Respons Pertumbuhan Nyamplung (Calophyllum Inophyllum L.) Terhadap Pemberian Fungi Mikoriza Arbuskula dan Asam Humat Pada Ultisol
Response of Nyamplung (Calophyllum Inophyllum L.) Growth to the Supply of of Arbuscular Mycorrhizal Fungi and Humic Acid in Ultisols
DOI:
https://doi.org/10.22437/jurnalsilvatropika.v10i1.56417Keywords:
AMF, Calophyllum inophyllum L., humic acid, ultisolAbstract
ABSTRACT
Nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) is a multipurpose forestry plant with great potential as a biodiesel source and construction timber. However, its cultivation is constrained by ultisol soil, which is acidic, nutrient-deficient, and high in aluminum toxicity. This study aimed to evaluate the effects of Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) of the Glomus mosseae species and humic acid on the growth of nyamplung seedlings in ultisol soil. The research was conducted at the Forestry Education Center, Universitas Jambi, for 4 months. The experiment used a factorial Completely Randomized Design (CRD) with two factors: AMF dosage (0, 5, 10, and 15 g/polybag) and humic acid dosage (0, 10, 20, and 30 g/polybag). There were 16 treatment combinations with 3 replications (totaling 240 plants). Variates observed included height, diameter, leaf number, root length, shoot and root dry weight, shoot-root ratio, and root infection percentage. Data were analyzed using ANOVA followed by the LSD test ( ). The results showed a significant interaction between AMF and humic acid application on the growth of nyamplung seedlings in ultisol medium. Individually, the single factor application of 10 g/polybag AMF and 10 g/polybag humic acid constituted the best treatments, optimally increasing plant height and leaf number. The use of these soil conditioners is effective in improving nyamplung seedling performance in suboptimal land.
Keywords: AMF, Calophyllum inophyllum L., humic acid, ultisol
ABSTRAK
Nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) merupakan tanaman kehutanan multiguna potensial sebagai sumber biodiesel dan kayu konstruksi. Namun, budidayanya terkendala oleh media tanam tanah ultisol yang masam, miskin hara, dan tinggi toksisitas aluminium. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) jenis Glomus mosseae dan asam humat terhadap pertumbuhan bibit nyamplung di tanah ultisol. Penelitian dilaksanakan di Forestry Education Center Universitas Jambi selama 4 bulan. Metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor: dosis FMA (0, 5, 10, dan 15 g/polybag) dan dosis asam humat (0, 10, 20, dan 30 g/polybag). Terdapat 16 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan (total 240 tanaman). Variabel yang diamati meliputi tinggi, diameter, jumlah daun, panjang akar, bobot kering tajuk dan akar, rasio tajuk akar, serta persen infeksi akar. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT ( ). Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi signifikan antara pemberian FMA dan asam humat terhadap pertumbuhan bibit nyamplung di media ultisol. Secara mandiri, aplikasi faktor tunggal FMA dosis 10 g/polybag serta asam humat dosis 10 g/polybag merupakan perlakuan terbaik yang mampu meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah daun secara optimal. Penggunaan kombinasi pembenah tanah ini efektif memperbaiki performa bibit nyamplung pada lahan suboptimal.
Kata kunci: asam humat, Calophyllum inophyllum L., FMA, ultisol
References
Ampong K, Thilakaranthna MS, Gorim LY. 2022. Understanding the Role of Humic Acids on Crop Performance and Soil Health. Frontiers in Agronomy.4, 848621.
Ashari AM, Suherman C, Nuraini A. 2017. Respons Pertumbuhan Tanaman Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) Akibat Pemberian Asam Humat Dan Fungi Mikoriza Arbuskula. Jurnal Agroekotek 9(2):148–158.
Astuti A, Mulyono, Hariyono, Meitasari R. 2022. Effects of Mycorrhiza Doses and Manure Types on Growth and Yield of Cassava in Gunungkidul. Jurnal Agrosains 10(2):186-193
Bernando R. 2022. Pengaruh Pemberian Pupuk Lanjutan NPK dan Asam Humat Terhadap Pertumbuhan Kaliandra (Calliandra calothyrus) umur 6 bulan setelah Tanam pada Tanah Bekas Tambang Batubara. Skripsi. Program Studi Kehutanan, Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Jambi.
