Policies

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Fokus dan Ruang Lingkup

Jurnal Siginjai menerbitkan artikel studi sejarah yang mencakup semua bidang dalam sejarah Indonesia, seperti ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, politik, dan lain-lain. Jurnal ini menerima semua bentuk pendekatan historis dan mencakup semua periode historis. Namun demikian, jurnal ini menganjurkan penggunaan sumber-sumber baru serta pendekatan dengan ide-ide baru.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kebijakan Bagian

 

Artikel Penelitian

Checked Open SubmissionsChecked IndexedChecked Peer Reviewed

 

Artikel Konseptual

Checked Open SubmissionsChecked IndexedChecked Peer Reviewed

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Proses Peer Review

Artikel yang dikirimkan akan ditinjau terlebih dahulu oleh dewan editor. Proses review akan dilakukan melalui double blind review untuk menjaga objektivitas. Penerimaan artikel yang dikirimkan akan dipertimbangkan melalui saran dan rekomendasi dari reviewer. Artikel akan diterbitkan setelah rapat akhir dewan editor. Untuk menyaring plagiarisme dalam artikel, digunakan alat cek plagiasi Turnitin dengan ambang batas 25 persen.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Jadwal Terbit

Juni dan Desember setiap tahun.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kebijakan Plagiasi

Hal yang termasuk plagiarisme, namun tidak terbatas pada :

  1. merujuk dan/atau mengutip istilah, kata dan/atau kalimat, data dan/atau informasi dari suatu sumber tanpa mengutip sumber dalam catatan kutipan dan/atau tanpa menyebutkan sumbernya secara memadai;
  2. merujuk dan/atau mengutip secara acak istilah, kata dan/atau kalimat, data dan/atau informasi dari suatu sumber tanpa mengutip sumber dalam catatan kutipan dan/atau tanpa menyebutkan sumbernya secara memadai;
  3. menggunakan sumber gagasan, pendapat, pandangan, atau teori tanpa menyebutkan sumbernya secara memadai;
  4. merumuskan kata dan/atau kalimat sendiri dari sumber kata dan/atau frasa, gagasan, pendapat, pandangan, atau teori tanpa menyebutkan sumbernya secara memadai;
  5. mengajukan karya ilmiah yang dihasilkan dan/atau diterbitkan oleh orang lain sebagai sumber karya ilmiah tanpa mengungkapkan secara memadai.

Semua naskah akan diperiksa dengan turnitin.com.

Sanksi Plagiarisme

  1. teguran;
  2. surat peringatan;
  3. pencabutan naskah;
  4. pembatalan publikasi.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Etika Publikasi

KODE ETIK PENERBIT JURNAL

  1. Menentukan nama jurnal, ruang lingkup ilmu, dan timeline.
  2. Penetapan keanggotaan dewan redaksi.
  3. Mendefinisikan hubungan antara penerbit, editor, peer review dan pihak lain dalam kontrak.
  4. Menghargai kerahasiaan para peneliti, penulis, editor, dan peer review yang berkontribusi.
  5. Menerapkan norma dan peraturan tentang hak kekayaan intelektual khususnya hak cipta.
  6. Melakukan tinjauan kebijakan pada jurnal dan mempresentasikannya kepada penulis, dewan redaksi, peer review, dan pembaca.
  7. Membuat pedoman kode perilaku untuk editor dan peer review.
  8. Menerbitkan jurnal secara berkala.
  9. Memastikan ketersediaan sumber daya untuk penerbitan jurnal berkelanjutan.
  10. Membangun kerjasama dan jaringan pemasaran.
  11. Mempersiapkan perizinan dan aspek hukum lainnya.

