PENGARUH DIET KETOGENIK TERHADAP PROLIFERASI DAN KETAHANAN SEL PADA JARINGAN OTAK

  • Siti Sarahdeaz Fazzaura Putri
  • Irfannuddin Irfannuddin
  • Krisna Murti

Abstract

ABSTRACT

Background : The main energy substrate of the neuron system is glucose, but there are also alternative substrates, namely the ketone body in the form of b-hydroxybutyrate. Most ketone bodies used by the brain are supplied by liver, but they can also be synthesized in astrocytes, which are the only cell type in the brain that can oxidize fatty acids.

The ketogenic diet is a diet that uses a lot of fat as an energy source and reduces carbohydrate and protein consumption when the body does not get enough glucose from carbohydrates, the body usually uses alternative energy sourced from the ketone body, namely acetoacetate and b-hydroxybutyrate. The ketone body comes from the breakdown of fatty acid metabolism in the liver.

The ketogenic diet that is carried out for a long time will cause a reaction to the body, including the brain. On prolonged hunger, 75% of the fuel needed by the brain is obtained from a ketone body. The brain can carry out its functions through energy derived from glucose which is transported by blood. All factors that affect blood flow to the brain can have an impact on the proliferation and resistance of internal cells in the brain, including the decrease in glucose in the blood caused by the ketogenic diet.

Keywords: ketogenic, diet, brain, proliferation, cell resistance

 

ABSTRAK

Latar Belakang: Substrat energi utama dari sistem neuron adalah glukosa, tetapi ada juga substrat alternatif, yaitu tubuh keton dalam bentuk b-hidroksibutirat. Sebagian besar tubuh keton yang digunakan oleh otak dipasok oleh hati, tetapi mereka juga dapat disintesis dalam astrosit, yang merupakan satu-satunya jenis sel di otak yang dapat mengoksidasi asam lemak. Diet ketogenik banyak lemak sebagai sumber energi dan mengurangi konsumsi karbohidrat dan protein ketika tubuh tidak mendapatkan cukup glukosa dari karbohidrat, tubuh biasanya menggunakan energi alternatif yang bersumber dari tubuh keton, yaitu asetoasetat dan b- hidroksibutirat. Tubuh keton berasal dari pemecahan metabolisme asam lemak di hati di mana saat ini konsentrasi rendah dalam darah.

Diet ketogenik yang dilakukan dalam waktu lama akan menyebabkan reaksi pada tubuh, termasuk otak. Pada rasa lapar yang berkepanjangan, 75% dari bahan bakar yang dibutuhkan oleh otak diperoleh dari tubuh keton. Otak dapat menjalankan fungsinya melalui energi yang berasal dari glukosa yang diangkut oleh darah. Semua faktor yang mempengaruhi aliran darah ke otak dapat berdampak pada proliferasi dan resistensi sel-sel internal di otak, termasuk penurunan glukosa dalam darah yang disebabkan oleh diet ketogenik.

Kata kunci: ketogenik, diet, otak, proliferasi, resistensi sel

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2019-11-01
How to Cite
Sarahdeaz Fazzaura Putri, S., Irfannuddin, I., & Murti, K. (2019). PENGARUH DIET KETOGENIK TERHADAP PROLIFERASI DAN KETAHANAN SEL PADA JARINGAN OTAK . JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan", 7(2), 167-178. https://doi.org/10.22437/jmj.v7i2.8019