Fungsi Strategis Benteng Van The Bosch dalam Sejarah Kolonial di Jawa Timur

Authors

  • Aini Ambar Wangi UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
  • Findin Owiyun Olby UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
  • Dimas Widiatmoko UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
  • Dany Ifallah UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
  • Hasna Setyaningrum UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
  • Fitri Istinawati UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

DOI:

https://doi.org/10.22437/jejak.v6i1.55086

Keywords:

sejarah kolonial, fungsi strategis, benteng van den bosch

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi strategis Benteng Van den Bosch dalam konteks sejarah kolonial di Jawa Timur dan juga sebagai sumber belajar IPS. Benteng ini merupakan salah satu peninggalan kolonial Belanda yang dibangun pada abad ke-19 dengan pertimbangan militer dan geografis yang matang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif menggunakan pendekatan historis-deskriptif melalui studi pustaka dan analisis dokumen, dengan sumber utama buku Benteng Van den Bosch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benteng ini dirancang dengan prinsip arsitektur militer Eropa yang disesuaikan dengan kondisi tropis dan strategi pertahanan teritorial. Lokasinya yang berada di pertemuan Sungai Bengawan Solo dan Sungai Madiun memperkuat perannya dalam pengawasan jalur transportasi dan mobilitas pasukan kolonial. Selain sebagai pusat pertahanan, benteng ini juga berfungsi sebagai simbol kekuasaan kolonial di wilayah pedalaman Jawa Timur. Dengan demikian, Benteng Van den Bosch memiliki nilai historis yang penting dalam memahami sistem pertahanan dan praktik kolonialisme di Indonesia.

References

Annasthasya, D., Alfindoria, I., Rahayu, S., & Khair, O. I. (2025). Metodologi Penelitian Kualitatif: Tinjauan Literatur Dalam Konteks Pendidikan. Jurnal Ilmiah Multidisipin, 3(7), 423–429. https://doi.org/10.60126/jim.v3i7.1070

BENTENG_VAN_DEN_BOSCH.pdf. (t.t.).

Carey, P. (2007). The Power of Prophecy: Prince Dipanagara and the End of an Old Order in Java, 1785-1855. KITLV Press.

Chawari, M., & Pratama, H. R. (2021). Benteng Van den Bosch dalam lintasan sejarah (N. Abbas, Ed.; hlm. 1–96). Balai Arkeologi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. https://arkeologijawa.kemdikbud.go.id/

Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. 21(1).

Gunawan, T. (2001). Indonesian Heritage: Architecture. 6. Archipelago Press.

https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/0096144219873341?utm_source=chatgpt.com

Logan, W. (2019). Managing Cultural Heritage in Asian Cities—William Logan, 2020. Journal of Urban History.

https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/0096144219873341?utm_source=chatgpt.com

Nas, P. (2011). Cities Full of Symbols: A Theory of Urban Space and Culture. Amsterdam University Press.

Passchier, C. (2016). Building in Indonesia, 1600-1960. LM Publishers.

Purnawati, M. (2018). PERUBAHAN FUNGSI BENTENG PENDEM VAN DEN BOSCH DI NGAWI PADA TAHUN 1962-201. 6(2).

Ricklefs, M. C. (2001). A History of Modern Indonesia Since C. 1200. Stanford University Press.

Rosikin, A., & Hartono, Y. (t.t.). MUSEUM BENTENG VAN DEN BOSCH (BENTENG PENDEM) DI KELURAHAN PELEM KECAMATAN NGAWI KABUPATEN NGAWI (LATAR BELAKANG SEJARAH, NILAI, DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH).

Sugiarti, R., Warto, W., & Supariadi, S. (2020). Spatial-Based Management of Van den Bosch Fortress to Revitalize Historical Assets and Develop Unique Cultural Tourism. E-Journal of Tourism, 116. https://doi.org/10.24922/eot.v7i1.58834

Susanto, D., Untari, E., & Khoiri, H. A. (2026). Eksplorasi Etnomatematika Pada Benteng “Van Den Bosch” Ngawi. Polinomial : Jurnal Pendidikan Matematika, 5(1), 100–109. https://doi.org/10.56916/jp.v5i1.3044

UU No. 11 Tahun 2010. (t.t.). Database Peraturan | JDIH BPK. Diambil 18 April 2026, dari http://peraturan.bpk.go.id/Details/38552/uu-no-11-tahun-2010

Downloads

Published

2026-06-29

How to Cite

Fungsi Strategis Benteng Van The Bosch dalam Sejarah Kolonial di Jawa Timur. (2026). JEJAK : Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah, 6(1), 111-122. https://doi.org/10.22437/jejak.v6i1.55086