materials, 15(19).

Amalia, Z., Zaimahwati, & Zuhra. (2022). Pembuatan edible film pati singkong-kitosan dengan penambahan plasticizer gliserol sebagai plastik kemasan. Jurnal RISTERA (Jurnal Riset, Inovasi, Teknologi dan Terapan), 1(1), 15–18.

Anisa, Z., Mubarokah, L., Setyaningrum, D., & Novianto, H. (2023). Identifikasi sifat termal dan ikatan batu kapur alam dengan menggunakan DSC-TGA dan FTIR. Inovasi Teknik Kimia, 8(3), 173–177.

Asngad, A., Amelia, R., & Aeni, N. (2018). Pemanfaatan kombinasi kulit kacang dengan bonggol pisang dan biji nangka untuk pembuatan plastik biodegradable dengan penambahan gliserol. Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi, 4(1), 11–19.

Aziza, A. J. N., Indrianti, N., & Budiati, T. (2024). Pembuatan dan karakterisasi edible film dari pati jagung (Zea mays L.). Journal of Food Engineering, 3(3), 105–115.

Dalimunthe, N. F., Fath, M. T. Al, Ginting, M. H. S., & Natasya, T. (2023). Karakteristik dan daya hambat mikroba edible film dengan penambahan filler kulit salak (Salacca zalacca) sebagai pengemas makanan. Jurnal Teknik Kimia USU, 12(1), 39–45.

Dara, R. P., Maimunah, S., & Prayoga, A. (2024). Pemanfaatan ekstrak buah salak (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss) sebagai anti-aging alami dalam sediaan body scrub. Herbal Medicine Journal, 7(1), 1–11.

Derkach, S. R., Kolotova, D. S., Kuchina, Y. A., & Shumskaya, N. V. (2022). Characterization of fish gelatin obtained from Atlantic cod skin using enzymatic treatment. Polymers, 14(4).

Fiana, R. M., & Asben, A. (2022). Pengaruh konsentrasi gliserol terhadap karater fisik dan kemampuan antimikroba edible film berbasis pati jagung dengan penambahan yogurt. Jurnal Teknologi Pertanian Andalas, 26(1), 102–107

Handayani, R., & Nurzanah, H. (2018). Karakteristik edible film pati talas dengan penambahan antimikroba dari minyak atsiri lengkuas. Jurnal Kompetensi Teknik, 10(1), 1–11.

Krishnan, A., Paul, S., Phiri, R., Srisuk, R., Singh, M. K., Palaniappan, S. K., Rangappa, S. M., Dominic, M. C. D., Ajithkumar, T. G., & Siengchin, S. (2026). Sustainable nanocellulose extraction from Salacca zalacca peel using chlorine-free and low-acid treatments. ACS Omega, 11(8), 13253–13267.

Kusumawati, D. H., & Putri, W. D. R. (2013). Karakteristik fisik dan kimia edible film pati jagung yang diinkorporasi dengan perasan temu hitam. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 1(1), 90–100.

Marlina, L., & Nurhalliza, G. (2021). Pengaruh variasi konsentrasi gliserol terhadap karakteristik biodegradasi dan water uptake bioplastik dari serbuk tongkol jagung. Tedc, 15(3), 279–286.

Mayang, J. A., Pasaribu, S. P., & Panggabean, A. S. (2024). Review Artikel: Potensi Lidah Buaya (Aloe Vera (L.) Burm. F.) Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Edible Film/Coating. Prosiding Seminar Nasional Kimia, 3(1), 107–111.

Muryeti, Ningtyas, R., Sabatina, R. R., & Yuniastuti, R. T. (2022). The characterization of the mechanical properties of biofilm from avocado seeds and coconut coir fiber. AIP Conference Proceedings, 2493, 5–11.

Nairfana, I., & Ramdhani, M. (2021). Karakteristik fisik edible film pati jagung (Zea mays L) termodifikasi kitosan dan gliserol. Jurnal Sains Teknologi & Lingkungan, 7(1), 91–102.

Nusa, M. I., Siregar, S. N., & Muzdalifah, L. (2017). Pembuatan Edible Film dari Pati Temu Hitam (Curcuma Aeruginosa ROXB.) dengan penambahan Gliserol. Agrintech: Jurnal Teknologi Pangan Dan Hasil Pertanian, 1(1), 16–22.

Putri, C. I., Warkoyo, W., & Siskawardani, D. D. (2022). Karakteristik edible film berbasis pati bentul (Colocasia esculenta (L.) Schott) dengan penambahan gliserol dan filtrat kunyit putih (Curcuma zedoaria Rosc). Food Technology and Halal Science Journal, 5(1), 109–124.

Saputra, A., & Widuri, N. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan pemeliharaan tanaman salak pondoh (Salacca zalacca) di Desa Karang Jinawi Kecamatan Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara. Jurnal Agribisnis dan Komunikasi Pertanian (Journal of Agribusiness and Agricultural Communication), 5(1), 33.

Sari, J. A., & Febriansyah, L. (2024). Pemanfaatan kulit salak untuk dijadikan teh dan manfaatnya bagi kesehatan. Journal Science Innovation and Technology (SINTECH), 4(1), 17–24.

Setiani, W., Sudiarti, T., & Rahmidar, L. (2013). Preparasi dan karakterisasi edible film dari poliblend pati sukun-kitosan. Jurnal Kimia VALENSI, 3(2).

Shanbhag, C., Shenoy, R., Shetty, P., Srinivasulu, M., & Nayak, R. (2023). Formulation and characterization of starch-based novel biodegradable edible films for food packaging. Journal of Food Science and Technology, 60(11), 2858–2867.

Silvia, D., Zulkarnain, Fadhilah, R. I., Kamilah, H., & Shah, N. N. A. K. (2024). Effect of ginger (Zingiber officinale) extracts on mechanical and antimicrobial properties of ganyong starch edible films as primary packaging of crabstick. Trends in Sciences, 21(7), 1–10.

Singh, G. P., Bangar, S. P., Yang, T., Trif, M., Kumar, V., & Kumar, D. (2022). Effect on the properties of edible starch-based films by the incorporation of additives: A review. Polymers, 14(10), 1–20.

Syiami, D., Handayani, R., & Najihudin, A. (2021). Pengaruh plastisizer terhadap elastisitas dan kelenturan edible film. Jurnal Kesehatan Madani Medika, 12(2), 152–158.

Ulfiasari, R., Umiyati, R., & Hasbullah, U. H. A. (2021). Pengembangan edible film berbasis pati talas termodifikasi secara cross-linking menggunakan sodium tripolyphosphate dengan plastisizer gliserol. Agrointek, 15(2), 583–591.

Downloads

Published

2026-07-21

How to Cite

EDIBLE FILM BIOKOMPOSIT LIMBAH EKSTRAK KULIT SALAK–PATI JAGUNG–GLISEROL: SOLUSI KEMASAN BIODEGRADABLE BERBASIS LIMBAH PERTANIAN. (2026). JOURNAL ONLINE OF PHYSICS, 11(3), 34-40. https://doi.org/10.22437/jop.v11i3.58077