KODE ETIK EDITOR

  1. Meningkatkan kualitas publikasi.
  2. Memastikan proses untuk menjaga kualitas makalah yang diterbitkan.
  3. Memimpin kebebasan dalam menyampaikan pendapat.
  4. Menjaga keutuhan rekam jejak akademik penulis.
  5. Menyampaikan koreksi, klarifikasi, penarikan, dan permintaan maaf jika diperlukan.
  6. Bertanggung jawab atas penataan dan pemformatan makalah, sedangkan isi dan pernyataan apa pun dalam makalah adalah tanggung jawab penulis.
  7. Menilai kebijakan dan sikap jurnal yang diterbitkan dari penulis dan peer review untuk meningkatkan tanggung jawab dan meminimalkan kesalahan.
  8. Memiliki kepribadian yang terbuka dalam menerima pendapat atau pandangan baru orang lain yang berbeda dengan pendapat pribadinya.
  9. Melarang dalam membela pendapat kita sendiri, penulis atau pihak ketiga yang dapat mengakibatkan keputusan yang salah.
  10. Mendorong penulis, agar dapat melakukan perbaikan-perbaikan pada makalah hingga layak untuk diterbitkan.

KODE ETIK PEER REVIEW

  1. Menerima tugas dari redaksi untuk mereview makalah dan menyerahkan review tersebut kepada redaksi, untuk menentukan kelayakan makalah untuk diterbitkan.
  2. Menelaah makalah secara tepat waktu (on time) sesuai dengan pedoman gaya berdasarkan prinsip-prinsip ilmiah (metode pengumpulan data, legalitas penulis, kesimpulan, dll).
  3. Menelaah makalah yang telah dikoreksi sesuai dengan standar.
  4. Mendorong penulis untuk melakukan perbaikan dalam karya tulis dengan memberikan masukan, saran, masukan, dan rekomendasi.
  5. Menjaga privasi penulis dengan menutupi hasil koreksi, saran, dan rekomendasi yang diterima penulis.
  6. Reviewer tidak boleh mereview makalah yang melibatkan reviewer dalam pekerjaannya, baik secara langsung maupun tidak langsung.
  7. Mengikuti pedoman peer review dalam mereview makalah dan menilai kertas formulir evaluasi yang diberikan oleh editor.
  8. Menelaah makalah secara substantif dengan tidak mengoreksi tata bahasa, tanda baca dan salah ketik.
  9. Menjamin prinsip kebenaran, kebaruan, dan orisinalitas; mengutamakan manfaat karya tulis bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi; juga memahami dampaknya terhadap perkembangan penulisan ilmiah.
  10. Melarang dalam membela pendapat sendiri, penulis atau pihak ketiga yang dapat mengakibatkan acuan keputusan menjadi tidak objektif.
  11. Menjunjung tinggi nilai objektivitas dan bebas dari pengaruh apapun.
  12. Menjamin kerahasiaan temuan dalam makalah sampai diterbitkan.
  13. Memiliki pemahaman yang luas tentang keahliannya dan mampu memberikan review makalah secara tepat dan benar.
  14. Menolak untuk melakukan review jika penelitian tersebut bukan dari bidang keahliannya. Sebaliknya, peer review harus memberikan rekomendasi kepada peneliti jika ada ahli lain pada mata pelajaran.
  15. Memiliki kepribadian yang terbuka dalam menerima pendapat atau pandangan baru orang lain yang berbeda dengan pendapat pribadinya.
  16. Menolak untuk melakukan review jika tenggat waktu yang diberikan oleh editor tidak dapat dicapai. Jika tidak ada, peer review harus memberi tahu editor sedini mungkin.
  17. Hasil review harus disajikan secara jujur, objektif, dan didukung dengan argumentasi yang jelas. Beberapa rekomendasi yang mungkin dari review tersebut adalah:
    1. Diterima tanpa perbaikan
    2. Diterima dengan perbaikan kecil (setelah diperbaiki oleh penulis, tidak perlu pergi ke peer review)
    3. Diterima dengan perbaikan besar (setelah diperbaiki oleh penulis, kembali ke peer review untuk ditinjau ulang)
    4. Ditolak dan direkomendasikan untuk publikasi lain
    5. Ditolak dan direkomendasikan untuk tidak dipublikasikan ke publikasi manapun karena secara ilmiah makalah tersebut cacat bagi masyarakat.
  18. Memberikan penolakan terhadap rekomendasi terakhir sebagai pilihan terakhir terkait kelayakan karya tulis atau dengan indikasi pelanggaran berat terhadap kode etik yang terkait dengan penulis.
  19. Makalah yang telah direview tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi atau pihak ketiga. Selain itu, penggunaan sebagian isi makalah yang diresensi harus mendapat izin dari penulis.

