Analisis Kendala Praktikum Biologi di Sekolah Menengah Atas

(Obstacles Analysis of Biology Laboratory Practice of High School)

Authors

  • Nur Rahmah Universitas Syiah Kuala
  • Iswadi Universitas Syiah Kuala
  • Asiah Universitas Syiah Kuala
  • Hasanuddin Universitas Syiah Kuala
  • Devi Syafrianti

DOI:

https://doi.org/10.22437/bio.v7i2.12777

Abstract

This study aims to determine the completeness of laboratory facilities and infrastructures, the implementation of the laboratorial practice, to measure the causal factors of laboratorial practice to run, and to be alert of laboratory infrastructure completeness and the implementation of the biology laboratorial practice. Data were collected by observation and questionnaires. The sample in this study were 11 high schools in Banda Aceh, with respondents 11 biology teachers who are responsible for teaching class XI and 99 students of class XI IPA. The data were analyzed using the proportion formula and the product moment answer formula. The study resulted in the findings that: 1) the proportion of completeness of facilities and infrastructure was 66.77% (good). 2) the proportion of laboratorial ptactice implementation was 62.81% (sufficiently implemented). 3) factors of laboratorial procurement, including, inadequate support, inadequate materials, insufficient time allocation, lack of readiness of laboratory assistants in preparing tools and materials, absence of laboratory assistants in several sample schools, and some biology / laboratory assistants in The sample school had never been trained to guide students or to use laboratory equipment. 4) the correlation between the laboratory facilities completeness and infrastructure with laboratorial practice implementation was 0.27 (low).

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kriteria kelengkapan sarana dan prasarana laboratorium, kriteria keterlaksanaan praktikum, mengumpulkan faktor kendala yang menyebabkan kurang berjalannya praktikum, dan untuk mengetahui korelasi antara kelengkapan sarana prasarana laboratorium dengan keterlaksanaan praktikum biologi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan angket. Sampel dalam penelitian ini adalah 11 SMA di Kota Banda Aceh, dengan responden 11 guru biologi yang mengajar kelas XI dan 99 peserta didik kelas XI IPA. Data dianalisis dengan menggunakan rumus persentase dan rumus korelasi Product moment. Hasil penelitian diketahui bahwa: 1) persentase kelengkapan sarana dan prasarana laboratorium sebesar 66,77% (baik). 2) persentase keterlaksanaan praktikum sebesar 62,81% (cukup terlaksana). 3) faktor kendala pelaksanaan praktikum diantaranya, fasilitas pendukung yang tidak memadai, minimnya kelengkapan bahan praktikum, alokasi waktu untuk praktikum tidak mencukupi, kurangnya kesiapan  laboran dalam mempersiapkan alat dan bahan praktikum, tidak adanya laboran di beberapa sekolah sampel, dan sebagian guru biologi/laboran di sekolah sampel belum pernah mengikuti pelatihan mengenai praktikum atau penggunaan alat laboratorium. 4) korelasi antara kelengkapan sarana dan prasarana laboratorium dengan keterlaksanaan praktikum sebesar 0,27 (rendah).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arikunto, S. (2008) Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Atnur, W. N., Lufri, L. & Sumarmin, R. (2015). Analisis Pelaksanaan Praktikum IPA Biologi Kelas VIII Semester 1 di SMP Negeri se-Kecamatan Lubuk Begalung Tahun Pelajaran 2014/2015. Jurnal Pendidikan Biologi Kolaboratif, 2(2): 1-21.

Daryanto (2018). Manajemen Laboratorium Sekolah. Yogyakarta: Penerbit Gava Media.

Dewi, I. S., Sunariyati, S. & Neneng, L. (2014). Analisis kendala pelaksanaan praktikum biologi di SMA Negeri se-kota Palangka Raya. Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains dan Matematika, 2(1): 13-26.

Endela, E. Z. et al. (2019) ‘Student s ’ Perceptions Of Practicum Activities In The Biology Laboratory SMA Negeri 2 Painan’, Bioeducation Journal, 4(1): 126–134.

Hamidah, A. (2014). Persepsi siswa tentang kegiatan praktikum biologi di laboratorium SMA Negeri Se-Kota Jambi. Sainmatika: Jurnal Sains dan Matematika Universitas Jambi. Jambi University, 8(1): 49-59.

Hofstein, A. & Lunetta, V. N. (2004). The Laboratory in Science Education: Foundations for the twenty‐first century., Science education. Wiley Online Library, 88(1): 28–54.

