Optimasi EPS (Expanded Polystyrene) untuk meminimalkan Penurunan Tanah pada Konstruksi Jalan Tol Menggunakan Metode Elemen Hingga (Studi kasus :Proyek Jalan Tol Bayung Lencir - Tempino Seksi 3 STA 141 + 800)
Keywords:
perbaikan tanah, Preloading, EPS Geofoam, Plaxis 2D V20Abstract
Pemerintah Indonesia saat ini gencar melakukan pembangunan infrastruktur jalan tol sebagai upaya strategis untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional Provinsi Jambi merupakan salah satu daerah yang menghadapi permasalahan kompleks terkait kondisi geoteknik. Tanah di wilayah ini, terutama pada area rawa, memiliki sifat lunak (soft soil) dengan kadar air tinggi dan daya dukung rendah. Salah satu proyek strategis nasional yang sedang dilaksanakan adalah pembangunan Jalan Tol Bayung Lencir-Tempino Seksi 3 di Jambi pada pengerjaan di jalan tol tersebut tepatnya pada STA 141 + 800 akan dilaksanakan perbaikan tanah menggunakan Preloading namun setelah dilakukan perbaikan terjadi penurunan melebihi MDP (Manual Desain Perkerasan) 2024 akhirnya diganti menggunakan EPS 22 studi ini membandingkan hasil penurunan dan waktu antara Preloading, EPS 22 dan EPS 46 menggunakan bantuan Plaxis 2D V20. Hasil yang didapat penurunan Preloading 11,89 cm dengan waktu 23 hari, EPS 22 4,523 cm dengan waktu 16 hari dan EPS 46 4,604 cm dengan waktu 16 hari. Kesimpulannya metode perbaikan seperti preloading efektif jika proyek tersebut pengerjaan lama namun dikondisi ini pekerjaan tersebut harus diselesaikan juga maka perlu EPS untuk pengganti dari preloading dan juga pemilihan jenis EPS harus melihat lagi dari segi berat EPS sendiri dan tanah dasar yang mendasari EPS karna jika tanah tersebut cenderung loose sand penurunan akan cenderung lebih besar di EPS 46 karna dengan bobot yang berat dan material yang kaku EPS 46 tidak dapat mendistribusikan beban secara merata.
References
[1] AA_Holtz_and_Kovacs. An intrudiction to Geotechnical Engineering 1981. “AA_Holtz_and_Kovacs_An_Introduction_to_G.Pdf.”
[2] Avesani Neto, J. O. and D. Rodrigues. 2021. “Instrumented Load Tests and Layered Elastic Theory Analysis of a Large-Scale EPS Block Embankment.” Transportation Geotechnics 26:100442.
[3] Braja m das. 2019. Principles Of Geotecnical Engineering. Vol. 11.
[4] Das, Braja M. 2019. Braja_M_Das_Fundamentals_of_Geotechnical. Vol. 11.
[5] Hardiyatmo, Hary Christady. 2002. “Mekanika Tanah I Jilid III.” Gadjah Mada University Press 1.
[6] JOHN WILEY & SONS, INC. 2015. Budhu-Soil-Mechanics-Foundations-3rd-Txtbk.
[7] Kementerian PUPR. 2002. “Pedoman Kimpraswil No: Pt T-10-2002-B ; Panduan Geoteknik 4 Desain Dan Konstruksi.” Edisi Pertama Bahasa Indonesia 40–55.
[8] Ossa, A. and M. P. Romo. 2011. “Dynamic Characterization of EPS Geofoam.” Geotextiles and Geomembranes 29(1):40–50.
[9] Suyono Sosrodarsono and Kazuto Nakazawa. 2000. Mekanika Tanah & Teknik Pondasi. Vol. 7.
[10] Terzaghi, Karl and Ralph B. Peck. 1987. “Mekanika Tanah Dalam Praktek Rekayasa Jilid-1 Edisi Kedua.” 1–373.
[11] Kementerian PUPR Pedoman Kimpraswil No: Pt T-10-2002-B ; Panduan Geoteknik 4 Desain dan Konstruksi
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 zabran hardi pratama, dila oktarise dwina, nurza purwa abiyoga

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
