Suksesi Hutan Mangrove Pulau Kaget dan Pulau Tempurung melalui Pendekatan Ekologi Spasial 2005-2025

Mangrove Forest Succession on Kaget and Tempurung Islands (2005–2025): A Spatial Ecology Approach

Authors

  • Hadi Rosadi Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat
  • Yasinta Nur Shiba Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat
  • Wirawan Noor Hadi Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat

DOI:

https://doi.org/10.22437/jurnalsilvatropika.v10i1.53114

Keywords:

barito estuary, mangrove forest, spatial ecology, vegetation succession

Abstract

ABSTRACT

Mangrove forests in the Barito River estuary exhibit dynamic changes that occur alongside land accretion processes and variations in hydrological conditions. This study aims to analyze the relationship between mangrove canopy density and water dynamics using the Combined Mangrove Recognition Index (CMRI) and the Modified Normalized Difference Water Index (MNDWI) on Pulau Kaget and Pulau Tempurung during the period 2005–2025. The analysis was conducted using multi-temporal Landsat imagery at five-year intervals, including CMRI and MNDWI mapping, change detection analysis, time-series evaluation, and Pearson correlation testing. The results indicate an increase in mean CMRI values on both islands, with the most pronounced increase observed on Pulau Tempurung, where CMRI values more than doubled compared to initial conditions. In contrast, mean CMRI values on Pulau Kaget tended to stabilize after 2010 due to limited space for further accretion. MNDWI analysis shows a reduction in water area on both islands, with land proportion increasing from 82.98% to 88.82% on Pulau Tempurung and from 89.77% to 93.55% on Pulau Kaget. Correlation analysis reveals a negative relationship between CMRI and MNDWI (r = −0.596), indicating that increasing mangrove density is associated with land accretion processes. These findings confirm that the integration of CMRI and MNDWI is effective for monitoring the spatial–temporal ecological and geomorphological dynamics of mangrove ecosystems.

 

Keywords: barito estuary, mangrove forest, spatial ecology, vegetation succession

 

ABSTRAK

Hutan mangrove di muara Sungai Barito memiliki dinamika yang berlangsung seiring dengan proses akresi lahan dan perubahan kondisi perairan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kerapatan mangrove dan dinamika perairan menggunakan pendekatan indeks CMRI (Combined Mangrove Recognition Index) dan MNDWI (Modified Normalized Difference Water Index) pada Pulau Kaget dan Pulau Tempurung selama periode 2005–2025. Analisis dilakukan menggunakan Citra Landsat 5 TM serta Landsat 8/9 OLI/TIRS dengan interval lima tahunan, meliputi pemetaan CMRI, MNDWI, deteksi perubahan, analisis deret waktu, serta uji korelasi Pearson. Hasil menunjukkan peningkatan rerata CMRI pada kedua pulau, dengan peningkatan paling menonjol terjadi di Pulau Tempurung yang meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan kondisi awal periode pengamatan. Data pada Pulau Kaget, rerata CMRI cenderung stabil setelah tahun 2010 seiring terbatasnya ruang akresi. Analisis MNDWI menunjukkan penurunan luasan perairan pada kedua pulau, di mana persentase lahan meningkat dari 82,98% menjadi 88,82% di Pulau Tempurung dan dari 89,77% menjadi 93,55% di Pulau Kaget. Uji korelasi menunjukkan hubungan negatif antara CMRI dan MNDWI (r = −0,596), yang mengindikasikan keterkaitan antara peningkatan kerapatan mangrove dan proses akresi lahan. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi CMRI dan MNDWI efektif untuk memantau dinamika ekologis dan geomorfik mangrove secara spasial-temporal.

 

Kata kunci: ekologi spasial, hutan mangrove, muara barito, suksesi vegetasi

References

Damayanti VD. 2019. Identifikasi struktur dan perubahan lanskap Kota Banjarmasin di masa Kesultanan (1526–1860). Jurnal Arsitektur Lansekap 249-260.

Daulat A, Pranowo WS, Amri SN. 2019. Mangrove forest change in Nusa Penida Marine Protected Area, Bali, Indonesia using Landsat satellite imagery. International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences 15(2):141.