Cahyono TD, Djumat JL, Bahalwan F. 2023. Pengembangan Usaha Penyediaan Benih dan Bibit Samama (Anthocephalus macrophyllus) di Desa Wakal Kabupaten Maluku Tengah. Bakti:Jurnal Pengabdian Masyarakat 3(1):69–78.
Canellas LP dan Olivares FL. 2014. Physiological responsses to humic substances as plant growth promoter. Chemical and Biological Technologies in Agriculture 1(3).
Cozzolino V, Monda H, Savy D, Meo V D, Vinci G, Smalla K. 2021. Cooperation among phoshpate-solublizing bacteria, humic acids and arbuscular mycorrhizal fungi induces soil microbiosme shifts and enchances nutrient uptake. Chemical and Biological Technologies in Agriculture 8(31).
Effendy M, Wijayani BW. 2008. Studi Hifa Ekstrenal CMA dalam Memahami Fungsinya Mengkontribusi Serapan P Tanaman Menggunakan Metode Thin Section. Jurnal Tanah Trop 13(3):241-255.
Ermadani, Muzar, Ali, Mahbun I. 2011. Pengaruh Residu Kompos Tandan Buah Kosong Kelapa Sawit Terhadap Beberapa Sifat Kimia Ultisol Dan Hasil Kedelai. Jurnal Penelitian Universitas Jambi Seri Sains 13:11–18.
Fitriani A. 2019. Asosiasi Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) Pada Berbagai Tinggi Semai Permudaan Alam Nyamplung (Calophyllum inophyllum L) di Kabupaten Ketapang. Jurnal Hutan Lestari 7(2):706–715.
Hasimin N, Karepesina S, Kamsurya M Y. 2018. Pengaruh pemberian fungi mikoriza arbuskula (Glomus fasciculantum) terhadap pertumbuhan bibit samama (Anthocephalus macrophyllus Roxb.). Jurnal Agrohut, 9(2).
Hidayati N, Faridah E, Sumardi S. 2015. Peran Mikoriza Pada Semai Beberapa Sumber Benih Mangium (Acacia mangium willd.) Yang Tumbuh Pada Tanah Kering. Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan 9(1):13–15.
Hidayat W, Susatya A, Apriyantio E. 2020. Pertumbuhan tanaman nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) dalam blok organik dari limbah serat buah sawit dengan pemupukan di lahan pantai. Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam Dan Lingkungan 9(2):109–118.
Irawan N, Putri CR, Pranita SD, Edelwis TW, Nurmiati N. 2025. Peran Mikrobioma Tanah Dalam Mempengaruhi Perkecambahan Sebagai Faktor Pendukung Pertanian Berkelanjutan. Jurnal Zarah 13(1):36-45.
Jalal A, Junior JCDO, Ribeiro JS, Fernandes GC, Mariano GG, Trindade VDR, Reis ARD. 2021. Hormesis in Plants: Physiological and Biochemical Responsses. Ecotoxicology and Enviromental safety 207 111225.
Kandra B, Tall A, Vitkova J, Prochazka M, Surda P. 2024. Effect of Humic Amendement on Selected Hydrophysical Properties of Sandy and Clayes Soils. Water 16(10):1338.
Karti PDMH, Budi SW, Mardatin NF. 2009. Indonesia (Optimization of Mycofer Plus and Augmentation of Potential Soil Microorganism and Humic Acid for Rehabilitation of Marginal and Degraded Land in Indonesia). Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia 14(2): 118–131.
Khamidah N, Rakhmad DA, Darmawan B. 2018. Viabilitas Benih Nyamplung (Calophyllum inophyllum L) Dari Biji Yang Telah di Skarifikasi Terhadap Media Tanam Yang Berbeda. Zira’Ah 43(1):104–110.
Lestari I, Riniarti M, Duryat. 2019. Aplikasi Asam Humat Dan Mikoriza Untuk Pertumbuhan Semai Merbau (Instia bijuga). Jurnal Hutan Tropis 7(3):240-246.
Lizawati L, Kartika E, Alia Y, Handayani R. 2014. Pengaruh Pemberian Kombinasi Isolat Fungi Mikoriza Arbuskula terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Jarak Pagar (Jatropha Curcas L.) yang Ditanam pada Tanah Bekas Tambang Batu Bara. Biospecies 7(1):14-21
Mangungsong A, Soemarsono, Fatardho Z. 2020. Pemanfaatan Mikroba Tanah dalam Pembuatan Pupuk Organik serta Peranannya terhadap Tanah Aluvial dan Pertumbuhan Bibit Tanaman Kakao. Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) 47(3):318–325.