Indrawan, I. (2015). Pengantar manajemen sarana dan prasarana sekolah. Yogyakarta: Deepublish.

Junaidi, E., Hadisaputra, S. & Al Idrus, S. W. (2018). Kajian Pelaksanaan Praktikum Kimia Di Sekolah Menengah Atas Di Kabupaten Lombok Barat Indonesia’, Jurnal Pijar Mipa, 13(1): 24–31.

Lafenasti, F. (2018). Analisis Hambatan Pelaksanaan Praktikum Fisika Di SMA Negeri 5 Kota Jambi. Repository Universitas Jambi. 15 Februari 2018

Mauliza, M. & Nurhafidhah, N. (2019). Kesiapan dan Pemanfaatan Laboratorium Kimia Pada Pelaksanaan Praktikum Di Sma N 1 Langsa. Prosiding Seminar Nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe,2(1): 36-41.

Nazila, N. & Nevrita, B. I. (2017). Analisis Pelaksanaan Praktikum Pada Pembelajaran Biologi Kelas X MAN Tanjungpinang Tahun Ajaran 2016/2017. Artikel. 1-6

Nur, S. (2015). Studi tentang Faktor Penghambat yang Dihadapi Guru Biologi dalam Menyusun Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di SMP se Kecamatan Bastem Kabupaten Luwu, Jurnal bionature, 16(2): 110-116.

Oktavia, I.P., Wachju S. & Sulifah Aprilya Hariani, H. (2012). Hubungan Tingkat Intensitas dan Kualitas Kegiatan Praktikum di Laboratorium Biologi dengan Hasil Belajar Siswa SMA Negeri di Kabupaten Situbondo. Artikel Ilmiah Mahasiswa, 1-5.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24. (2007). Standar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/ Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTS), dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Purwanto, N. (2010). Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: Rosda Karya.

Rahayu, P., Mulyani, S. and Miswadi, S. S. (2012). Pengembangan pembelajaran IPA terpadu dengan menggunakan model pembelajaran problem base melalui lesson study. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 1(1): 63-70.

Rahman, D., Adlim, A. and Mustanir, M. (2015). Analisis kendala dan alternatif solusi terhadap pelaksanaanpraktikum kimia pada slta negeri kabupaten aceh besar. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia (Indonesian Journal of Science Education), 3(2): 1–13.

Rahman, T. et al. (2006). Profil Kemampuan Generik Perencanaan Percobaan Calon Guru Hasil Pembelajaran Berbasis Kemampuan Generik pada Praktikum Fisiologi Tumbuhan. Jurnal Pendidikan dan Budaya, 4(1): 72–87.

Rezeqi, S. (2012). Analisis Pelaksanaan Praktikum Biologi Dan Permasalahannya Di Sma Negeri Sekabupaten Karo. Jurnal Tabularasa. PPS UNIMED, 9(01): 17–32.

Sarapina, N. (2015). Permasalahan Pelaksanaan Praktikum Kimia dan Alternatif Penyelesaiannya di MAN 3 Banda Aceh. Skipsi. Banda Aceh: Universitas Syiah Kuala.

Sardiman (2015) Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Siburian, F., Sinambela, M. and Septie, S. (2017). Analisis pelaksanaan praktikum pada mata pelajaran biologi di kelas x SMA Negeri 16 Medan. Jurnal Pelita Pendidikan, 5(2): 21-31.

Sudjana. (2005). Metode Statistik Edisi Ke-6. Bandung: Tarsito.

Sukmawati, M. (2013). Hambatan Pelaksanaan Praktikum Ipa Fisika Yang Dihadapi Guru SMP Negeri Di Kota Pekanbaru’, Jurnal Pendidikan, 3(1): 1-11.

Tarmizi (2009) Majamenen Laboratorium. Padang: UNP Press.

Yaman, E. (2016). Pengoptimalan Peran Kepala Labor dalam Menunjang Pembelajaran IPA di SMPN 7 Kubung. JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia), 1(1): 63-71.

Downloads

Published

2021-06-12 — Updated on 2021-06-17

Versions

How to Cite

Nur Rahmah, Iswadi, Asiah, Hasanuddin, & Devi Syafrianti. (2021). Analisis Kendala Praktikum Biologi di Sekolah Menengah Atas: (Obstacles Analysis of Biology Laboratory Practice of High School). BIODIK, 7(2), 169-178. https://doi.org/10.22437/bio.v7i2.12777 (Original work published June 12, 2021)

Issue

Section

Articles