This is an outdated version published on 2019-06-26. Read the most recent version.

BAHASO JAEK DALAM MASYARAKAT SIULAK KERINCI: KAJIAN PRAGMATIK

Authors

DOI:

https://doi.org/10.22437/titian.v3i1.7024

Keywords:

bahaso jaek, bahasa tabu, bahasa Siulak Kerinci

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bahaso jaek digunakan oleh penutur bahasa Siulak di Kerinci. Analisis ini berfokus pada fungsi jaek bahaso. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasional dengan wawancara, catatan, dan mencatat teknik. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode distribusional dengan substitusi, penghapusan, dan teknik penyisipan untuk mengetahui bentuk jaek bahaso. Data juga dianalisis dengan menggunakan translasi, referensial, dan metode identitas pragmatis untuk menggambarkan arti, dan fungsi bahaso jaek. Analisis ini berkaitan dengan konsep yang diajukan oleh Chaer (1994); dan Wardhaugh (1986); dan Searle (1969) hasil an menunjukkan bahwa ada tiga fungsi bahaso Jaek. Mereka adalah (1) perwakilan, (2) direktif, dan (3) ekspresif. Ekspresif digunakan sebagai frekuensi tertinggi. Ini berarti bahwa melalui fungsi ini, perasaan pembicara dapat dinyatakan mendalam.

Downloads

Published

2019-06-26

Versions

Issue

Section

Articles

How to Cite

BAHASO JAEK DALAM MASYARAKAT SIULAK KERINCI: KAJIAN PRAGMATIK. (2019). Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 3(1), 152-161. https://doi.org/10.22437/titian.v3i1.7024