Sejarah Perkembangan dan Pelestarian Cagar Budaya Masjid Raja Pauh Ranap Sebagai Wisata Religi di Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu Tahun 2017-2024
DOI:
https://doi.org/10.22437/jejak.v6i1.48376Keywords:
Sejarah Perkembangan, Pelestraian, Cagar Budaya, Masjid Raja Pauh Ranap, Wisata ReligiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan dan pelestarian cagar budaya Masjid Raja Pauh Ranap Sebagai wisata religi di Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu. Metode yang digunakan adalah metode penelitian historis. Data diperoleh melalui wawancara, survey, dokumentasi, jurnal, Arsip dan sumber dokumentasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Masjid Raja Pauh Ranap didirikan atas perintah Sultan Muda Ibrahim. Masjid ini berdiri pada tahun 1929, pembangunannya dibantu oleh seorang mualaf yang berasal dari Tionghoa sehingga bentuk bangunan menciptakan paduan antar dua budaya yaitu budaya melayu dan Tionghoa. Sebagai masjid tertua di wilayah tersebut, bangunan ini menyimpan nilai historis dan spiritual tinggi, termasuk makam Raja Muhammad Sultan Muda Indragiri di depan mimbarnya. Masa pemerintahan Bapak bupati Yopi Hariyanto, S.E tahun Masjid Raja Pauh Ranap ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat Provinsi tahun 2017 dan terus mengalami perkembangan hingga tahun 2024 masa pemerintahan bupati Ibu Rezita Meylani Yopi, S.E, masjid ini masuk dalam pemeringkatan bangunan cagar budaya tingkat Kabupaten. Upaya Pelestarian yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat setempat telah berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan cagar budaya. Namun, masih terdapat beberapa faktor penghambat yang perlu diatasi untuk meningkatkan kualitas pelestarian dan pengembangan Masjid Raja Pauh Ranap sebagai wisata religi.
References
Anshori, A., et al. (2024). Upaya pelestarian cagar budaya Situs Patapan di Kecamatan Kibin Kabupaten Serang pada tahun 2010–2022. JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah, 9(4), 682–693.
Ariyani, S., Isjoni, & Melay, R. (2017). Peranan Datuk Empat Suku dalam Sistem Pemerintahan Kerajaan Siak Tahun 1723–1945.
Azhar, A. (2021). Pengembangan potensi pariwisata religi ... Jurnal Indragiri Penelitian Multidisiplin, 1(1).
Chotib, M. (2015). Potensi pengembangan wisata religi di Kabupaten Jember. IAIN Jember Press.
Daliman, A. (2015). Metode Penelitian Sejarah. Ombak.
Danto, E. A. (2008). Historical research. Oxford University Press.
Fikri, A. (2019). Paradigma Sejarah Lokal dalam Metodologi Penelitian Sejarah dan Pembelajaran Sejarah. UR Press Pekanbaru.
Hayati, L. R., et al. (2024). Mengungkap warisan budaya lokal: Eksplorasi sejarah dan potensi Masjid Raja Pauh Ranap sebagai bagian dari pengabdian mahasiswa Kukerta MBKM Universitas Riau. Jurnal Selekta PKM: Pengabdian Masyarakat dan Kukerta, 2(2), 19–29.
IPSD, S. D., & Dwijendra, N. K. A. (2023). Peran pemerintah dalam upaya pelestarian cagar budaya Situs Goa Gajah di Gianyar, Bali. NALARs, 22(1), 9–16. https://doi.org/10.24853/nalars.22.1.9-16
Irmayana, I., Bara, F. A. B., & Siregar, Y. D. (2024). Dampak Kerajaan Siak Sri Indrapura terhadap kebudayaan Melayu di Riau. Hijaz: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 3(3), 69–76.
Khairiah, S. (2024). Pendidikan agama Islam di Kesultanan Siak Sri Indrapura (1917–1945). Penerbit NEM.
