TRADISI ADAT KALOMBA: KAJIAN MAKNA DAN NILAI BUDAYA PADA MASYARAKAT DESA BONTO BIRAENG KABUPATEN BULUKUMBA

Penulis

  • Ainun syafitri Muslimin Universitas Negeri Makassar Author
  • Andi Kurniawan Universitas Negeri Makassar Author
  • Nunu Vebriani Universitas Negeri Makassar Author
  • Nurul Hikmah Universitas Negeri Makassar Author

DOI:

https://doi.org/10.22437/titian.v5i2.15371

Kata Kunci:

Tradisi, Kalomba, Makna, Nilai

Abstrak

Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses tradisi adat Kalomba, makna dan
nilai-nilai yang terdapat dalam proses adat tradisi kalomba. Tradisi adat Kalomba merupakan
tradisi yang dilaksanakan oleh Suku Kajang yang ditujukan kepada usia anak-anak untuk
menghindari penyakit kulit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif
dengan pendekatan etnografi. Penentuan informan dengan menggunakan purposive
sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data dilaksanakan melalui wawancara,
observasi dan dokumentasi serta analisis data yang terdiri pengumpulan data, reduksi data,
penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian mengungkap bahwa tradisi
kalomba dimulai pada masa Karaeng Padulu Soreang yang tidak direstui pernikahannya
kemudian lahir seorang anak. Pada saat orang tua yang tidak setuju ingin bertemu harus
melaksanakan persyaratan dan syarat inilah yang dikenal dengan Kalomba. Tradisi adat
kalomba dilaksanakan berdasarkan tahapan yang dimulai dari prosesi ma’jenne, pembakaran
dupa dan menyalakan lilin, pembacaan doa, mengibaskan asap dupa, prosesi tompong,
prosesi anak baccing, tahap paddingi-dingi, massolo (memberikan uang kepada anak) dan
acara diakhiri pemasangan kampalo dengan makan bersama oleh keluarga beserta kerabat.
Makna dari tradisi adat kalomba adalah sebagai obat dan keselamatan untuk menghindari
penyakit kulit serta bermakna sebagai ucapan syukur orang tua kepada anak. Dari tradisi adat
kalomba mengungkap nilai saling membantu dan kebersamaan, menjalin silaturahmi dan
tanggung jawab.

Referensi

Ahuluheluw, M. (2018). Amma Toa—Budaya (Kearifan Lokal) Suku Kajang Dalam Di

Bulukumba Sulawesi Selatan. Prosiding Seminar Nasional Dan Call For Paper Peranan

Psikologi Bencana Dalam Mengurangi Risiko Bencana, 54–67.

http://ejournal.unbi.ac.id/index.php/semnaspsikologibencana/article/view/58.

Daulay, I. R., Ws, H., & Manaf, N. A. (2013). Nilai-Nilai Edukatif dalam Lirik Nyanyian

Onang-Onang pada Acara Pernikahan Suku Batak Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan

Provinsi Sumatera Utara. Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran, 1(3), Article 3.

http://ejournal.unp.ac.id/index.php/bsp/article/view/5018.

Hafid, A. (2013). Sistem Kepercayaan pada Komunitas Adat Kajang Desa Tanah Towa

Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba. Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah dan

Budaya, 5(1), 1. https://doi.org/10.30959/patanjala.v5i1.150.

Nursyam, N. (2018). Tradisi Adat Kalomba Sebagai Penguatan Identitas Masyarakat Kajang

Luar [Masters, UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR]. http://eprints.unm.ac.id/11050/.

Rijali, A. (2019). Analisis Data Kualitatif. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 17(33), 81–95.

https://doi.org/10.18592/alhadharah.v17i33.2374.

Sembiring, S., Sismudjito, D., & Si, M. (2015). Pengetahuan dan Pemanfaatan Metode

Pengobatan Tradisional pada Masyarakat Desa Suka Nalu Kecamatan Barus Jahe. 3, 14.

Siddiq. M, S., H. (2019). Etnografi Sebagai Teori dan Metode | Siddiq | Kordinat: Jurnal

Komunikasi antar Perguruan Tinggi Agama Islam, 18(1), 23-48. DOI:

15408/kordinat.v18i1.11471.http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/kordinat/article/view/

Siregar, N. S. S. (2016). Kajian tentang Interaksionisme Simbolik. Perspektif, 1(2).

https://doi.org/10.31289/perspektif.v1i2.86

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Diterbitkan

2021-12-10

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

TRADISI ADAT KALOMBA: KAJIAN MAKNA DAN NILAI BUDAYA PADA MASYARAKAT DESA BONTO BIRAENG KABUPATEN BULUKUMBA. (2021). Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 5(2), 220-232. https://doi.org/10.22437/titian.v5i2.15371