Korelasi Depresi Terhadap Kepatuhan Pengobatan Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Wilayah Kerja Puskesmas Pakuan Baru Jambi
Abstrak
Diabetes melitus adalah penyakit menahun yang memerlukan terapi dalam jangka waktu yang lama sehingga tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani terapi menjadi hal yang sangat penting. Penderita diabetes melitus yang menjalani terapi jangka panjang berisiko mengalami penurunan kapasitas fungsional, psikologis, dan sosial yang dapat berkembang menjadi depresi dan memperburuk kondisi penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara tingkat depresi dan kepatuhan pengobatan penderita diabetes melitus di Puskesmas Pakuan Baru Jambi. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan desain studi potong lintang secara prospektif dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sebanyak 90 pasien rawat jalan di Puskesmas Pakuan Baru Jambi berpartisipasi dengan mengisi kuesioner modifikasi MMAS dan BDI II. Analisis hubungan antara depresi dan kepatuhan pengobatan dilakukan dengan menggunakan program SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara tingkat depresi dengan kepatuhan pengobatan pada pasien diabetes melitus dengan nilai koefisien korelasi 0,000 (p<0,05), yang menunjukkan signifikansi. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin rendah tingkat depresi yang dialami pasien, maka semakin tinggi tingkat kepatuhannya terhadap pengobatan diabetes melitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas Pakuan Baru Jambi.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Rizqi Novitasari, Yuliawati, Marizki Pondawinata, Jelly Permatasari

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