Firmansyah A, Arifin ETN, Nurfalah I, Ridwana R, Himayah S. 2021. Pemanfaatan citra satelit Landsat 8 dan Sentinel-2A dalam identifikasi lahan kritis mangrove di wilayah Kecamatan Ciemas Kabupaten Sukabumi. JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) 6(1):21.

Gupta K, Mukhopadhyay A, Giri S, Bhattacharyya S, Mitra D. 2018. An index for discrimination of mangroves from non-mangroves using multi-temporal Landsat 8 data. MethodsX 5:1129–1139.

Hidayah Z, Rachman HA, As-syakur AR. 2023. Pemetaan kondisi hutan mangrove di kawasan pesisir Selat Madura dengan pendekatan Mangrove Health Index memanfaatkan citra satelit Sentinel-2. Majalah Geografi Indonesia 37(1):84.

Irsadi A, Hadiyanti LN, K N, Partaya P, Abdullah M, SA H. 2022. Peran ekosistem mangrove dalam mitigasi pemanasan global. Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang 1:144.

Kholifi K, Wardhani MK, Muhsoni FF. 2021. Parameter lingkungan habitat mangrove di Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan. Juvenil Jurnal Ilmiah Kelautan dan Perikanan 2(2):76.

Kurniawansyah A, Manessa MD, Hartati AP. 2022. Luasan dan kerapatan ekosistem mangrove di Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang. Majalah Geografi Indonesia 37(1):30.

Latifah N, Febrianto S, Endrawati H, Zainuri M. 2018. Pemetaan klasifikasi dan analisa perubahan ekosistem mangrove menggunakan citra satelit multi temporal di Karimunjawa, Jepara, Indonesia. Jurnal Kelautan Tropis 21(2):97.

Lelono H. 2006. Membidik siswa mengenal arkeologi. Berkala Arkeologi 26(2):27.

Manurung RF. 2025. Kajian perubahan garis pantai di pesisir Karawang dan kaitannya dengan kenaikan muka air laut menggunakan model statistik dan model threshold. Tesis Magister. Universitas Gadjah Mada.

Mustono, Ichsan. 2026. Analisis Hidro-Oseanografi dan Karakteristik Sedimen Dasar Laut sebagai Dasar Perencanaan Breakwater di Perairan Pelabuhan Pendaratan Ikan. Jurnal Laot Ilmu Kelautan 8(1):106-114

Panggabean HLR, Susilo H, Pratama RN, Irawan B, Masfiroh S, Ilyas GN, Oktorini Y, Jhonnerie R. 2023. Spatial mapping and temporal dynamics of mangrove: A case study in "pro-mangrove" villages, Indragiri Hilir District, Indonesia. BIO Web of Conferences 74:3002.

Putra IS. 2019. Dampak pulau reklamasi terhadap sedimentasi dan potensi perkembangan mangrove di pesisir Teluk Jakarta (Muara Angke). Jurnal Sumber Daya Air 15(2):81.

Putri LDM, Isman M, Lapong MI, Fathuddin F, Nobu S, Furkan A. 2025. Hubungan tekstur sedimen terhadap vegetasi mangrove di Sungai Marana Desa Marannu Kecamatan Lau Kabupaten Maros. Jurnal Akuatiklestari 9(1):8.

Rachman F, Yunita S, Manik MM, Girsang OB, Safitri E, Sabri TM, Halizah N, Yasmin PA, Juliandi J. 2023. Pembangunan ekosistem laut berkelanjutan melalui keterlibatan warga dalam pengelolaan hutan mangrove di Desa Tanjung Rejo. Jurnal Kewarganegaraan 20(1):40.

Rahma IY. 2020. Analisis komparasi metode pemetaan ekosistem mangrove menggunakan penginderaan jauh dan sistem informasi geografis. Jurnal Geografi Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian 17(2):49.

Raynaldo A, Saputra R, Zibar Z. 2023. Pemetaan potensi karbon biru pada kawasan mangrove di Kabupaten Kayong Utara. Jurnal Kelautan Tropis 27(1):139.