Laily, F. R., & Syafriyani, I. (2022). Pengembangan cagar budaya wisata religi Asta Tinggi dalam meningkatkan potensi pariwisata di Kabupaten Sumenep. Governance: Jurnal Kebijakan & Manajemen Publik, 12(2), 92–105. https://doi.org/10.38156/gjkmp.v12i2.127
Mesrayani, A., Putri, A. J., & Angel, A. M. (2026). Perkembangan Wilayah Kota Pekanbaru Masa Kolonial Hingga Masa Orde Lama. Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner, 2(4), 247–259.
Nurcahya, Y. (2025). Sejarah Islam di Johor sampai Riau. Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya, 1(2), 89–97.
Rajasa, D. (2024). Peran pemerintah dalam perlindungan cagar budaya Benteng Vastenburg di Kota Surakarta [Doctoral dissertation, Universitas Gadjah Mada].
Roza, E. (2016). Islamisasi di Riau: Kajian sejarah dan budaya tentang masuk dan berkembangnya Islam di Kuntu Kampar. POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam, 2(1), 133–164.
Roza, E. (2017). Sejarah Islam Riau. Aswaja Pressindo.
Santika, M., & Roza, E. (2023). The Kingdom of Siak a symbol of Islamic civilization in East Riau. Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 2(2), 380–391.
Saputra, Z. A. (2021). Pengelolaan Masjid Raya Rengat sebagai objek wisata religi di Indragiri Hulu [Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau].
Saputri, E. (2023). Upaya Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata dalam pengembangan Masjid Raja Pauh Ranap sebagai wisata religi di Kabupaten Indragiri Hulu [Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau].
Sulistiawati, et al. (2017). Kerajaan Indragiri pada masa pemerintahan Paduka Maulana Sri Sultan Alauddin Iskandar Syah Johan Zirullah Fil Alam (Narasinga II) tahun 1473–1532 [Doctoral dissertation, Universitas Riau].
Suprihardjo, R. (2016). Pengembangan kawasan cagar budaya Ampel sebagai potensi pariwisata religi di Surabaya. Jurnal Penataan Ruang, 11(1), 30–38. https://doi.org/10.12962/j2716179X.v11i1.5213
Suroyo, S., Putra, B. M., & Soedjiwo, N. A. F. (2026). Lir Ilir and the decolonial pedagogy of Sunan Kalijaga: Reclaiming Javanese epistemology in Islamic philosophy of education. Educational Philosophy and Theory, 1–19. https://doi.org/10.1080/00131857.2026.2653155
Suroyo, S., Putra, B. M., Soedjiwo, N. F., & Adnan, F. (2025). Peyek and social change: An analysis of Peyek's impact on cultural identity and da'wah in Yogyakarta. Journal of Islamic History and Manuscript, 4(1), 83–100. https://doi.org/10.24090/jihm.v4i1.13202
Suroyo, S., Soedjiwo, N. A. F., Entas, D., & Putra, B. M. (2023). Aghi Ghayo Onam: Religious and costumery tradition by Malay Kampar people in Islamic perspective. Analisa: Journal of Social Science and Religion, 8(2), 203–219.
Suroyo, S., Trisnawati, I. A., Entas, D., Soedjiwo, N. A. F., & Putra, B. M. (2026). Spirituality on psychological well-being among Javanese Muslims in Yogyakarta through Ruwatan (self-cleansing rituals). Mental Health, Religion & Culture, 1–24. https://doi.org/10.1080/13674676.2025.2571642
Syaputra, A. M. A., Haidir, H., & Agustian, E. (2024). Pengembangan kawasan cagar budaya pada objek wisata religi Makam Kawah Tengkurep Kota Palembang. Journal of Plano Studies, 1(2), 83–93. https://doi.org/10.36982/jops.v1i2.5004
Widdersheim, M. M. (2018). Historical case study: A research strategy for diachronic analysis. Library & Information Science Research, 40(2), 144–152.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Putri Kholillah, Suroyo, Refli Surya Barkara

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







