Dinamika Tradisi Bersih Desa Keduk Beji di Desa Dero Kabupaten Ngawi Tahun 2000-2023

Authors

  • Mona Shenny Ratna Amelia Sultan Ageng Tirtayasa University image/svg+xml
  • Tubagus Umar Syarif Hadiwibowo Sultan Ageng Tirtayasa University image/svg+xml
  • Eko Ribawati

DOI:

https://doi.org/10.22437/jejak.v6i1.49964

Keywords:

Tradisi Keduk beji, Bersih Desa, Kearifan Lokal, Nilai Budaya, Ngawi

Abstract

Tradisi Bersih Desa Keduk Beji di Desa Dero Kabupaten Ngawi merupakan wujud kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun sebagai bentuk rasa syukur terhadap hasil bumi sekaligus sarana menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan Tuhan Yang Maha Esa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah kemunculan tradisi, menganalisis dinamika pelaksanaannya pada periode 2000–2023, serta mengungkap makna dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan metode historis dengan tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui studi pustaka, observasi lapangan, dan wawancara dengan tokoh masyarakat, perangkat desa, serta pelaku budaya setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Keduk Beji telah mengalami dinamika yang dipengaruhi oleh kebijakan daerah, perubahan sosial, dan modernisasi, namun tetap bertahan melalui adaptasi nilai-nilai religius dan sosial. Pada masa kepemimpinan Kepala Desa Ariyadi sejak 2013, kegiatan pengajian umum menjadi bagian dari prosesi tradisi, memperkuat sinergi antara aspek religius dan budaya. Di masa pandemi Covid-19 (2020–2021), pelaksanaan tradisi disederhanakan tanpa menghilangkan makna utamanya, dan kembali semarak pada 2022–2023. Tradisi ini mencerminkan nilai moral, sosial, spiritual, ekologis, dan edukatif yang berperan penting dalam memperkuat identitas serta solidaritas masyarakat lokal.

References

Ahimsa-Putra, H. S. (2001). Struktur dan makna dalam kebudayaan Jawa. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Basrowi, & Suwandi. (2008). Memahami penelitian kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta.

Endraswara, S. (2006). Metodologi penelitian kebudayaan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Habsari, S. (2018). Kearifan lokal dalam tradisi masyarakat Jawa. Surakarta: UNS Press.

Hidayah, Z. (2018). Kebudayaan dan masyarakat Jawa. Yogyakarta: Ombak.

Joyomartono, S. (1991). Adat istiadat dan kepercayaan Jawa. Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Poespowardojo, S. (1993). Strategi kebudayaan: Suatu pendekatan filosofis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Puguh, Dhanang Respati, Amaruli, Rabith Jihan, & Utama, Mahendra Pudji. (2021). COVID-19 Pandemic, Javanese Rituals, and Social Solidarity. E3S Web of Conferences, 317, 1045. EDP Sciences.

Spradley, J. P. (2007). Metode etnografi. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Sugiyono. (2013). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sztompka, P. (2010). Sosiologi perubahan sosial. Jakarta: Prenada Media Group.

Wahyu, R. (2016). Makna simbolik tradisi sedekah bumi legenanan pada masyarakat desa kalirejo kecamatan talun kabupaten pekalongan (skripsi). Universitas Negeri Semarang.

Wiyasa, I. B. (1996). Kearifan lokal dan pelestarian budaya Bali. Denpasar: Universitas Udayana Press.

Downloads

Published

2026-06-29

How to Cite

Dinamika Tradisi Bersih Desa Keduk Beji di Desa Dero Kabupaten Ngawi Tahun 2000-2023 . (2026). JEJAK : Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah, 6(1), 53-64. https://doi.org/10.22437/jejak.v6i1.49964