Romadoni AA, Ario R, Pratikto I. 2023. Analisa kesehatan mangrove di kawasan Ujung Piring dan Teluk Awur menggunakan Sentinel-2A. Journal of Marine Research 12(1):71.

Rosadi H, Hatta GM, Soendjoto MA. 2024. Model kesesuaian ruang terbuka hijau dengan pendekatan analisis penginderaan jauh wilayah Kota Banjarbaru. Jurnal Hutan Tropis 12(2):163–176.

Rosadi H, Shiba YN, Hadi WN. 2025. Dinamika kerapatan vegetasi di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus Universitas Lambung Mangkurat menggunakan indeks EVI (2019–2024). Jurnal Hutan Tropika 20(2):330–341.

Sabriyati D, Maulidina A, Zulfikar A. 2023. Mangrove density mapping from Landsat 8/9 OLI imagery in Dompak Island, Indonesia: A study from 2017 to 2022. BIO Web of Conferences 70:1010.

Setyadi G, Sugianto DN, Wijayanti DP, Pribadi R, Supardy E. 2021. Sediment accretion and total organic carbon accumulation among different mangrove vegetation communities in the Kamora Estuary of Mimika Regency, Papua, Indonesia. Journal of Ecological Engineering 22(11):142.

Silitonga O, Purnama D, Nofriadiansyah E. 2018. Pemetaan kerapatan vegetasi mangrove di sisi tenggara Pulau Enggano menggunakan data citra satelit. Jurnal Enggano 3(1):98.

Sufyan A, Akhwady R, Purbani D, Putra A, Wisha UJ, Ekawati KN, Dody S, Nova S, Mahabror D, Sujantoko S, Prarikeslan W, Muttaqin AD, Shofwan M. 2025. Evolution of the Porong River Estuary, Indonesia: Morphological changes of Lusi Island through sediment modeling and time-series interpretation of MNDWI. Anthropocene Coasts 8(1).

Sukojo BM, Nurwatik N, Annisa N. 2022. Analysis of sedimentation towards the changes of mangrove area using multitemporal remote sensing technology (A case study in Gresik Regency, East Java, Indonesia). International Journal on Advanced Science Engineering and Information Technology 12(1):209.

Sukwika T, Putra H. 2018. Analisis sedimentasi dan konsentrasi atmosfer pada zona mangrove di Muaragembong, Bekasi. Jurnal Pengembangan Kota 6(2):186.

Susantoro TM, Wikantika K, Yayusman LF, Tan A, Ghozali M. 2020. Monitoring of mangrove growth and coastal changes on the north coast of Brebes, Central Java, using Landsat data. International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences 16(2):197.

Vina VF, Rujito RAS, Siti SF. 2017. The changes in vast mangrove area of Pantai Air Telang Protected Forest Banyuasin District using Landsat imagery data time series. Jurnal Wasian 4(2):109.

Yulianto F, Basyuni M, Mardiatno D, Ardiati AS, Kusuma IKTW, Purnomo MB, Kongko W, Wardani KS, Fachrudin I, Baba S, Miyagi T. 2025. Long-term monitoring of mangrove restoration and carbon dynamics in Tanjung Benoa, Bali, Indonesia: An assessment approach using combination remote sensing and field surveys. Research Square.

Yuniastuti E, Astuti AJD, Nurwihastuti DW. 2018. Aplikasi data penginderaan jauh untuk kajian kondisi eksisting ekosistem mangrove di wilayah kepesisiran Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Jurnal Geografi 10(2):191.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

1.
Suksesi Hutan Mangrove Pulau Kaget dan Pulau Tempurung melalui Pendekatan Ekologi Spasial 2005-2025: Mangrove Forest Succession on Kaget and Tempurung Islands (2005–2025): A Spatial Ecology Approach. Jurnal Silva Tropika [Internet]. 2026 Jun. 30 [cited 2026 Oct. 2];10(1):216-29. Available from: https://online-journal.unja.ac.id/STP/article/view/53114

Most read articles by the same author(s)