PENGARUH PMA, PMDN & INFLASI TERHADAP PDB SEKTOR INDUSTRI MANUFAKTUR DI INDONESIA
Dampak PMA, Investasi Dalam Negeri, dan Inflatie terhadap PDB Sektor Industri Manufaktur Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.22437/jiseb.v28i02.50545Kata Kunci:
Domestic Investment , FDI , GDP, Inflation, Manufacturing IndustryAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Penanaman Modal Asing (PMA) sektor industri manufaktur, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sektor industri manufaktur, dan inflasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sektor industri manufaktur di Indonesia selama periode 2010–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier berganda untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel investasi dan inflasi terhadap kinerja sektor industri manufaktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial PMA dan PMDN berpengaruh positif terhadap PDB sektor industri manufaktur, sedangkan inflasi berpengaruh negatif. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap PDB sektor industri manufaktur. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan investasi dari dalam maupun luar negeri berperan penting dalam memperkuat kapasitas produksi dan pertumbuhan industri manufaktur, sementara pengelolaan inflasi yang stabil dan terukur diperlukan untuk menjaga efisiensi dan daya saing sektor industri di Indonesia.
Referensi
Badan Koordinasi Penanaman Modal. (2021). Realisasi investasi Indonesia tahun 2021. https://www.bkpm.go.id/id/publikasi/detail/laporan/realisasi-investasi-2021
Badan Pusat Statistik. (2024). Perkembangan Indeks Produksi Industri Manufaktur 2024 (Vol. 14, 2025). Jakarta: BPS.
Badan Pusat Statistik. (2024). Produk Domestik Bruto Indonesia Menurut Lapangan Usaha. BPS RI.
Badan Pusat Statistik. (2025). Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan IV 2024. Jakarta: BPS.
Badan Pusat Statistik. (2025). Statistik Industri Manufaktur Indonesia 2023 (Vol. 12). Jakarta: BPS.
Badan Pusat Statistik. Indeks Harga Konsumen (IHK). www.bps.go.id
Bank Indonesia. Inflasi. www.bi.go.id/id/fungsi-utama/moneter/inflasi
Basuki, A. T., & Prawoto, N. (2016). Analisis regresi dalam penelitian ekonomi dan bisnis. Depok: Rajagrafindo Persada.
Fitri, D. S., Faozan, R. G., Nurkhasanah, S., & Noviarita, H. (2025). Pengaruh pengembangan sektor industri terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Jurnal Rumpun Manajemen dan Ekonomi, 2(1), 204–215. https://doi.org/10.61722/jrme.v2i1.3432
Ghozali, I. (2017). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 25. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Gujarati, D. N. (2007). Dasar-dasar ekonometrika. Jakarta: Erlangga.
Harahap, N. A. P., et al. (2023). Analisis perkembangan industri manufaktur Indonesia. El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam.
Indriyanti, E., Nafis, E. B., Fitriani, A., & Yasin, M. (2023). Transformasi industri dan pembangunan industri terhadap perekonomian. Jurnal Riset Ekonomi dan Akuntansi, 1(4). https://doi.org/10.54066/jrea-itb.v1i4.967
Kementerian Investasi/BKPM. (2024). Laporan realisasi investasi triwulanan 2024. Jakarta: BKPM.
Kementerian Investasi/BKPM. (2024). Realisasi investasi Indonesia tahun 2024. https://www.bkpm.go.id/id/publikasi/detail/laporan/realisasi-investasi-2024
Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. (2019). Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015–2035. https://www.kemenperin.go.id/download/18968
Lestari, G. (2021). Analisis determinan nilai tambah sektor industri manufaktur di Indonesia. Skripsi. Program Studi Ilmu Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Mankiw, G. N. (2003). Teori makroekonomi. Terjemahan. Jakarta: Erlangga.
Nurhayani. (2022). Analisis sektor industri manufaktur di Indonesia. Jurnal Paradigma Ekonomika, 17(3), 17–22.
