Pottery Discoveries at the Penanggootu Site, East Kolaka Regency, Southeast Sulawesi: A Study of Form, Decorative Varieties, and Technology
DOI:
https://doi.org/10.22437/titian.v10i1.55055Keywords:
Pottery, Neolithic, Motifs, DecorationAbstract
Archaeological research in East Kolaka Regency, Southeast Sulawesi, remains limited, particularly in the Mendoke Mountain region. This study reports the discovery of pottery fragments from the Penanggootu Site and aims to examine their typological diversity, as well as stylistic and technological attributes. Employing a qualitative-descriptive approach, the research encompasses stages of data collection, processing, analysis, and interpretation. The results reveal a range of vessel forms, including cooking pots, bowls, and jars. Motif analysis indicates the continuity of an early pottery tradition alongside a high degree of visual complexity, suggesting the intergenerational transmission of technical and artistic knowledge. These findings contribute new insights into the dynamics of ancient cultural development in the Mendoke Mountains and underscore the significance of this area as an important cultural landscape that has remained largely overlooked in regional archaeological and historical studies.
Abstrak
Kajian arkeologis di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, hingga kini masih relatif terbatas, khususnya pada wilayah Pegunungan Mendoke. Penelitian ini melaporkan temuan fragmen gerabah dari Situs Penanggootu dan bertujuan mengkaji keragaman tipologi, serta aspek stilistik dan teknologi pembuatannya. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif-deskriptif yang meliputi tahapan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan eksplanasi data. Hasil penelitian menunjukkan variasi bentuk gerabah berupa periuk, mangkuk, dan kendi. Analisis motif mengindikasikan keberlanjutan tradisi gerabah tua yang berpadu dengan tingkat kompleksitas visual yang tinggi, mengisyaratkan adanya transmisi pengetahuan antargenerasi. Temuan ini memberikan kontribusi baru terhadap pemahaman dinamika budaya kuna di Pegunungan Mendoke serta menegaskan posisi wilayah ini sebagai lanskap budaya penting yang selama ini terabaikan dalam kajian arkeologi dan sejarah regional.
References
Atmosudiro, S. (1998). Manfaat Kajian Gerabah Masa Lalu Bagi Pengembangan Kerajinan Tembikar Sebagai Penunjang Industri Pariwisata. Berkala Arkeologi, 18(2), 1–11. https://doi.org/10.30883/jba.v18i2.779.
Bawono, R. A. (2018). Mengenal Cara Pembuatan Kuden Tana’ (1st ed.). Balai Arkeologi Kalimantan Selatan.
Bellwood, P. (2016). Austronesian Studies in 2016: Where Are We Now? In Austronesian Diaspora: A New Perspective (pp. 7–24). Gadjah Mada University Press.
Bernadeta, A. (2010). Sistem Penguburan di Gua dan Ceruk di Kolaka Utara Sulawesi Tenggara. Walennae, 12(2), 119–132.
Bulbeck, D., & Clune, G. (2003). Macassar Historical Decorated Earthenwares: Preliminary Chronology and Bajau Connections. In J. N. Miksic (Ed.), Earthenware in Southeast Asia:Proceedings of the Singapore Symposium on Premodern Southeast Asian Earthenwares (pp. 80–102). Singapore University Press, National University of Singapore.
Eriawati, Y. (2013). Panduan Pengenalan Keramik: Modul khusus pembelajaran keramik. Pusat Arkeologi Nasional.
Fauzi, M. R. (2017). Signifikansi Tembikar Tera-Tali dari Situs Ceruk Landai (Merangin, Jambi) dalam Rekonstruksi Ekspansi Neolitik di Bagian Barat Indonesia. KALPATARU, 26(1), 1–13.
Hakim, B. (2001). Kajian Tipologis Kendi Tanah Liat Situs Gedungkarya, Jambi, dan Persamaannya di Asia Tenggara. WALENNAE: Jurnal Arkeologi Sulawesi Selatan Dan Sulawesi Tenggara, 4(7), 63–77.
Hasria, Idrus, A., & Warmada, I. W. (2021). Geologi Pegunungan Mendoke, Lengan Tenggara Pulau Sulawesi, Indonesia. Jurnal Geologi Dan Sumber Daya Mineral, 22(3), 123–131.
Laneri, N. (2015). Defining The Sacred: Approaches to the Archaeology of Religion in the Near East. Oxbow Books.
