Partisipasi Masyarakat Dalam Program Penyediaan Air Bersih Dan Sanitasi (Studi Di Kecamatan Ujung Pangkah Kabupaten Gresik)

Authors

  • Cecilia Novi Anggraini UMM

DOI:

https://doi.org/10.22437/jpb.v3i2.8494

Abstract

Program penyediaan air bersih dan sanitasi berbasis masyarakat merupakan salah satu program unggulan pemerintah pusat yang menggunakan pendekatan berbasis masyarakat, dimana masyarakat sebagai pelaku utama dan sekaligus sebagai penanggungjawab pelaksaan kegiatan. Partisipasi masyarakat merupakan kepedulian masyarakat terhadap kualitas lingkungan, seperti ikut serta dalam segala macam kegiatan sosial yang diadakan di lingkungan permukiman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumetasi. Lokasi penelitian ini berada di Kecamatan Ujung Pangkah Kabupaten Gresik. Hasil temuan dari penelitian ini yaitu bahwa program penyediaan air bersih dan sanitasi, merupakan suatu program yang dibentuk oleh peemrintah pusat yang didukung oleh PGN Saka dengan mengutamakan masyarakat sebagai aktor yang sangat berperan penting dalam mengupayakan pembangunan dan penyediaan air bersih serta perbaikan sarana dan prasarana sanitasi terutama di Kecamatan Ujung Pangkah. Bentuk partisipasi yang dilakukan oleh masyarakat berupa: Partisipasi dalam bentuk tenaga, Partisipasi dalam bentuk materi, dan Partisipasi dalam bentuk kegiatan sosial. Faktor yang mendasari masyarakat untuk ikut berperan aktif di dalam program penyediaan air bersih dan sanitasi diantaranya: Kemauan dan kemampuan masyarakat untuk mengubah atau memperbaiki keadaan serta program tersebut disambut baik oleh masyarakat sekitar mengingat adanya sebagian wilayah yang kekurangan air bersih.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

— Updated on 2020-12-31

How to Cite

Anggraini, C. N. (2020). Partisipasi Masyarakat Dalam Program Penyediaan Air Bersih Dan Sanitasi (Studi Di Kecamatan Ujung Pangkah Kabupaten Gresik). Jurnal Pembangunan Berkelanjutan, 3(2), 27 - 31. https://doi.org/10.22437/jpb.v3i2.8494