PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG TOKSOPLASMOSIS

  • Betta Kurniawan Departemen Mikrobiologi dan Parasitologi, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Indonesia
  • Jhons Fatriyadi Suwandi Departemen Mikrobiologi dan Parasitologi, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Indonesia
  • Dwirahmi Arniamantha Jurusan Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Indonesia

Abstract

ABSTRACT

Background: Toxoplasmosis is an infection caused by protozoan Toxoplasma gondii which has complex life cycle in warm-blooded organisms, including human as intermediate hosts and cats as definitive hosts. This infection transmits through orofecal, blood transfusion, organ transplantation from infected donors and vertically from mothers to the fetus per placenta. High rate of seroprevalency among pregnant women shows the importance of educating pregnant women about toxoplasmosis and the preventive behaviours. This study purpose is to determine the differences of knowledge levels and behaviours about toxoplasmosis between pregnant women in Kemiling Primary Health Care and obstetric clinic in Bandar Lampung.

Methods: This is a descriptive-analytic study with cross-sectional approachment using questionairs as the instrument of the study. The number of subjects in this study is 106 pregnant women. Statistic analysis that is used is Chi Square Test.

Results: The good knowledge levels and behaviours in Kemiling Primary Health Care is 22,6% while in the obstetric clinic it reached 75,5%. As the result of bivariate analysis, the p value is 0,001.

Conclusions: In conclusion, there is a significant difference of knowledge levels and behaviours about toxoplasmosis between pregnant women in Kemiling Primary Health Care and obstetric clinic in Bandar Lampung.

Keywords : behaviour, knowledge, pregnant women, toxoplasmosis, Toxoplasma gondii

 

ABSTRAK

Latar Belakang: Toksoplasmosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh protozoa Toxoplasma gondii yang memiliki siklus hidup kompleks pada organisme berdarah panas, termasuk manusia sebagai hospes perantara dan kucing sebagai hospes definitif. Infeksi ini menular secara orofekal, transfusi darah, transplantasi organ dari pendonor yang positif terinfeksi atau juga terjadi pada saat kehamilan dari ibu ke janin melalui plasenta. Tingginya tingkat prevalensi toksoplasmosis pada ibu hamil menunjukkan pentingnya edukasi bagi ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuannya tentang toksoplasmosis dan perilaku pencegahannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang toksoplasmosis di Puskesmas Kemiling dan klinik spesialis di Bandar Lampung.

Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional dengan menggunakan kuesioner sebagai instrument penelitian. Jumlah subjek pada penelitian ini yaitu sejumlah 106 ibu hamil. Analisis statistik yang digunakan adalah Uji Chi Square.

Hasil: Tingkat pengetahuan dan sikap yang baik sebesar 22,6% di Puskesmas Kemiling dan sebesar 75,5% di klinik spesialis kandungan di Bandar Lampung. Hasil analisis bivariat didapatkan p value sebesar 0,001.

Kesimpulan: Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang toksoplasmosis di Puskesmas Kemiling dan klinik spesialis kandungan di Bandar Lampung.

Kata Kunci : ibu hamil, pengetahuan, sikap, toksoplasmosis, Toxoplasma gondii

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-05-01
How to Cite
Kurniawan, B., Suwandi, J. F., & Arniamantha, D. (2020). PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG TOKSOPLASMOSIS. JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan", 8(1), 47-53. https://doi.org/10.22437/jmj.v8i1.9487