Lembaga Negara Republik Indonesia. (2013). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2013 Tentang Pembentukan Kabupaten Kolaka Timur di Provinsi Sulawesi Tenggara. www.djpp.kemenkumham.go.id
Mochtar, A. S. (2013). Temuan Fragmen Gerabah Sebagai Indikasi Pemukiman Kuno di Situs Borobudur. Berkala Arkeologi, 33(2), 211–226.
Murdiyanto, E. (2020). Penelitian Kualitattif: Teori dan Aplikasi disertai Contoh Proposal (First). LPPM UPN “Veteran” Yogyakarta Press.
Nandika, D., & Agustina, D. (2018). Ecology Of Lesser Sulphur Creasted Cockatoo Cacatua Sulphurea Sulphurea At Rawa Aopa Watumohai National Park, Southeast Sulawesi. 2, 177–188. http://ojs.unud.ac.id/index.php/metamorfosa.
Nur, M. (2018). Prasejarah Gua Tenggera dan Gua Anabahi, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Indonesia [Disertasi]. Universiti Sains Malaysia.
O’Connor, S., Aziz, A. F., Marwick, B., Fenner, J., Prasetyo, B., Bulbeck, D., Maloney, T., St Pierre, E., Whitau, R., Wibowo, P. U., Hakim, B., Calo, A., Husni, M., Oktaviana, A. A., Prastiningtyas, D., Campos, F. Z., & Piper, P. J. (2014). Final Report on the Project “The Archaeology of Sulawesi: A Strategic Island for Understanding Modern Human Colonization and Interactions Across Our Region.”
Putri, A. D., Hasanuddin, & Muda, K. T. (2022). Tembikar Tera-Tali di Situs Buttu Batu Enrekang: Suatu Rekonstruksi Pengaruh Austroasiatik. KALPATARU, 31(2), 71–83.
Qalam, A. A., Hasanuddin, Akin, D., & Ono, R. (2020). The Pottery from Gua Topogaro, Morowali Regency, Central Sulawesi Province. JURNAL WALENNAE, 18(1), 37–50. https://doi.org/10.24832/wln.v18i1.408
Rahmayani, D. N. A. (2012). Gerabah Situs Warloka, Manggarai Barat, Flores (Tinjauan Berdasarkan: Tipologi, Teknologi dan Kontekstual) [Skripsi]. Universitas Gadjah Mada.
Rangkuti, N., Inge, P., & Harkantiningsih. Naniek. (2008). Buku Panduan Analisis Keramik. Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.
Sendana, Y. A., & Rauf, A. (2017). Tembikar Pada Gua Kuya di Desa Pondoa Kecamatan Wiwirano Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara (Kajian Bentuk dan Ragam Hias). Sangia: Jurnal Penelitian Arkeologi, 1(1), 30–43.
Simanjuntak, T., Oktaviana, A. A., & Handini, R. (2016). Update Views on The Austronesian Studies in Indonesia. In Austronesian Diaspora: A New Perspective (1st ed., pp. 207–222). Gadjah Mada University Press.
Soegondho, S. (1993). Wadah keramik tanah liat dari Gilimanuk dan Plawangan: Sebuah Kajian Teknologi dan Fungsi [Disertasi]. Universitas Indonesia.
Solheim II, W. G. (2005). Basketry Weaves and Bau-Malay Earthenware Pottery in Southeast Asia. Hukay, 8, 89–100.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatitf dan R&D. ALFABETA, CV.
Surono. (2013). Geologi Lengan Tenggara Sulawesi. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Syahrun, S., & Melamba, B. (2022). Changes in Tolaki People Burial in Southeast Sulawesi: From Boat-Shaped Grave Coffin (Soronga) to Boat-Shaped Islamic Tomb (Koburu Bangga). Jurnal Sejarah Citra Lekha, 7(1), 1–12. https://doi.org/10.14710/jscl.v7i1.45319.
Triwurjani, R. (2018). Ragam Tembikar Matano dan Korelasinya dengan Tradisi Tembikar Sahuyn-Kalanay. PURBAWIDYA: Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Arkeologi, 7(1), 1–20. https://doi.org/10.24164/pw.v7i1.261
Winata, G. (2020). Kendi Indonesia: Bentuk dan Tradisi. Jurnal Sosioteknologi, 18(3), 528–542. https://doi.org/10.5614/sostek.itbj.2019.18.3.19.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 M Sabri, Muh. Ardian Syah, Suryanto Suryanto (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






















