Cultural Dimensions of Symbols Style and Power Artifactual Communication in Abdul Muhaimin Iskandar Declaration Video
DOI:
https://doi.org/10.22437/titian.v10i1.53935Kata Kunci:
artifactual , communication, semioticAbstrak
Abdul Muhaimin Iskandar is a national political figure facing image challenges due to several controversies, such as the "durian cardboard" corruption case, the decline of PKB's votes in the 2009 election, and conflicts with Gus Dur that resurfaced following statements by Yenny Wahid. Ahead of the 2024 presidential election, he seeks to reconstruct his political image through nonverbal communication in his declaration video. This study analyzes the content of the political declaration, the forms of artifactual communication, and positive image building strategies. Using a qualitative approach and Ferdinand de Saussure’s semiotic theory, the study found that the artifactual communication employed falls under symbolic practices (practical artifacts), which convey emotional information, behavior, and identity differentiation. To build a positive image, a low-fashion strategy is used to portray simplicity, closeness to the people, and cultural ties with Nahdliyin voters. This strategy serves as an important tool for constructing political symbols that strengthen identity and effectively gain public sympathy.
Abstrak
Abdul Muhaimin Iskandar adalah tokoh politik nasional yang menghadapi tantangan citra akibat beberapa kontroversi, seperti kasus korupsi "karton durian", penurunan perolehan suara PKB dalam pemilihan umum 2009, dan konflik dengan Gus Dur yang kembali mencuat setelah pernyataan Yenny Wahid. Menjelang pemilihan presiden 2024, ia berupaya membangun kembali citra politiknya melalui komunikasi nonverbal dalam video deklarasinya. Studi ini menganalisis isi deklarasi politik, bentuk-bentuk komunikasi artefaktual, dan strategi membangun citra positif. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan teori semiotika Ferdinand de Saussure, studi ini menemukan bahwa komunikasi artefaktual yang digunakan termasuk dalam praktik simbolik (artefak praktis), yang menyampaikan informasi emosional, perilaku, dan diferensiasi identitas. Untuk membangun citra positif, strategi busana sederhana digunakan untuk menggambarkan kesederhanaan, kedekatan dengan rakyat, dan ikatan budaya dengan pemilih Nahdliyin. Strategi ini berfungsi sebagai alat penting untuk membangun simbol politik yang memperkuat identitas dan secara efektif mendapatkan simpati publik.
Referensi
Adawiyah, R., & Indra, I. (2023). Hiperrealitas dan Krisis Identitas Manusia Post-Modern: Hyperreality and Identity Crisis of Postmodern Society. Journal of Islamic and Occidental Studies, 1(2), 236–252.
Arrianie, L., & Si, M. (2023). Komunikasi Politik. PT. RajaGrafindo Persada-Rajawali Pers.
Ayuna, N. E. (2023). Peran komunikasi dalam proses akulturasi sistem sosial lokal. Technomedia Journal, 8(1), 35–51.
Dayu, B. S. A., & Syadli, M. R. (2023). Memahami konsep semiotika ferdinand de saussure dalam komunikasi. LANTERA: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 1(2), 152–164.
Efendi, E., Siregar, I. M., & Harahap, R. R. (2024). Semiotika tanda dan makna. Da’watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting, 4(1), 154–163.
Fatwikiningsih, N. (2020). Teori Psikologi Kepribadian Manusia. Penerbit Andi.
Hadiyansyah, D., Bawarti, E., Fadhilah, A. R., & Salsabila, L. J. (2025a). Komunikasi Visual Mahasiswa Universitas Al Azhar Indonesia melalui Warna Fesyen. Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS), 4(1), 46–53.
Hadiyansyah, D., Bawarti, E., Fadhilah, A. R., & Salsabila, L. J. (2025b). Komunikasi Visual Mahasiswa Universitas Al Azhar Indonesia melalui Warna Fesyen. Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS), 4(1), 46–53.
Hendariningrum, R., & Susilo, M. E. (2008). Fashion dan gaya hidup: identitas dan komunikasi. Jurnal Ilmu Komunikasi, 6(1), 25–32.
Heryanto, G. G. (2018a). Media komunikasi politik. IRCiSoD.
Heryanto, G. G. (2018b). Media Komunikasi Politik. IRCiSoD.
