UJI EFEK AFRODISIAK EKSTRAK BIJI PINANG MUDA (Areca Catechu L) PADA TIKUS JANTAN

  • Ave Olivia Rahman
  • Erny Kusdiyah
  • Herlambang Herlambang
  • Aldo Victoria

Abstract

ABSTRACT

Background: polyphenols and alkaloids in herbal plants could have aphrodisiac effect.  Betel nut (Areca catechu L) contain polyphenol and alkaloid. Alkaloid of betel nut has aphrodisiac effect, but also has side effect to many organs. Data of aphrodisiac effect of betel nut’s polyphenols is limited. This study aim to determine aphrodisiac effect of extraction of betel nut’s polyphenols in rats

Method:  twelve rats, Sprague dawney, aged 2-3 months, weight 150-200 gram were divided into 2 group randomly. Group A were given  the extract with doses 100mg/kgWB and  group B were given extract with doses 200mg/kgWB  daily for 35 days. The aphrodisiacs effect determined by difference of mounting frequency before and after treatment. Male rats were mated with female rats which were in estrous phase and were recorded for 7 days.  Wilcoxon test were used for statistical analysis with p value < 0,05.

Result: extract from extractio’s method that was used in this study had 39,8%(w/w) of polyphenols and 0,98% (w/w) of alkaloids. Both groups had decreasing of mounting’s frequency after treatment (p>0,05).

Conclusions:  Extract of betel nut from this study had 39,8% (w/w) of polyphenols and had no aphrodisiacs effect in male rats.

Keywords: Areca Catechu L, Betel nut, polyohenols, alkaloids, Rats, Aphrodisiac, Mounting.

 

ABSTRAK

Latarbelakang: senyawa polifenol atau alkaloid suatu tanaman dapat mempunyai efek afrodisiak. Biji pinang (Areca catechu L) mempunyai kandungan polifenol dan alkaloid. Alkaloid biji pinang telah diketahui mempunyai efek afrodisiak, akan tetapi juga mempunyai banyak efek samping. Efek afrodisiak polifenol biji pinang belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efek afrodisiak ekstrak polifenol biji pinang muda terhadap tikus putih.

Metode: dua belas ekor tikus  Sprague dawney berumur 2-3 bulan, berat 150-200 gram dibagi secara random menjadi 2 kelompok yaitu Kelompok A diberikan ekstrak biji pinang dosis 100 mg/ kgBB, dan kelompok B diberikan dosis 200 mg/ kgBB setiap hari selama 35 hari. Efek afrodisiak dilihat dari perbedaan rerata frekuensi tunggangan sebelum dan sesudah perlakuan. Jantan dikawinkan dengan betina fase estrus dan direkam masing-masing selama 7 hari. Uji statistik menggunakan Wilcoxon dengan p<0,05.

Hasil: ekstrak hasil ekstraksi yang digunakan pada penelitian ini mempunyai kandungan polifenol 39,8%(b/b) dan alkaloid 0,98% (b/b). Kedua kelompok terdapat penurunan rerata frekuensi  tunggangan setelah perlakuan (p >0,05).

Kesimpulan: Ekstrak Biji Pinang Muda pada penelitian ini mempunyai kandungan 39,8% polifenol dan tidak mempunyai efek afrodisiak  pada tikus jantan.

Kata kunci:  Areca Catechu L, biji pinang, polifenol, alkaloid, tikus, afrodisiak, tunggangan

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-05-01
How to Cite
Rahman, A. O., Kusdiyah, E., Herlambang, H., & Victoria, A. (2020). UJI EFEK AFRODISIAK EKSTRAK BIJI PINANG MUDA (Areca Catechu L) PADA TIKUS JANTAN . JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan&quot;, 8(1), 34-39. Retrieved from https://online-journal.unja.ac.id/kedokteran/article/view/9455