Otoritas Jasa Keuangan. Pengelolaan investasi. www.ojk.go.id/id/kanal/pasar-modal/Pages/Pengelolaan-Investasi.aspx
Pemerintah Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal. https://peraturan.bpk.go.id/Details/39920/uu-no-25-tahun-2007
Pemerintah Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian. https://peraturan.bpk.go.id/Details/38682/uu-no-3-tahun-2014
Pemerintah Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional Tahun 2015–2035. https://jdih.sumselprov.go.id/storage/userfiles/15pp014.pdf
Pratomo, W. A., & Hidayat, P. (2010). Pedoman praktis penggunaan EViews dalam ekonometrika (Edisi 2). Medan: USU Press.
Pusat Kajian Anggaran. (2021). Perkembangan PMDN dan PMA di Indonesia Tahun 2016–2020. Badan Keahlian – Sekretariat Jenderal, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Jakarta.
Rismawan, L. B., Haryanto, T., & Handoyo, R. D. (2021). Foreign direct investment spillovers and economic growth: Evidence from Asian emerging countries. Ekuilibrium: Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu Ekonomi, 16(1), 49–63. https://doi.org/10.24269/ekuilibrium.v16i1.2021.pp49-63
Rulinawati, Mita. (2017). Pengaruh Inflasi Terhadap Pertumbuhan Industri Pengolahan di Indonesia (Periode 2005–2016). Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten
Sabrina, D. (2025). Peran foreign direct investment dalam pembangunan industri nasional: Studi kasus Hyundai Motor Company. Jurnal Ilmiah Nusantara (JINU), 2(3), 790–801. https://doi.org/10.61722/jinu.v2i3.4631
Salfiah. (2025). Analisis deskriptif hubungan inflasi dan penanaman modal asing (PMA) di Indonesia tahun 2016–2023. Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen, 3(6), 347–359. https://doi.org/10.61722/jiem.v3i6.5276
Salim, H. S., & Sutrisno, B. (2008). Hukum investasi di Indonesia. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Samosir, V. E. (2024). Analisis yuridis pemberian hak istimewa kepada penanam modal asing menurut UU No. 25 Tahun 2007.
Sari, D. M. (2024). Pengaruh suku bunga, money supply, dan nilai tukar terhadap industri manufaktur di Indonesia. UIN Raden Intan.
Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. (2018, 4 Januari). Indonesia’s manufacturing sector has biggest contribution in ASEAN. https://setkab.go.id/indonesias-manufacturing-sector-has-biggest-contribution-in-asean/
Setyanto, A. R., Aprianto, A., Febriansyah, R., & Prayogo, T. (2025). Analisis peran tenaga kerja, investasi, dan inflasi terhadap pertumbuhan sektor industri manufaktur di Indonesia tahun 2000–2020. Jurnal Media Akademik (JMA), 3(11), xx–xx. https://doi.org/10.62281
Sukirno, S. (2003). Pengantar teori makroekonomi. Jakarta: Grafindo Persada.
Sukirno, S. (2006). Makroekonomi: Teori pengantar (Edisi ke-9). Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Suparta, I. W., & Renaldi, I. M. (2025). Analisis peran foreign direct investment, economic complexity index, dan nilai tambah industri manufaktur terhadap pertumbuhan ekonomi di 5 negara ASEAN. Jurnal Ekonomika dan Bisnis (JEBS), 5(5), 1127–1134. https://doi.org/10.47233/jebs.v2i3.3669
Tandelilin, E. (2010). Analisis investasi dan manajemen portofolio. Edisi pertama. Yogyakarta: BPFE.
Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2006). Pembangunan ekonomi (Edisi ke-9). Jakarta: Erlangga.
Umam, Khairul. (2019). Pengaruh Penanaman Modal Asing (PMA), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Tenaga Kerja Terhadap PDRB Sektor Industri di Pulau Jawa Tahun 2010–2017. Skripsi. Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD). Foreign direct investment (FDI). sdgpulse.unctad.org/glossary
Zaki. (2022). Pengaruh pemberian Kredit Usaha Rakyat terhadap pendapatan UMKM di Kota Pariaman pasca Covid-19. Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis (JEMB), 1(1), 17–22. https://doi.org/10.47233/jemb.v1i1.182
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Bungaran Silalahi, Raina Linda Sari, Muhammad SY

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.












