PENGARUH DAYA DAN WAKTU MAE TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.)
DOI:
https://doi.org/10.22437/jia.v2i1.52590Kata Kunci:
Aktivitas Antioksidan, Belimbing Wuluh, Daya, Ekstraksi, MAE, WaktuAbstrak
Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) termasuk dalam buah yang dikenal memiliki senyawa bioaktif berpotensi sebagai antioksidan. Oleh karena itu, diperlukan metode ekstraksi secara efektif dan efisien untuk mendapatkan ekstrak dengan maksimal. Salah satu metode ekstraksi secara modern yaitu MAE (Microwave Assisted Extraction) dengan menggunakan gelombang mikro sebagai sumber panas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perlakuan daya (150, 300, 450 W) dan waktu (5, 10, 15 menit) ekstraksi buah belimbing wuluh. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental menggunakan RAL dua faktor dengan pelarut etanol 70% serta rasio bahan:pelarut 1:10 (g/mL). Parameter pengujian yaitu rendemen, kadar sisa pelarut (KSP), pH, skrining fitokimia, aktivitas antioksidan, serta total kandungan flavonoid. Hasil penelitian ekstraksi dengan daya dan waktu berpengaruh sangat nyata terhadap nilai rendemen, KSP, serta aktivitas antioksidan. Uji skrining fitokimia memberikan nilai positif pada senyawa flavonoid, alkaloid, dan saponin. Aktivitas antioksidan tertinggi 40,48 ppm (sangat kuat) didapat pada daya 300 W selama 10 menit dengan karakteristik rendemen 53,817%, KSP 1,772, pH 2,04, serta total flavonoid 137,658 mg QE/g.Unduhan
Diterbitkan
2026-05-30
Terbitan
Bagian
Articles
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL ILMIAH AGROINDUSTRI (JIA)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.


