Tradisi Bemasak dan Kocek Bawang di Desa Sungai Buaya Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan
DOI:
https://doi.org/10.22437/jejak.v6i1.56136Keywords:
Tradition, Bemasak and Koceng Bawang, Sungai Buaya VillageAbstract
Tradisi Kocek Bawang merupakan suatu kegiatan dimana seluruh keluarga, sanak, saudara beserta tetangga berkumpul untuk membantu mempersiapkan acara resepsi pernikah atau acara khitanan yang akan diselenggarakan oleh warga Desa Sungai Buaya. Bemasak atau Ngocek Bawang ini dilakukan sebelum puncak acara resepsi tepatnya satu hari sebelum acara dimulai yang biasanya dilakukan pada hari sabtu jika acara nya minggu dan kegiatannya didominasi oleh para perempuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tradisi yang ada di Desa Sungai Buaya sebagai bentuk pelestarian terhadap budaya lokal daerah. Pada penelitian kali ini, digunakan metode deskriptif kualitatif serta teknik yang digunakan dalam pengumpulan data melalui observasi, wawancra serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini sampai sekarang masih diberlakukan di Desa Sungai Buaya serta menjadi wujud pelestarian terhadap tradisi lokal daerah agar tidak hilang dan tetap ada.
References
Ancelet, Barry Jean. 2020. “Contemporary French and Francophone Studies Tradition and Change in Contemporary Cajun Culture Cajun Culture.” Contemporary French and Francophone Studies 24(1):86–103. doi: 10.1080/17409292.2020.1754681.
Diem, Anson Ferdiant. 2012. “Wisdom of the Locality.” Berkala Teknik 2(4):299–305.
Eko, Bherta Sri, and Hendar Putranto. 2019. “The Role of Intercultural Competence and Local Wisdom in Building Intercultural and Inter- Religious Tolerance The Role of Intercultural Competence and Local Wisdom In.” Journal of Intercultural Communication Research 00(00):1–29. doi: 10.1080/17475759.2019.1639535.
Fredin, Sabrina, and Marina Jogmark. 2017. “Local Culture as a Context for Entrepreneurial Activities.” European Planning Studies 0(0):1–19. doi: 10.1080/09654313.2017.1306028.
Grumlose, Lotte Hedegaard Soerensen &. Sine Penthin. 2020. “Student-Teacher Dialogue for Lesson Planning : Inclusion in the Context of National Policy and Local Culture.” Nordic Journal of Studies in Educational Policy 6(1):25–36. doi: 10.1080/20020317.2020.1747376.
Kartiningrum, Eka Diah. 2015. “Panduan Penyusunan Studi Literatur.” Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Majapahit, Mojokerto 1–9.
Kurniawan, M., Emil El Faisal, and Kurnisar Kurnisar. 2019. “Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Perubahan Adat Istiadat ‘Ngocek Bawang’ Di Kelurahan Indralaya Mulya Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir.” Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori Dan Praktik Pendidikan PKn 6(1):134–52. doi: 10.36706/jbti.v6i1.7928.
Melina, Mita, Ulfi Putra Sany, Mustolehudin. 2020. “Tradisi Siklus Hidup Masyarakat Perkotaan Di Era Normal Baru (Studi Living Qur’an Pada Masyarakat Pedalangan, Banyumanik, Semarang) The.” Jurnal Khazanah Keagamaan 8(2):125–44.
Prasanti, Ditha. 2018. “Penggunaan Media Komunikasi Bagi Remaja Perempuan Dalam Pencarian Informasi Kesehatan.” LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi 6(1):13–21. doi: 10.30656/lontar.v6i1.645.
Sahadi. 2019. “Pelestarian Kebudayaan Daerah Melalui Kesenian Dodod Di Kampung Pamatang Desa Mekarwangi Kecamatan Saketi Kabupaten Pandeglang.” Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara 6(4):315–26.
Salim, Munir. 2016. “Adat Sebagai Budaya Kearifan Lokal Untuk Memperkuat Eksistensi Adat Ke Depan.” Al Daulah : Jurnal Hukum Pidana Dan Ketatanegaraan 5(2):244–55. doi: 10.24252/ad.v5i2.4845.
Smith, Anthony Paul. 2014. “Against Tradition To Liberate Tradition.” Angelaki: Journal of the Theoretical Humanities 19(2):37–41. doi: 10.1080/0969725X.2014.950870.
Supriadi, Sudawan, and Sunarti. 2020. “Tradisi Ningkuk Masyarakat Komering.” Jurnal Sosialita 13(1):79–94.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ervina, Eko Handoyo, Hanafi Hussin, Indriana Eko Armadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







