Karakteristik Habitat Usaha Lebah Madu Apis mellifera (Studi Kasus di Kawasan HTI PT. Wirakarya Sakti (WKS) di Desa Danau Lamo, Kabupaten Muaro Jambi)
Habitat Characteristics of Honey Bee Apis mellifera Business (Case Study in Area of PT. Wirakarya Sakti (WKS) in Danau Lamo Village, Muaro Jambi Regency)
DOI:
https://doi.org/10.22437/jurnalsilvatropika.v10i1.54709Keywords:
Apis mellifera, cultivation, habitat characteristics, honey beeAbstract
ABSTRACT
Indonesia's forests possess vast biodiversity wealth, including significant potential for both timber and non-timber forest products. One of the non-timber forest products (NTFP) being developed in Indonesia is honey. Indonesia has enormous honey potential due to its biodiversity, which produces various high-quality honey types. The success of honey bee farming is greatly influenced by the habitat conditions where the bees are kept. Danau Lamo Village is one of the local areas developing the farming of the honey bee Apis mellifera. The location of Danau Lamo Village directly borders the Industrial Forest Plantation (HTI) area of PT. Wirakarya Sakti (WKS). Honey bee farming in Danau Lamo Village is supported by the presence of the HTI with commodity plants Eucalyptus sp. and Acacia crassicarpa. This research aims to analyze habitat characteristics, including feed availability, vegetation diversity, and environmental conditions that affect bee productivity. Through a qualitative descriptive methodology, this study uses primary data obtained directly from observations and interviews. The results indicate that Acacia crassicarpa serves as a vital feed source for Apis mellifera, demonstrating a mutualistic symbiosis through pollination. Furthermore, successful cultivation requires a clean water source, stable climate conditions, and isolation from pollution and pesticides. These findings are expected to promote sustainable beekeeping practices, maintain ecological balance, and support local communities.
Keywords: Apis mellifera, cultivation, habitat characteristics, honey bee
ABSTRAK
Hutan Indonesia memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang melimpah, termasuk potensi besar untuk hasil hutan kayu maupun bukan kayu. Salah satu hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang sedang dikembangkan di Indonesia adalah madu. Indonesia memiliki potensi madu yang sangat besar karena keanekaragaman hayatinya yang mampu menghasilkan berbagai jenis madu berkualitas tinggi. Keberhasilan budidaya lebah madu sangat dipengaruhi oleh kondisi habitat tempat lebah tersebut dipelihara. Desa Danau Lamo merupakan salah satu daerah yang sedang mengembangkan budidaya lebah madu Apis mellifera. Lokasi Desa Danau Lamo berbatasan langsung dengan kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Wirakarya Sakti (WKS). Budidaya lebah madu di Desa Danau Lamo didukung oleh keberadaan HTI dengan tanaman komoditas Eucalyptus sp. dan Acacia crassicarpa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik habitat yang memengaruhi produktivitas lebah, meliputi ketersediaan pakan, keanekaragaman vegetasi, dan kondisi lingkungan. Melalui metodologi deskriptif kualitatif, penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh langsung dari observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Acacia crassicarpa berfungsi sebagai sumber pakan utama bagi Apis mellifera, yang menunjukkan simbiosis mutualisme melalui penyerbukan. Selain itu, budidaya yang sukses memerlukan sumber air bersih, kondisi iklim yang stabil, serta isolasi dari polusi dan pestisida. Temuan ini diharapkan dapat mendorong praktik peternakan lebah yang berkelanjutan, menjaga keseimbangan ekologis, dan mendukung masyarakat setempat.
Kata kunci: Apis mellifera, budidaya, karakteristik habitat, lebah madu
References
Aidah SN. 2020. Manisnya Budidaya Lebah Madu. Jakarta: Bhrata Karya Aksara.
Agussalim A, Umami N, Erwan E. 2017. Produksi nektar dan polen dari vegetasi pakan lebah sebagai pendukung produktivitas koloni lebah madu. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan 27(2): 35-45. https://doi.org/10.21776/ub.jiip.2017.027.02.05
Badan Pusat Statistik. 2022. Statistik Kehutanan Indonesia 2022. Jakarta
Aidah N. 2020. Pengaruh faktor klimatik terhadap aktivitas harian dan preferensi pakan lebah madu. Jurnal Biologi Lingkungan 8(1):12-20. https://doi.org/10.14710/jbl.8.1.12-20
Hadisoesilo S. 1991. Jenis-jenis Lebah Madu (Species of Honey Bees). Komunikasi 5 (4). In Indonesian.
Halim A, Wibowo R. 2025. Karakteristik madu monoflora akasia (Acacia crassicarpa) dan potensinya di lahan hutan tanaman industri. Jurnal Kehutanan Tropis 13(1):44-53. https://doi.org/10.20527/jkt.v13i1.18241
Harmain M, Putra S, Lestari D. 2025. Nilai ekologis dan ekonomi budidaya lebah madu Apis mellifera dalam mendukung kelestarian ekosistem hutan. Jurnal Agribisnis dan Kehutanan 9(2):112-125. https://doi.org/10.31258/jaf.9.2.112-125
Junus M. 2011. Teknik budidaya dan manajemen koloni lebah madu. Malang: UB Press.
Karnan K, Setyowati E, Handayani T. 2021. Analisis ketersediaan nektar dan efisiensi konversi madu oleh lebah Apis mellifera. Jurnal Sains Lingkungan 19(3): 201-210. https://doi.org/10.14710/jsl.19.3.201-210
Kementerian Kehutanan. 2024. Rencana strategis dan data potensi hasil hutan bukan kayu (HHBK) Indonesia 2024. Jakarta: Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.
Michener CD. 2007. The Bees of the World (2nd ed.). Baltimore: Johns Hopkins University Press.
Ramadhan F, Sulistyowati A, Hermawan R. 2016. Pengaruh suhu mikro dan kelembapan sarang terhadap aktivitas foraging lebah madu Apis mellifera. Jurnal Ekologi Hewan 4(2):78-87. https://doi.org/10.22146/jeh.v4i2.13425
Saepudin A, Rosadi B, Siregar M. 2017. Hubungan timbal balik vegetasi pakan dan lebah madu dalam proses penyerbukan bunga. Jurnal Agroforestri Indonesia 11(4):189-198. https://doi.org/10.20886/jai.2017.11.4.189-198
Sarwono B. 2001. Lebah Madu. Jakarta: Penebar Swadaya.
Sumarni S, Wijaya K, Utami P. 2025. Analisis kebutuhan sarana dan prasarana esensial untuk optimalisasi hasil panen lebah madu. Jurnal Produksi Ternak 7(1):15-26. https://doi.org/10.24198/jpt.v7i1.52104
Wiguna IG, Pratama A, Santoso H. 2024. Evaluasi kondisi lingkungan mikro terhadap tingkat keberhasilan budidaya lebah madu di kawasan hutan. Jurnal Silvikultur Tropika 15(2): 90-99. https://doi.org/10.29244/jsth.15.2.90-99
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Wahyu Sri Rachmawati, Sintiya Stephani, Betty Purwati, Sasmita Apriyani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












