Analisis Buku Tematik II Kelas III Kurikulum 2013 Menyayangi Tumbuhan dan Hewan untuk Pembelajaran Abad Ke-21

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.22437/gentala.v7i1.18131

Kata Kunci:

Pembelajaran, Tematik, Kurikulum 2013, Abad Ke-21

Abstrak

Penelititan ini dilatar belakangi dari perspektif Pujiriyanto (2019) mengenai teori pendidikan dan tuntutan pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan abad ke-21. Proses pelaksanaan pendidikan harus selalu dinamis, yaitu selalu menyesuaikan model-model dan kegiatan pembelajaran dengan bermacam-macam karakteristik siswa yang hidup pada zamannya, atau yang dikenal dengan generasi milenial (z) pada masa kini. Sedangkan majoritas para guru di Indonesia hanya mengandalkan kegiatan pembelajaran yang tersedia di dalam buku tematik yang disediakan pemerintah untuk mengimplementasikan Kurikulum Tahun 2013.

Berkaitan dengan karakteristik siswa pada abad ke-21 ini telah banyak dibicarakan oleh pakar pendidikan, siswa abad ke-21 ini memiliki karakteristik sangat berbeda dengan karakteristik guru mereka yang juga menjadi siswa jauh sebelum menjadi guru. Oleh karena itulah penelitian ini dilakukan untuk menganalisa kegiatan pembelajaran pada Buku Tematik II Kelas III “Menyayangi Tumbuhan dan Hewan†dengan Menggunakan Karakteristik Pembelajaran Abad Ke-21.

Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode analisis isi kualitatif (qualitative content analysis). Data dari penelitian adalah kegiatan pembelajaran berkarakteristik abad ke-21 yang ditemukan dari buku guru dan buku siswa pada Buku Tematik II Kelas III “Menyayangi Tumbuhan dan Hewan.â€

Dari hasil analisis penelitian, dapat disimpulkan Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Kelas III, Tema 2: Menyayangi Tumbuhan dan Hewan, terbitan Kemendikbud Indonesia, tidak lagi memenuhi karakteristik peserta didik abad ke-21 dan tidak dapat digunakan sebagai sumber belajar yang efektif yang memfasilitasi siswa untuk mencapai tujuan pemebelajaran, baik dari segi keilmuan, sikap dan keterampilan, walaupun beberapa indikator masih terlihat relevan.

Referensi

Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Sukabumi, Jawa Barat: CV Jejak.

Bishop, J. (2006). Partnership for 21st Century Skills. For the Learning of Mathematics, an International Journal of Mathematics Education, 7-11.

Creswell, J. (1994). Research Design: Qualitative and Quantitative Approach. London: SAGE Publications.

Dominick, J. (2000). Mass Media Research, an Introduction. Belmont CA: Wadsworth Publishing Company.

Koehler, M. J., Mishra, P., Ackaoglu, & Rosenberg. (2013). The Technological Pedagogical Content Knowledge Framework for Teachers and Teacher Educators. Commonwealth Educational Media Centre for Asia.

Pujiriyanto. (2019). PERAN GURU DALAM PEMBELAJARAN ABAD 21. Jakarta: Modul Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Setyosari, P. (2014). Menciptakan pembelajaran yang efektif dan berkualitas. Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran, 20-30.

Syahrial, Asrial, Kurniawan, D., & Nugroho, P. (2019). Increased Behavior of Students' Attitudes to Cultural Values Using the Inquiry Learning Model Assisted Ethno constructivism. Journal of Educational Science and Technology, 166-175.

Yusup, P., & Saepudin, E. (2017). Praktik literasi informasi dalam proses pembelajaran sepanjang hayat (information literacy practices in the process of lifelong learning). Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan, 79-94.

Diterbitkan

2022-06-30

Cara Mengutip

Analisis Buku Tematik II Kelas III Kurikulum 2013 Menyayangi Tumbuhan dan Hewan untuk Pembelajaran Abad Ke-21. (2022). Jurnal Gentala Pendidikan Dasar, 7(1), 98-119. https://doi.org/10.22437/gentala.v7i1.18131