KODE ETIK PENULIS/ PENULIS ARTIKEL

  1. Penulis bertanggung jawab secara kolektif atas karya dan isi artikel yang meliputi metode, analisis, perhitungan, dan rinciannya.
  2. Penulis segera menanggapi komentar yang dibuat oleh peer review secara profesional dan tepat waktu.
  3. Penulis harus memberi tahu editor jika mereka menarik kembali makalahnya.
  4. Penulis menjelaskan keterbatasan dalam penelitian.
  5. Penulis menghormati penerbit jika mereka menuntut untuk tidak mempublikasikan temuannya dalam bentuk wawancara atau melalui media lain sebelum publikasi.
  6. Penulis menginformasikan kepada editor tentang (a) makalah yang merupakan bagian dari penelitian bertahap, multidisiplin, dan perspektif yang berbeda.
  7. Penulis membuat pernyataan bahwa makalah yang diajukan untuk diterbitkan adalah asli, belum pernah dipublikasikan dimanapun dalam bahasa apapun, dan tidak sedang dalam proses pengajuan ke penerbit lain.
  8. Jika ada kesalahan dalam makalah, penulis harus segera memberi tahu editor atau penerbit.
  9. Penggunaan bahan dari publikasi lain yang memiliki hak cipta, harus diberikan izin tertulis dan ucapan terima kasih.
  10. Penulis merujuk pada karya orang lain sebagaimana mestinya dalam kutipan dan kutipan yang digunakan dalam makalah.
  11. Saat menyampaikan penemuan baru atau menyempurnakan penemuan, penulis harus menyebutkan pekerjaan peneliti/penulis/pendiri sebelumnya.
  12. Penulis tidak diperbolehkan memberikan daftar pustaka publikasi jika tidak membaca publikasi tersebut.
  13. Jika diminta, penulis menyiapkan bukti bahwa penelitian telah memenuhi persyaratan etika penelitian termasuk catatan lapangan.
  14. Penulis cukup menanggapi jika ada komentar atau umpan balik setelah makalah diterbitkan.

Kode Etik Publikasi yang dirujuk oleh Jurnal Sejarah dan Budaya berdasarkan Buku Peraturan Kepala LIPI bersumber dari Komite Etika Publikasi (COPE).

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Manajer Referensi

Kami merekomendasikan penulis untuk menggunakan aplikasi manajer referensi seperti Zotero dan Mendeley.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Penarikan Naskah

Penarikan naskah sangat tidak dianjurkan. Ini adalah pemborosan sumber daya berharga yang ditempatkan penerbit. Jika penulis masih meminta penarikan naskah mereka, pedoman berikut harus diikuti :

  1. Penarikan naskah akan diizinkan hanya untuk alasan yang paling mendesak dan tidak dapat dihindari. Tidak dapat diterima untuk menarik naskah dari jurnal karena jurnal lain menerimanya;
  2. Penulis harus mengajukan permintaan ke kantor redaksi sebagai surat yang ditandatangani oleh semua penulis yang menyebutkan penyebab lengkap yang mengarah pada langkah penarikan naskah;
  3. Penulis tidak boleh berasumsi bahwa manuskrip mereka telah ditarik sampai mereka menerima pemberitahuan yang sesuai untuk efek ini dari kantor editorial.