HUBUNGAN AKTIVITAS OLAHRAGA TERHADAP KEJADIAN SINDROM PRAMENSTRUASI MAHASISWI PROGRAM STUDI KEDOKTERAN DI UNIVERSITAS JAMBI TAHUN 2020

Authors

  • Karina Nabila Yasmin Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi
  • Ahmad Syauqy Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi
  • Rina Nofri Enis Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.22437/medicaldedication.v4i1.13498

Keywords:

Premenstrual syndrome, Sports activities, Sindrom pramenstruasi, Aktivitas olahraga

Abstract

ABSTRAK

Siklus menstruasi adalah salah satu tanda paling penting sistem produktif berfungsi pada wanita, menstruasi yang terjadi terkadang diikuti dengan gangguan-gangguan seperti gangguan siklus, dysmenorrhea, dan sindrom premenstruasi (PMS). Pada sindrom ini lebih dari 150 tandatelah diidentifikasi, beberapa di antaranya adalah: kram perut, kebosanan, perut kembung, nyeri payudara, jerawat, punggung sakit dan sakit kepala, nyeri sendi dan nyeri otot, berat badan bertambah, kekurangan energi, Perubahan nafsu makan dan haus, sembelit, peningkatan denyutjantung. Olahraga meningkatkan tingkat endorfin yang bersirkulasi (meningkatkan kebahagiaan), mengurangi kortisol adrenal untuk waktu yangsingkat dan memberikan efek analgesic. Olahraga aerobik dianjurkan untuk wanita dengan PMS karena itu mengurangi gejala pramenstruasi.Penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah aktivitas olahraga dapat mempengaruhi kejadian sindrom pramenstruasi pada mahasiswi programstudi kedokteran di Universitas Jambi pada tahun 2020. Penelitian ini merupakan Jenis penelitian bersifat analitik observasional untukmengetahui hubungan antara dua variabel, penelitian ini menggunakan pendekatan retrospektif. Responden berjumlah 75 mahasiswi program studi kedokteran di Universitas Jambi pada tahun 2020 yang diambil dengan Proporsional random sampling. Dilakukan pengumpulan data dengan pengisian kuisioner menggunakan kuesioner sindrom pramenstruasi dengan menggunakan google form dan untuk aktifitas olahraga akan menggunakan metode wawancara melalui zoom meeting. Kuesioner sindrom pramenstruasi yang menggunakan sPAF berisi 10 pertanyaan dan wawancara aktifitas olahraga berisi 3 pertanyaan. Analisis data menggunakan analisis fisher’s exact test. Tidak terdapat hubungan signifikan antara aktivitas olahraga dengan kejadian sindrom pramenstruasi. Hasil uji analisis dengan menggunakan fisher’s exact test menghasilkan nilai p 0,867 (p>0,05). Aktivitas olahraga tidak berhubungan terhadap kejadian sindrom pramenstruasi.

Kata Kunci : Sindrom pramenstruasi, Aktivitas olahraga

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

— Updated on 2021-11-05