ANALISIS KEBERLANJUTAN TANAMAN KELAPA SAWIT PADA LAHAN GAMBUT DI PROVINSI JAMBI

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.22437/jiseb.v28i01.43706

Kata Kunci:

Oil Palm, Peatlands, SDG's, Self-reliance, Sustainability

Abstrak

Perkebunan kelapa sawit di lahan gambut Provinsi Jambi menimbulkan tantangan keberlanjutan karena dampaknya terhadap lingkungan, khususnya penurunan muka air tanah dan emisi gas rumah kaca. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan, status keberlanjutan, serta faktor pengungkit utama yang memengaruhi keberlanjutan kelapa sawit swadaya di lahan gambut. Penelitian dilaksanakan di tiga kabupaten di Provinsi Jambi menggunakan metode purposive dan simple random sampling, dengan 100 petani sebagai responden. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan kuantitatif menggunakan model RAP-Palm Oil dan Multidimensional Scaling (MDS). Hasil menunjukkan bahwa rata-rata umur tanaman adalah 20 tahun dengan produktivitas 930 Kg/Ha/Tahun. Keberlanjutan kelapa sawit berada pada kategori cukup berkelanjutan dengan skor indeks multidimensi 60,18. Dimensi ekonomi mencatat skor tertinggi (78,65), sedangkan dimensi teknologi (47,07) dan kelembagaan (48,47) terendah. Faktor pengungkit utama meliputi kematangan gambut, harga jual TBS, status kepemilikan lahan, penggunaan benih unggul, dan keberadaan pendamping lapangan. Penelitian ini memberikan gambaran penting bagi pengambilan kebijakan dalam meningkatkan keberlanjutan kelapa sawit di lahan gambut.

Referensi

Afriyanti, D., et al. (2019). Scenarios for withdrawal of oil palm plantations from peatlands in Jambi province and associated carbon emissions. Regional Environmental Change (or similar Springer journal)

Asni. (2005). Analisis Pendapatan Dan Alih Fungsi Lahan Di Kabupaten Labuhan Batu. Tesis. Program Pascasarjana Program Magister Ekonomi Pembangunan. USU.

Budi Harsono, 2006, Hukum Agraria Indonesia Sejarah Pembentukan Undang Undang Pokok Agraria, Isi dan Pelaksanaannya, Jilid I, Penerbit Djambatan, Jakarta.

Borror, D. J., N. F. Johnson and C. A. Triplehorn. 1992. Pengenalan Pelajaran Serangga, edisi ke enam. Terjemahan Soetiyono. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Dahuri,R et al.2001.”Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Peisisir dan Lautan Secara Terpadu.”Jakarta:PT.Pradnya Paramita

Fauzi, A. (2006). Ekonomi sumber daya alam dan lingkungan.

Fauzi, Y., et al., 2008, Kelapa sawit Budi Daya Pemanfaatan Hasil & Limbah Analisis Usaha & Pemasaran. Edisi Revisi. Jakarta: Penebar Swadaya

Hooijer, A., Page, S., Canadell, J. G., Silvius, M., Kwadijk, J., Wösten, H., & Jauhiainen, J. (2010). Current and future CO 2 emissions from drained peatlands in Southeast Asia. Biogeosciences, 7(5), 1505–1514. https://doi.org/10.5194/bg-7-1505-2010

Hooijer, A., Silvius, M., Wösten, H., & Page, S. (2006). PEAT-CO₂: Assessment of CO₂ emissions from drained peatlands in SE Asia. (Report).

Link(PDF): https://np-net.pbworks.com/f/Hooijer%2C%20Silvius%20et%20al%20%282006%29%20PEAT%20CO2%20Assement.pdfn

Ismail, A., et al. (2018). Economic sustainability of smallholder oil palm plantations in Indonesia. Journal of Cleaner Production, 204, 741–750.

Ivancic, H. & Koh, L.P. 2016. Evolution of Suistainable Palm Oil Policy In Southeast Asia. Cogent Environmental Science. Volume 2 No. 1.

Kaat, A., Y. Rusila, M. Silvius, S. Tol dan W. Widyastuti. 2008. Tanya dan Jawab Seputar Gambut di Asia Tenggara, Khususnya Indonesia. Konsorsium CKPP. Kalimatan Tengah. 2-7 hal.

Kavanagh, P., Pitcher, T.J., 2004. Implementing Microsoft Excel Software for Rapfish : A Technique for the Rapid Appraisal of Fisheries Status. Fisheries Centre Research Reports 12 (2), 75

Khasanah, N., et al. (2018). Subsidence and carbon dioxide emissions in a smallholder peatland oil palm landscape

Krisnohadi A. 2011. Analisis Pengembangan Lahan Gambut untuk Tanaman Kelapa Sawit di Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Teknologi Perkebunan dan Lahan Tropika. (1):1-7.

Page, S. E., & Hooijer, A. (2016). In the line of fire: The peatlands of Southeast Asia. Philosophical Transactions of the Royal Society B, 371(1696).

Purnomo, H., et al. (2020). Improving smallholder oil palm sustainability through inclusive value chain governance.Forest Policy and Economics, 119

Roosganda Elizabeth, et. all. 2024. Sistem Pertanian Berkelanjutan. Get Press Indonesia Anggota Ikapi No. 033/Sba/2022. Cetakan pertama, Juni 2024. ISBN : 978-623-125-231-9

Sabinus, S., Yurisinthae, E., & Oktoriana, S. (2021). Implementasi Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO) Pada Petani Kelapa Sawit Swadaya di Kabupaten Sanggau. JSEP (Journal of Social and Agricultural Economics), 14(2), 166-179.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta

Sujarweni, Wiratna. 2014. Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Ward, C., Stringer, L. C., Warren-Thomas, E., Agus, F., Crowson, M., Hamer, K., Hariyadi, B., Kartika, W. D., Lucey, J., Mcclean, C., Nurida, N. L., Petorelli, N., Pratiwi, E., Saad, A., Andriyani, R., Ariani, T., Sriwahyuni, H., & Hill, J. K. (n.d.). Smallholder perceptions of land restoration activities: rewetting tropical peatland oil palm areas in Sumatra, Indonesia. https://doi.org/10.1007/s10113-020-01737-z/Published

Wahyunto et al. (2017). Improving peatland productivity through sustainable agricultural technology. Indonesian Journal of Agronomy, 45(2), 78–87.

Diterbitkan

2025-06-28

Cara Mengutip

ANALISIS KEBERLANJUTAN TANAMAN KELAPA SAWIT PADA LAHAN GAMBUT DI PROVINSI JAMBI. (2025). Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis, 28(01), 43-55. https://doi.org/10.22437/jiseb.v28i01.43706