Integrasi Nilai-nilai Humanisme Dalam Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 7 Surakarta
DOI:
https://doi.org/10.22437/jejak.v6i1.55149Keywords:
Pembelajaran Sejarah, Humanisme, Karakter Peserta DidikAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi dari kenyataan bahwa pembelajaran sejarah masih cenderung menitikberatkan pada hafalan fakta, sehingga nilai-nilai kemanusiaan belum terinternalisasi secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji efektivitas penerapan nilai-nilai humanisme dalam pembelajaran sejarah serta mengidentifikasi kendala atau hambatan yang muncul dalam proses tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap guru sejarah sebagai informan utama, observasi dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai humanisme dalam pembelajaran sejarah tergolong efektif dalam membentuk karakter peserta didik. Hal ini ditandai dengan meningkatnya kemampuan berpikir kritis, berkembangnya empati terhadap peristiwa sejarah, serta munculnya sikap toleransi dan kepedulian sosial. Namun terdapat beberapa hambatan, seperti keterbatasan waktu pembelajaran, tuntutan kurikulum, kesulitan dalam menilai aspek afektif, serta keterbatasan literasi kritis siswa.
References
Ariani, D., & Nuryana, E. (2019). "Fenomenologi dalam Penelitian Pendidikan: Membedah Pengalaman Belajar Siswa dalam Pembelajaran Sejarah." Jurnal Pendidikan Sejarah, 8(1), 45- 58.
Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (edisi revisi). Jakarta: Rineka Cipta.
Astuti, I. (2020). "Pendekatan Fenomenologi dalam Penelitian Pendidikan: Pengalaman Guru dalam Mengajarkan Pendidikan Karakter." Jurnal Pendidikan Karakter, 5(2), 101-112.
Barudin. (2019). Menyemai implementasi pendidikan humanistik pada abad 21 dalam Kurikulum 2013. El-Tarbawi, 12(1), 55–63.
Bastable, J. (2006). The Importance of Using Humanistic Theory in Teaching English. Universal Journal on Innovative Education.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Dinata, D., Tangga, Y., Zhannisa, Z., Hinda, U., & Narfangurohim, N. (2024). Analisis implementasi Kurikulum Merdeka dalam perspektif teori belajar humanistik. Jurnal Pendidikan Tambusai.
European Journal of Psychology of Education. (2020). Humanizing and conducive to learning: adolescents’ perspective… European Journal of Psychology of Education, 35, 1–20
Hidayat, W., Wijaya, K. C., Rahmatsyah, R., & Ramadhani, N. (2025). Analisis pendekatan humanisme dalam pembelajaran Kurikulum Merdeka: Dampaknya terhadap karakter mandiri siswa sekolah dasar.
Hidayati, R. (2018). "Menggunakan Pendekatan Fenomenologi dalam Penelitian Pendidikan: Studi Kasus Pengajaran Sejarah dengan Pendekatan Humanisme." Jurnal Penelitian Pendidikan, 10(3), 77-89
Hudaya, S., & Supriyanto, A. (2020). Pendidikan humanistik holistik sebagai arah konsep pendidikan merdeka belajar di Indonesia. Seminar Nasional APFIP.
Kamza, M., Rasnawi, R., & Furqan, M. H. (2020). Pendidikan humanistik melalui pembelajaran sejarah (suatu kajian terhadap pencapaian tujuan pendidikan nasional). Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan, 33–39.
Kemendikbudristek. (2022). Panduan Implementasi Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kemendikbudristek. (2022). Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024: Kerangka Dasar Kurikulum.
Kuntowijoyo. (1995). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Bentang Budaya.
Maslow, A. H. (1943). A theory of human motivation. Motivation and Personality. Harper & Brothers Vol. 50, No 4
Metrahultikultura, & Gunartati, G. (2023). Pendidikan humanistik melalui nilai-nilai budaya dalam benda peninggalan praaksara (purbakala) dalam pembelajaran sejarah. Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan, 7(1).
Muhammad Yamin. (1950-an). Sejarah Kebudayaan Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Mulyasa, E. (2022). Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran. Bandung: Rosda Karya.
Pestalozzi, J. H. Leonard and Gertrude: A popular story. Philadelphia, PA: Printed for and sold by Joseph Groff; Robert Carr (Printer).
Prasetyo, A., & Hidayat, R. (2022). Strategi Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 7(1), 35–45.
Purwanto, M. (2018). Pembelajaran Sejarah yang Berorientasi pada Nilai Kemanusiaan. Sejarah dan Pendidikan, 22(2), 31-40.
Rogers, C. R. (1951). Client-centered teaching techniques. In Freedom to Learn. Merrill.
Rogers, C. R. (1957). Person-centered therapy: its current practice, implications, and theory. Houghton Mifflin.
Saputri, S. (2022). Pentingnya menerapkan teori belajar humanistik dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada jenjang sekolah dasar. EduBase: Journal of Basic Education, 3(1), 47–59.
Setiawan, D. (2019). Integrasi Nilai-Nilai Humanisme dalam Pembelajaran Sejarah di Sekolah. Pendidikan Sejarah, 15(2), 45-56.
Soedjito, R. (2017). Pembelajaran Sejarah dengan Pendekatan Humanisme di Sekolah Menengah Atas. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 22(1), 25-38.
Sugiyono ( 2019). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta
Sutrisno, D. (2015). Pengembangan Pembelajaran Sejarah dengan Pendekatan Humanisme. Pendidikan Sejarah, 12(1), 47-56.
Untari, L. (2016). An epistemological review on humanistic education theory. Leksema Jurnal Bahasa dan Sastra, 1(1), 59–72.
Winarko, B., & Budiwati, N. (2024). Humanistic pedagogy: Approaches to enhancing individual development in modern education. STAI Miftahul Ula Nganjuk, 8(1).
Winarko, B., & Budiwati, N. (2024). Humanistic Pedagogy: Approaches to Enhancing Individual Development in Modern Education. EDUTEC: Journal of Education and Technology, 8(2), 262–271.
Wiryanto, W., & Anggraini, G. O. (2022). Analisis pendidikan humanistik Ki Hajar Dewantara dalam konsep kurikulum merdeka belajar. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan, 15(1), 33–45.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rosa Estri Kinasih, Sariyatun

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







