Komposisi dan Struktur Jenis Pohon pada Sistem Agroforestri Bambang Lanang di Empat Lawang, Sumatra Selatan
Tree Species Composition and Structure of Bambang Lanang Agroforestry System in Empat Lawang, South Sumatra
DOI:
https://doi.org/10.22437/jurnalsilvatropika.v10i1.48033Keywords:
complex agroforestry, Sumatra, vegetation analysis, vegetation diversityAbstract
ABSTRACT
Communities in Empat Lawang Regency, South Sumatra have implemented an agroforestry system. Bambang lanang (Magnolia champaca) is a local species and is mainly cultivated by the local communities in Empat Lawang Regency as a carpentry tree. However, the information of tree species composition and structure of Bambang lanang agroforestry system is still limited. This study aimed to analyze the tree species composition and structure in the Bambang lanang community forests. The method used was vegetation analysis in 4 villages with a total plot was 100 plots. The results showed that the agroforestry pattern was the most widely used pattern by Bambang lanang's farmers. The highest total plant species in the Bambang lanang community forest was found in Fajar Bakti Village (26 species). The highest number of species at the level of seedlings, saplings, poles, and trees in order were found in the villages of Muara Pinang (17 species), Paiker (17 species), Muara Pinang (12 species), and Paiker (20 species). The dominant plant species composition in the community forest is Bambang lanang, combined with Coffee (Coffea sp.), and Durian (Durio sp.). The agroforestry system contributes to the vegetation diversity.
Keywords: complex agroforestry, Sumatra, vegetation analysis, vegetation diversity
ABSTRAK
Masyarakat di Kabupaten Empat Lawang, Sumatra Selatan telah mengimplementasi sebuah sistem agroforestry. Bambang lanang (Magnolia champaca) adalah jenis lokal dan umum dibudidayakan oleh masyarakat lokal di Kabupaten Empat Lawang sebagai kayu pertukangan. Oleh karenanya, informasi mengenai komposisi dan struktur jenis pohon pada sistem agroforestri Bambang lanang masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi dan struktur jenis pohon pada hutan masyarakat Bambang lanang. Metode yang digunakan adalah analisis vegetasi di 4 desa dengan total plot sebanyak 100 plot. Hasil penelitian menunjukkan pola agroforestri paling banyak digunakan oleh petani Bambang lanang. Jumlah spesies tertinggi ditemukan di hutan masyarakat Bambang lanang Desa Fajar Bakti (26 spesies). Jumlah spesies semai, pancang, tiang, dan pohon secara berurutan ditemukan di Desa Muara Pinang (17 spesies), Paiker (17 spesies), Muara Pinang (12 spesies), dan Paiker (20 spesies). Komposisi spesies tumbuhan dominan di hutan masyarakat adalah Bambang lanang yang dikombinasikan dengan kopi (Coffea sp.) dan durian (Durio sp.). Sistem agroforestri berkontribusi terhadap keanekaragaman vegetasi.
Kata kunci: agroforestri kompleks, analisis vegetasi, keanekaragaman vegetasi, Sumatra
References
Akdah RD, Wijayanto N, Hartoyo APP. 2024. Species composition, stand structure, and carbon stock in the agroforestry system of Wana Lestari Community Forestry, West Nusa Tenggara, Indonesia. Biodiversitas Journal of Biological Diversity 25.
Amri AI, Nelvial, Wardati, Khotimah K, Noviria A. 2015. Pengaruh perubahan penggunaan lahan hutan alam menjadi hutan tumbuhan industri (HTI) Acacia crassicarpa terhadap beberapa sifat fisika dan sifat kimia tanah gambut. Jurnal Agroteknologi Tropika 4(1):38-45.
Arrijani A. 2008. Vegetation structure and composition of the montane zone of Mount Gede Pangrango National Park. Biodiversitas Journal of Biological Diversity 9.
Atangana A, Khas D, Chang S, Degrande A. 2014. Tropical Agroforestry. Dordrecht (NL): Springer Dordrecht.
Awang SA, Wiyono SB, Sandiyo S. 2007. Unit Manajemen Hutan Rakyat: Proses Konstruksi Pengetahuan Lokal. Yogyakarta (ID): Banyumili.
Bramasto Y, Rustam E, Megawati, Mindawati N. 2015. Respon Pertumbuhan Bibit Bambang Lanang (Michelia champaca L.) terhadap Cekaman. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman 12(3):211–221.
Danu, Putri KP. 2015. Penggunaan media dan hormon tumbuh dalam perbanyakan stek bambang lanang (Michelia champaca L.). Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan 3(2):81-89.
Devianti. 2018. Kajian tingkat laju limpasan permukaan dan erosi berdasarkan pengelolaan tanaman pertanian sistem agroforestry di das cianten-cipancar, provinsi jawa barat, Indonesia. Jurnal Keteknikan Pertanian 6(1):107–112.
Ellenberg D, Mueller-Dombois D. 1974. Aims and methods of vegetation ecology (Vol. 547). New York: Wiley.
Hadi EE, Widyastuti SM, Wahyuono S. 2016. Keanekaragaman dan pemanfaatan tumbuhan bawah pada sistem agroforestri di perbukitan Menoreh, Kabupaten Kulon Progo. Jurnal Manusia dan Lingkungan 23(2):206–215
Hairiah K, Sardjono MA, Sabarmirdin S. 2003. Introduction to Agroforestry. Bogor: World Agroforestry Center (ICRAF).
