Leksikon Kemaritiman dalam Bahasa Tobelo: Kajian Etnolinguistik Masyarakat Pesisir Pulau Obi

Authors

  • Agus Boriri Institut Sains dan Kependidikan Kie Raha Maluku Utara, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.22437/titian.v10i1.55652

Keywords:

Leksikon, kemaritiman, etnolinguistik

Abstract

This research was conducted with the aim of describing the form of lexicon and interpreting the cultural connections contained behind these terms ethnolinguistically. The research relies on qualitative descriptive based on the phenomenological paradigm using an ethnolinguistic approach. The data sources for this research consist of; (1) Local fishermen, (2) Traditional leaders, and (3) Boat builders. In collecting data, this research used the listening method, the conversation method, and continued with recording and note-taking techniques. The data analysis process was carried out through; 1) Obtaining a general overview. 2) Taxonomic analysis. 3) Searching for specific characteristics. 4) Integrating all findings from domain, taxonomic, and componential analysis. The results of the study prove that the Tobelo tribe on Obi Island has a rich marine vocabulary (lexicon) that is very detailed, ranging from fish classification to traditional navigation. The uniqueness of this language is not just a means of communication, but a reflection of their dependence on and ecological adaptation to local waters. Ethnolinguistically, the marine is closely related to cultural identity which is seen as a sacred space containing taboo values.

Abstrak

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan bentuk leksikon dan memaknai kaitan budaya yang terkandung di balik istilah-istilah tersebut secara etnolinguistik. Penelitian mengandalkan deskriptif kualitatif yang berpijak pada paradigma fenomenologi dengan menggunakan pendekatan etnolinguistik. Sumber data penelitian ini terdiri dari; (1) Nelayan lokal, (2) Tokoh adat, dan (3) Pembuat perahu. Dalam mengumpulkan data, penelitian ini menggunakan metode simak, metode cakap, dan dilanjutkan dengan teknik rekam dan catat. Proses analisis data dilakukan melalui; 1) Memperoleh gambaran umum. 2) Analisis taksonomi. 3) Mencari ciri spesifik. 4) mengintegrasikan seluruh temuan dari analisis domain, taksonomi, dan komponensial. Hasil penelitian membuktikan bahwa masyarakat suku Tobelo di Pulau Obi memiliki kekayaan kosakata (leksikon) laut yang sangat mendetail, mulai dari klasifikasi ikan hingga navigasi tradisional. Kekhasan bahasa ini bukan sekadar alat komunikasi, melainkan cermin dari ketergantungan hidup dan adaptasi ekologis mereka terhadap perairan setempat. Secara etnolinguistik, kelautan berkaitan erat dengan identitas budaya yang dipandang sebagai ruang sakral mengandung nilai tabu.

References

Casson, R. W. (1981). Language, Culture, and Cognition: Anthropological Perspectives. Macmillan.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Duranti, A. (2022). Linguistic anthropology: A concise introduction. Cambridge University Press.

Evans, N. (2019). Words of the lagoon: Fishing and marine lore in the Palau district of Micronesia. University of Chicago Press.

Firliyana, N. ., Afria, R., & Fardinal, F. (2023). Nilai-Nilai Kultural dalam Pakaian Adat Perempuan Pada Masyarakat Melayu di Kawasan Seberang Kota Jambi Kajian Etnolinguistik. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 7(2), 427–436. https://doi.org/10.22437/titian.v7i2.29977

Foley, W. A. (1997). Anthropological Linguistics: An Introduction. Blackwell Publishers.

Hadjrawati, H. (2020). Leksikon maritim masyarakat pesisir: Kajian etnolinguistik. Jurnal Kebahasaan dan Sastra, 15(2), 112–125.

Hajir, M. (2019). Leksikon maritim dalam perspektif antropolinguistik. Pustaka Pelajar.

Hasan, H. (2021). Dinamika bahasa Tobelo di era modernisasi: Studi identitas masyarakat Halmahera. Jurnal Budaya dan Lingkungan, 8(1), 45–60.

Himmelmann, N. P. (2022). Language documentation and conservation in the digital age. Mouton de Gruyter.

Lauder, M. R. T., & Lauder, A. F. (2021). Maritime linguistics: Exploring the cultural wealth of Indonesian archipelago. UI Press.

Mahsun. (2024). Metode penelitian bahasa: Tahapan strategi, metode, dan tekniknya (Edisi Revisi). Rajawali Pers.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Oktavianus, O. (2019). Bahasa dan Budaya Maritim: Identitas dan Pemerkaya Budaya Bangsa. Pustaka: Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya, 19(1), 17-22. https://10.24843/PJIIB.2019.v19.i01.p04

Palmer, G. B. (1996). Toward a Theory of Cultural Linguistics. University of Texas Press.

Putri, Y. E., Afria, R., & Fardinal, F. (2024). Penamaan Tempat dan Jalan di Kuala Tungkal Kabupaten Tanjung Jabung Barat: Kajian Toponimi Etnolinguistik. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 8(1), 159–163. https://doi.org/10.22437/titian.v8i1.32873

Sartini, Ni Wayan., Salimulloh T. Sanubarianto. (2022). Maritime Lexicon as Language Identity of Coastal Community in Tuban Regency, Indonesia. 2(10). https://doi.org/10.17507/tpls.1210.30

Sibarani, R. (2021). The role of local wisdom in maritime culture preservation. USU Press.

Sudaryanto. (2019). Metode dan aneka teknik analisis bahasa. Sanata Dharma University Press.

Turistiati, A. T., et al. (2022). Language maintenance and shift in coastal communities of North Maluku. International Journal of Linguistics and Anthropology, 10(4), 88–102.

Wardhaugh, R., & Fuller, J. M. (2021). An introduction to sociolinguistics (8th ed.). Wiley-Blackwell.

Zulkifli, M. (2020). Dokumentasi bahasa minoritas di Indonesia Timur: Tantangan dan harapan. Jurnal Linguistik Indonesia, 38(2), 150–165.

Downloads

Published

2026-06-06

Issue

Section

Articles

How to Cite

Leksikon Kemaritiman dalam Bahasa Tobelo: Kajian Etnolinguistik Masyarakat Pesisir Pulau Obi. (2026). Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 10(1), 57-67. https://doi.org/10.22437/titian.v10i1.55652

Most read articles by the same author(s)