Jejak Sejarah dan Upaya Pelestarian Museum Benteng Vredeburg Sebagai Warisan Budaya Nasional
DOI:
https://doi.org/10.22437/jejak.v6i1.57120Keywords:
Museum Benteng Vredeburg, Pelestarian, SejarahAbstract
Penelitian ini berfokus pada penelusuran perkembangan historis sekaligus upaya pelindungan Museum Benteng Vredeburg sebagai bagian dari warisan budaya nasional. Pendekatan yang digunakan bersifat kualitatif dengan metode deskriptif, yang didukung oleh teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara, serta telaah dokumen. Temuan penelitian mengungkap bahwa museum tersebut memiliki perjalanan sejarah yang cukup panjang. Awalnya dibangun pada masa kolonial Belanda sebagai benteng pertahanan, kemudian mengalami perubahan fungsi pada periode pendudukan Jepang, masa awal kemerdekaan Indonesia, hingga akhirnya ditetapkan sebagai museum yang merepresentasikan perjuangan nasional. Perubahan fungsi ini tidak hanya menggambarkan dinamika politik dan sosial yang terjadi di Indonesia, tetapi juga menunjukkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga warisan budaya. Dalam praktiknya, pelestarian museum dilakukan melalui berbagai langkah, seperti konservasi fisik bangunan, pemeliharaan koleksi, proses fumigasi, serta pemanfaatan teknologi melalui digitalisasi dan penyelenggaraan kegiatan edukatif. Hasil kajian ini menegaskan bahwa museum tersebut tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan artefak sejarah, melainkan juga berfungsi sebagai media pembelajaran dan sarana untuk menumbuhkan kesadaran historis di tengah masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan museum ini memiliki nilai strategis dalam mempertahankan identitas serta ingatan kolektif bangsa.
References
Agustinova, D. E., & Agustinova, D. E. (2022). Strategy For Maintaining Cultural Heritage Objectives. 18(2), 60–68.
Dikarsa, A. A., Nurrohimah, A., Ardani, N., Oktavia, V. N., & Zulkarnaen, B. A. (2024). Eksistensi Museum Benteng Vredeburg Sebagai Sarana Pendidikan Nasionalisme. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Dan Politik, 2(2), 122–130. https://doi.org/10.61476/tchp5210
Handayani, T. (2025). Benteng Vredeburg Simbol Hegemoni Koloni. Universitas Muhammadiyah Malang.
Indriani, S. D., Lies, U., Khadijah, S., Cms, S., & Khoerunnisa, L. (2022). Konservasi Preventif Untuk Mencegah Kerusakan Koleksi pada Museum Geologi Bandung. 13(2), 119–125. https://doi.org/10.20885/unilib.Vol13.iss2.art7
Kriyantono, P. R. (2022). Teknik Praktis Riset Komunikasi Kuantitatif dan Kualitatif: Edisi Kedua. Prenada Media. https://books.google.co.id/books?id=yrkFEQAAQBAJ
Mohamad, S., Hasan, R., & Wantu, A. (2024). Optimalisasi Peran Museum sebagai Sumber Pelestarian Budaya dalam Pembelajaran Sejarah Lokal di Sekolah Optimizing the Role of Museums as Cultural Preservation Resources in Local History Education in Schools. 1(c), 197–202.
Rieswansyah, P. F. A., & Fitriyanti, D. (2020). Kegiatan preservasi di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta sebagai salah satu upaya pelestarian pengetahuan masa lampau. Jurnal Kajian Perpustakaan, Informasi, Dan Kearsipan, 21(1), 89–96.
Sari, M. L., Wisdianti, D., Pembangunan, U., & Budi, P. (2024). Analisis Sejarah Karya Arsitektur Bangunan Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Museum Benteng Vredeburg awalnya merupakan benteng peninggalan kolonial Belanda yang dibangun pada abad ke-18 . Fungsi awalnya sebagai benteng pertahanan media digital sering k. Jurnal Teknik Dan Teknologi Indonesia, 2(3).
Say, M. R. (2024). Revitalisasi dan Pemeliharaan Museum Benteng Vredeburg, Upaya IHA dalam Mengoptimalisasi Fasilitas dan Pelayanan Publik di Museum. Indonesian Heritage Agency.
Sejarah, P., & Budaya, C. (2022). Edukasi Masyarakat tentang Pelestarian Peninggalan Sejarah dan Cagar Budaya. 16(2), 99–111.
Sulistiya, V. A. (2021). Buku Panduan Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta (F. H. Irawan (ed.)). Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Direktorat Jendral Kebudayaan.
Sulistiyo, U. (2023). Metode Penelitian Kualitatif. PT Salim Media Indonesia. https://books.google.co.id/books?id=nJm8EAAAQBAJ
Ummah, M., & Rahmaillah, F. M. (2024). Revitalisasi Bangunan Kuno ; Menggali Potensi Seni dan arsitektur Dalam Pelestarian Museum Dr . Saleh di Probolinggo , Jawa Timur Universitas Islam Negeri Walisongo semarang , Indonesia.
Wibowo, K. B. (2024). Peran Museum Dalam Pelestarian Sejarah Dan Budaya Masyarakat Abdullah Faqih Batubara 1 Prodi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Sosial, UIN Sumatera Utara Medan. Jurnal Perpustakaan, 6(2), 41–50.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Zahrotul Mahfuzhoh, Najwa Ayunda Aszhara, Fayza Audrya Prastoko, Hawin Setiawan, Nastiti Mufidah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