Hartoyo APP, Hutagalung L, Kulsum F, Sunkar A, Herliyana EN, Hidayati S. 2023. Species composition, structure, and management in gayo coffee-based agroforestry system. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan 13:37-48.
Hartoyo APP, Wijayanto N, Olivita E, Rahmah H, Nurlatifah A. 2019. Keanekaragaman Hayati Vegetasi pada Sistem Agroforest di Desa Sungai Sekonyer, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Journal of Tropical Silviculture 10:100-107.
Hlaing EES, Inoue M. 2013. Factors affecting participation of user group members: comparative studies on two types of community forestry in the Dry Zone, Myanmar. Journal of Forest Research 18:60–72.
Ismaini L, Lailati M, Rustandi R, Sunandar D. 2015. Composition and plant diversity analysis on Mount Dempo, South Sumatra. In Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia 1(6):1397-1402.
Jerneck A, Olsson L. 2013. More than trees! Understanding the agroforestry adoption gap in subsistence agriculture: Insights from narrative walks in Kenya. Journal of Rural Studies 32:114-125.
Kholdaenko YA, Belokopytova LV, Zhirnova DF, Upadhyay KK, Tripathi SK, Koshurnikova NN, Sobachkin RS, Babushkina EA, Vaganov EA. 2022. Stand density effects on tree growth and climatic response in Picea obovata Ledeb. plantations. Forest Ecology and Management 519:120349.
Kiptot E, Franzel SC. 2011. Gender and agroforestry in Africa: are women participating?. ICRAF.
Kunarso A, Siahaan H. 2008. Pemetaan sebaran pohon induk jenis prioritas Sumatera Selatan. Info Hutan 5(1):35-43.
Lestari S, Winarno B. Premono BT. 2015. Saluran Pemasaran Kayu Pertukangan Jenis Bambang Lanang (Michelia Champaca L) Yang Menguntungkan Petani Di Sumatera Selatan. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan 12:89-97.
Lukman AH, Yuna AP, Kusdi. 2010. Penelitian Budidaya Bambang Lanang LHP Tahun 2010. Palembang (ID): Balai Penelitian Kehutanan.
Magurran AE. Ecological Diversity and Its Measurement. Priceton (USA): Priceton University Press.
Martin E, Darusman D, Suharjito D, Sunito S, Winarno B. 2016. Etika Subsistensi Petani Kopi: Memahami Dinamika Pengambangan Agroforestri di Dataran Tinggi Sumatera Selatan. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan 92-102.
Mittelbach GG, Steiner CF, Scheiner SM, Gross KL, Reynolds HL, Waide RB, Willig MR, Dodson SI, Gough L. 2001. What is the observed relationship between species richness and productivity?. Ecology 82:2381-2396.
Nahlunnisa H, Zahrud EAM, Santosa Y. 2016. Keanekaragaman spesies tumbuhan di areal nilai konservasi tinggi (NKT) perkebunan kelapa sawit Provinsi Riau. Media Konservasi 21(1):91-98.
Nayasilana IN, Atmoko U, Andayani H. 2015. Analisis vegetasi di habitat orangutan stasiun penelitian Ketambe Taman Nasional Gunung Leuser. Biosite 1(1):6-20.
Paembonan SA. 2012. Hutan tanaman dan serapan karbon. Makassar (ID): Masagena Press.
Rachman E, Hani A. 2017. Potensi keanekaragaman jenis vegetasi untuk pengembangan ekowisata di Cagar Alam Situ Panjalu. J. WASIAN 4:1-10.
Ricklefs RE, Whiles MR. 2007. The Economy of Nature: Data Analysis Update. New York (USA): W.H. Freeman and Company.
Sandal L, Sæther BE, Freckleton RP, Noble DG, Schwarz J, Leivits A, Grøtan V. 2024. Species richness and evenness of European bird communities show differentiated responses to measures of productivity. Journal of Animal Ecology 93:1212-1224.
Siahaan H, Herdiana N, Rahman S. 2007. Pengaruh pemberian arang kompos dan naungan terhadap pertumbuhan bibit bambang lanang. Jurnal Hutan Tanaman, 4(1), 215-221.
Sidiyasa K. 2009. Struktur dan komposisi tegakan serta keanekaragamannya di hutan lindung Sungai Wain, Balikpapan, Kalimantan Timur. Jurnal penelitian hutan dan konservasi alam 6:79-93.
Simon H. 2010. Dinamika Hutan Rakyat di Indonesia. Yogyakarta (ID): Pustaka
Wahyuningsih E, Faridah E, Budiadi B, Syahbudin A. 2019. Komposisi dan keanekaragaman tumbuhan pada habitat ketak (Lygodium circinatum (Burm.(sw.) di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Jurnal Hutan Tropis 7:92-105.
Winarno B, Waluyo EA. 2007. Potensi pengembangan hutan rakyat dengan jenis tanaman kayu lokal. Prosiding Seminar Hasil-hasil Penelitian Hutan Tanaman Balai Penelitian Kehutanan Palembang152:28-34.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Arisna Lanuriati, Leti Sundawati, Adisti Permatasari Putri Hartoyo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












