Strategi Pengelolaan Sanitasi Lingkungan Dalam Penyelenggaraan Pelabuhan Sehat Di Pelabuhan Talang Duku Jambi
DOI:
https://doi.org/10.22437/jpb.v1i2.5399Abstract
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengelolaan sanitasi lingkungan pelabuhan yang terdiri dari; Penyediaan air bersih, pengamanan makanan dan minuman, hygiene sanitasi gedung/bangunan, pengendalian pencemaran, pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit dan menyusun strategi pengelolaan sanitasi lingkungan dalam penyelenggaraan pelabuhan sehat di Pelabuhan Talang Duku Jambi. Penelitian ini dilakukan di daerah perimeter dan buffer area Pelabuhan Talang Duku Jambi yang jaraknya kurang lebih 10 km dari Kota Jambi. Hasil penelitian diketahui bahwa kegiatan pengelolaan sanitasi lingkungan di Pelabuhan Talang Duku Jambi belum sesuai standar seperti, 42,85% sarana PAB memiliki risiko pencemaran tinggi, 53,84% higiene sanitasi gedung dan bangunan belum memenuhi syarat kesehatan, kurang dari 50% saluran air limbah dan septic tank yang belum memenuhi syarat kesehatan, angka bebas jentik (ABJ) nyamuk Aedes spp sebesar 69,23% dan resting rate (RR) nyamuk dewasa Aedes spp di buffer zone sebesar 0,094 artinya wilayah Pelabuhan Talang Duku Jambi rawan dan risiko tinggi penularan DBD. Strategi pengelolaan sanitasi lingkungan untuk mencapai tujuan pelabuhan sehat yaitu implementasi dan advokasi peraturan, peningkatan SDM, membentuk forum komunikasi, membuat standar operasional prosedur pengendalian risiko lingkungan, membuat poster himbauan didukung Perda, dan melaksanakan gerakan masyarakat hidup sehat di lingkungan Pelabuhan.
References
Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI. (2014), Pedoman Pengendalian Lalat, Jakarta
__________________(2014), Pedoman Pengendalian Kecoa, Jakarta
__________________(2015), Pedoman Pengendalian Tikus dan Mencit, Jakarta
Hunger, J.D dan T.l. Wheelen,.(2003). Manajemen strategis. Penerbit ANDI. Surabaya.
International Health Regulation/IHR (2005). Public Health Emergency of International Concern. Jenewa.
Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor.1098 / Menkes / SK / VII / 2003 tentang Persyaratan Hygiene Sanitasi Rumah Makan dan Restoran.
Kurniawati, R., Wati, D.M., dan Y. Ariyanto,.(2015). Analisis Sebaran Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Jember Tahun 2014. Artikel Hasil Penelitian Mahasiswa. Jember.
Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.
Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor. 44 / Menkes / PER / VIII / 2014 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan dan Bandara Sehat.
Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 32 Tahun 2017 tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan Air untuk Keperluan Higiene Sanitasi, Kolam Renang, Solus Per Aqua, dan Pemandian Umum.
Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 50 Tahun 2017 tentang Standar Baku Mutu Kesehatan lingkungan dan Persyaratan Kesehatan untuk Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit serta pengendaliannya.
Rangkuti, F,.(2013). Teknik membedah kasus bisnis, Analisis SWOT, cara perhitungan bobot, rating, dan OCAI. Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Roose, A. (2008). Hubungan Sosidemografi dan Lingkungan dengan Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue di Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Sarudji, D,. (2010). Kesehatan Lingkungan, Karya Putra Darwati, bandung.
Sri, R.P,. Irnawati, M,. dan N. Evi. (2012). Higiene dan Sanitasi Terminal Pelabuhan Roro Kota Dumai Tahun 2012, Jurnal Kesmas, Universitas Medan.
Sumantri. A,. (2010). Kesehatan Lingkungan, Kencana Prenada Media Group, Jakarta.
Sutrisno. (2008). Kajian Manajemen dalam Pelaksanaan Sanitasi Lingkungan di Pelabuhan Pontianak, Thesis UNDIP Semarang.
Wibawa, A,.(2008). Faktor penentu kontaminasi Bakteriologi pada makanan jajanan di Sekolah Dasar. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol 3(1) : 3-8.
Downloads
Published
Versions
- 2018-08-15 (1)
- 2018-08-15 (1)
Issue
Section
License
1. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
2. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
3. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (The Effect of Open Access)





