PPM Kelompok Tani Kecamatan Betara : Aplikasi Teknologi Pupuk Organik Mikotriderm Dalam Penerapan Good Agricultural Practices Pada Budidaya Kopi Liberika Tungkal Jambi

  • Lizawati Lizawati Fakultas Pertanian, Universitas Jambi
  • Elis Kartika Fakultas Pertanian, Universitas Jambi
  • Gusniwati Gusniwati Fakultas Pertanian, Universitas Jambi
Keywords: Libtujam, Mikoriza, Mikotriderm, Trichokompos

Abstract

Kecamatan Betara yang menjadi target PEMDA dalam menerapkan Program Bangkit yang merupakan program penanaman kembali tanaman-tanaman yang dahulu adalah tanaman dominan namun produksinya sudah menurun. Untuk Kecamatan Betara, tanaman kopi liberika Tungkal Jambi termasuk tanaman yang diprioritaskan karena merupakan tanaman utama yang ditumpangsari dengan tanaman pinang. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat  akan dilaksanakan di Kelurahan Mekar Jaya yang merupakan kawasan sentra tanaman kopi, namun produksinya terus menurun karena tanaman tidak dirawat serta serangan penyakit terutama penyakit akar (jamur akar). Ipteks yang dilaksanakan adalah penerapan Sistem budidaya perkebunan kopi yang baik (GAP) dan berkelanjutan (sustainable coffee production) yang merupakan inovasi baru dalam bisnis budidaya kopi liberika Tungkal Jambi.  Petani belum mengetahui bagaimana cara menerapkan Sistem budidaya perkebunan kopi yang baik dan berkelanjutan (sustainable coffee production) atau dikenal dengan istilah Good Agricultural Practices (GAP). GAP  merupakan sebuah pedoman pelaksanaan budidaya tanaman. Penerapan GAP mencerminkan tiga pilar keberlanjutan yaitu layak secara ekonomi, ramah lingkungan, dan diterima oleh masyarakat, termasuk keamanan dan kualitas pangan. Penerapan GAP serta  dengan memanfaatkan peranan mikroorganime (Trichoderma sp) dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit (induksi ketahanan) sehingga dapat meningkatkan produktivitas  tanaman. Mikoriza dapat digunakan sebagai komponen pengendali hama dan patogen akar. Respon dari mitra sangat positif, di mana mitra memberikan antusias dan mau menerima inovasi teknologi yang diberikan serta memiliki minat yang tinggi dan bersedia untuk menerapkan teknologi yang diberikan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pusat Statistik. 2014. Tanjung Jabung Barat dalam Angka. Badan Pusat Statistik. Edisi 49. Maret 2014.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2008.
Teknologi Budidaya Kopi Poliklonal. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian.

Hulupi R, Martini E. 2013. Pedoman Budidaya dan Pemeliharaan Tanaman Kopi di Kebun Campuran. Bogor, Indonesia: World Agroforestry Centre (ICRAF) Southeast Asia Regional Program.

Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis. 2014. Buku Persyaratan Indikasi Geografis Kopi Tungkal Jambi. BPTP Jambi.Jambi.

Neely, C., B. Haight., J. Dixon., A. S. Poissot. 2007. Report of the FAO Expert Consultation on a Good Agricultural Practice Approach. Food and agriculture organization of United Nation. Rome. 27 p. (http : // www. fao.org/prods/gap/Docs/PDF/1-reportExpertConsultation XTERNAL.pdf).

Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. 2006. Pedoman Teknis Tanaman Kopi. Jember.
Published
2019-06-21
How to Cite
Lizawati, L., Kartika, E., & Gusniwati, G. (2019). PPM Kelompok Tani Kecamatan Betara : Aplikasi Teknologi Pupuk Organik Mikotriderm Dalam Penerapan Good Agricultural Practices Pada Budidaya Kopi Liberika Tungkal Jambi. Jurnal Karya Abdi Masyarakat, 3(1), 22-28. https://doi.org/10.22437/jkam.v3i1.7004