Morais EGD, Silva CA, Rosa SD. 2018. Nutrient acquisition and eucalyptus growth affected by humic acid sources and concentrations. Ciencieas Agrarias 39(4): 1417-1436.
Pakpahan S. 2023. Respon pertumbuhan bibit kesambi (Schleichera oleosa Merr.) terhadap Fungi Mikoriza Arbuskula(FMA) dan pupuk NPK pada media ultisol. Skripsi. Progam Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Jambi, Jambi. Indonesia.
Rina, Fikrinda, Syahfruddin, Sufardi, Sriwati. 2020. Comperative potential of different native mycorrhizal and cellulolytic fungi in recovering soil biological quality under water defisit. Academic Journal 11(2):193-200.
Santi L, Santi LP. 2016. Pengaruh Asam Humat terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao) dan Populasi Mikroorganisme di dalam Tanah Humic Dystrudept. Jurnal Tanah Dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) 40(2):87–94.
Saputri EY, Sewirmen ANZ. 2016. Respons Pertumbuhan Tanaman (Desmodium heterophyllum Willd D. C) dengan Pemberian Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) pada tanah lahan bekas tambang batubara Sawahlunto. Jurnal Biocelebis 10(2): 52-60.
Sari A, Noli ZA, Suwirmen S. 2016. Pertumbuhan Bibit Surian (Toona sinensis (juss,) m. roem) Yang Diinokulasi Mikoriza Pada Media Tanam Tanah Ultisol. Al-Kauniyah: Jurnal Biologi 9(1):1–9.
Sari RA, Hadi DS, Kusumaningsih KR. 2023. Pengaruh Intensitas Naungan terhadap Pertumbuhan Bibit Nyamplung (Calophyllum inophyllum L.). Agroforetech 1(2):1273–1280.
Sembiring JV, Nelvia N, Yulia AE. 2016. Pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis jacq.) di pembibitan utama pada medium sub soil ultisol yang diberi asam humat dan kompos tandan kosong kelapa sawit. Jurnal agroteknologi 6(1): 25-32.
Sitanggang BJ. 2022. Respons Pertumbuhan Sengon Solomon (Paraserianthes mollucana) dengan Pemberian Pupuk NPK dan Asam Humat pada Tanah Bekas Penambangan Batubara. Skripsi. Program studi kehutanan, Jurusan kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Jambi.
Sudaryono S. 2016. Tingkat Kesuburan Tanah Ultisol Pada Lahan Pertambangan Batubara Sangatta, Kalimantan Timur. Jurnal Teknologi Lingkungan 10(3):337-346.
Tarigan NE. 2024. Pengaruh Dosis Asam Humat Terhadap Pertumbuhan Bibit Kepayang (Pangium edule Reinw) pada Media Tanah Ultisol. Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Jambi.
Trimansyah, Fahri R, Novianty L. 2024. Respon Pemberian Pembenah Tanah Asam Humat Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jagung Manis (Zea mays L. var. Sccharata). Jurnal Agroplasma 11(2):342-347.
Tufenkci S, Turkmen O, Sonmez F, Erdinc C, Sensoy S. 2006. Effects of Humic Acid Doses and Aplication Times on the Plant Growth, Nutrient and Heavy Metal Contents of Lettuce Grown on Sewage Slude-Applied Soils. Fresenius Evirontmental Bulletin 15(4): 295-300.
Udarno L, Tjahyana BE. 2019. Morfologi dan budidaya tanaman nyamplung (Calophyllum inophyllum L). Bunga Rampai Tanaman Industri Potensial Biodesel Dan Bioetanol:59–64.
Usnawiyah, Safrizal, Latifah, Nurdin MY, Lukaman, Khaidir. 2023. Pengaruh Karakter Pertumbuhan Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth) pada Pemberian Pupuk Fosfat dan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA). Jurnal ilmiah mahasiswa agroekoteknologi 2(3):71-75.
Yuniarti N. 2020. The Invigoration Techniques of Nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) Seeds During the Storage. Jurnal Wasian 7(1):65–72.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Tiara Berliani, Lizawati Lizawati, Rajjitha Handayani, Elis Kartika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












