Uji Efek Teratogenik Ekstrak Etanol Daun Andong Merah (Cordyline fruticosa L) pada Fetus Mencit Putih (Mus musculus. L)
DOI:
https://doi.org/10.22437/ijps.v4i2.23068Kata Kunci:
Cordyline fruticose L, Efek Teratogenik, Fetus mencitAbstrak
Andong merah memiliki aktivitas farmakologi dan menjadi alternatif wanita hamil dengan gangguan muntah, diare, demam tinggi, nyeri dan pendarahan pada jalan lahir dengan asumsi obat herbal tidak berbahaya terhadap fetus. Perlu dilakukan penelitian lanjut uji teratogenik terhadap ekstrak daun andong merah, untuk mengetahui ekstrak etanol daun andong merah berpengaruh dengan pertumbuhan eksternal dan interna fetus mencit putih. Metode yang digunakan bersifat eksperimental dengan 4 kelompok perlakuan KN (Na CMC),P1 (200 mg/KgBB), P2 (300 mg/KgBB), dan P3 (400 mg/KgBB) pada 4 ekor mencit putih hamil secara Rancangan Acak Lengkap (RAL) pre-test post-test control group design. Hasil dianalisis dengan One Way Anova uji lanjut Duncan. Pemberian ekstrak etanol daun andong pada penelitian menunjukkan adanya efek penurunan jumlah fetus pada dosis 300 mg/kgBB dan mengalami abnormalitas seperti hemoragi dan tubuh kerdil pada dosis 200 mg/kgBB. Namun ekstrak etanol daun andong merah tidak memiliki pengaruh pada penurunan berat dan panjang fetus, tapak resorpsi dan hasil osifikasi pada fetus. Hal tersebut disesuaikan dengan bukti hasil statistic One Way ANOVA yang menghasilkan tidak adanya perbedaan nyata antar kelompok perlakuan dengan control negative dengan hasil p > 0,05. Maka dapat dikatakan bahwa ekstrak etanol daun andong merah tidak berefek teratogenik yang menyebabkan kecacatan pada fetus mencit.Unduhan
Diterbitkan
2022-12-30
Terbitan
Bagian
Articles
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Enjelika Kris, Puspa Dwi Pratiwi, Yuliawati Yuliawati, Effendi M. Rifqi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Cara Mengutip
Uji Efek Teratogenik Ekstrak Etanol Daun Andong Merah (Cordyline fruticosa L) pada Fetus Mencit Putih (Mus musculus. L). (2022). Indonesian Journal of Pharma Science, 4(2), 132-142. https://doi.org/10.22437/ijps.v4i2.23068