Irama, D. H. (2012). Busana Wanita Muslim Sebagai Presentasi Diri. Jurnal FISIP Universitas Brawijaya, 11.
Istiyanto, S. B. (2010). Pentingnya komunikasi artifaktual dalam keberhasilan modifikasi komunikasi antarmanusia. Acta DiurnA, 6(2), 12–22.
Jannah, A. (2018). Komunikasi Artifaktual Status Instagram “Ning” Pondok Pesantren. Jurnal Komunikasi Islam, 8(2), 358–379.
Lenaini, I. (2021). Teknik pengambilan sampel purposive dan snowball sampling. Historis: Jurnal Kajian, Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan Sejarah, 6(1), 33–39.
Nurfadilla, Y., & Nurdin, I. (2024). Kepemimpinan kolaboratif dalam momentum pemilu 2024 membangun partisipasi demokratis yang berkelanjutan. Jurnal Pemerintahan Dan Politik, 9(1), 44–49.
Nurfajriani, W. V., Ilhami, M. W., Mahendra, A., Afgani, M. W., & Sirodj, R. A. (2024). Triangulasi data dalam analisis data kualitatif. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(17), 826–833.
Octaviani, A., & Wiwitan, T. (2014). Komunikasi Artifaktual Sebagai Citra Diri Dosen Fikom Unisba. Prosiding Hubungan Masyarakat, 39–44.
Oktavianti, R., Winduwati, S., & Irena, L. (2020). Pelatihan membangun komunikasi artifaktual pada siswa SMA. Jurnal Gema Ngabdi, 2(2), 147–154.
Putra, M. (2017). Representasi Pakaian Sebagai Identitas Anak Muda (Analisis Semiotika pada merek Dreambirds Artwear).
Rahman, A., Sari, N. M. W., Sugiarto, M., Abidin, Z., Ladjin, N., Amane, A. P. O., Alaslan, A., Nugroho, A. P., & Haryanto, E. (2022). Metode Penelitian Ilmu Sosial. Penerbit Widina.
Sakinah, N., Nanda, D. M., & Tohiruddin, T. (2022). Trend Fashion di Kalangan Mahasiswa-Mahasiswi Universitas Negeri Surabaya. Prosiding Seminar Nasional Ilmu Ilmu Sosial (SNIIS), 1, 32–38.
Shilfani, S., Judijanto, L., & Sepriano, S. (2025). Public Relations: Membangun Citra Positif dan Meningkatkan Kepercayaan Publik. PT. Green Pustaka Indonesia.
Sinuhaji, A. C. (2022). Vintage Dan Identitas (Trend Penggunaan Busana Vintage Di Kalangan Mahasiswa Universitas Islam Indonesia).
Sutisna, I. N., & SH, M. B. A. (2024). Digital Marketing For Politics: Pemasaran Politik Era Digital. Penerbit Adab.
Syarafa, D. A., Adhrianti, L., & Sari, E. V. (2020). Fashion Sebagai Komunikasi Identitas Sosial Mahasiswa FISIP Universitas Bengkulu. Jurnal Kaganga: Jurnal Ilmiah Sosial Dan Humaniora, 4(2), 20–29.
Tahalea, S. (2016). Budaya Fashion Di Jalanan Dalam Street Photography. Jurnal Dimensi Seni Rupa Dan Desain, 12(2), 211–226.
Trisnawati, T. Y. (2011). Fashion sebagai bentuk ekspresi diri dalam komunikasi. Jurnal The Messenger, 3(2), 36–47.
Valentiyo, A., Ramadha, U. F., & Alhanif, M. F. (2025). Komunikasi Sebagai Proses Simbol. Inspirasi Edukatif: Jurnal Pembelajaran Aktif, 6(1).
Wada, F. H., Pertiwi, A., Hasiolan, M. I. S., Lestari, S., Sudipa, I. G. I., Patalatu, J. S., Boari, Y., Ferdinan, F., Puspitaningrum, J., & Ifadah, E. (2024). Buku ajar metodologi penelitian. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Yendra, M. (2022). Ring Piston Kekuasaan: Analisis Kritis Resonansi dan Realitas Politik. Rumahkayu Pusaka.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 M. Ibnu Naufal Maskuri, Hamdan Daulay, Akhmad Rifa'i, Ali Ridho, Zainun Nur Hisyam Tahrus (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






















