KAJIAN INTERAKSI OBAT BERDASARKAN KATEGORI SIGNIFIKANSI KLINIS TERHADAP POLA PERESEPAN PASIEN RAWAT JALAN DI APOTEK X JAMBI

Authors

  • Ovi Amelia Agustin
  • Fitrianingsih Fitrianingsih

Keywords:

drug interactions, clinical significance, presciptions, drug store

Abstract

ABSTRACT

One of the problem that caused by in patient prescription pattern which can affect the outcome is drug interactions. Drug interactions is a condition that occur when a drug is altered by the effect of other drugs, food or beverages. Drug interaction can cause a reduction of therapeutic, increasing of toxicity or pharmacological activity that is not expected. Based on the level of clinical significance, drug interactions are classified into three : major, moderate and minor. This research was aimed to determine the potency of drug interaction based on clinical significance of the patient’s prescription at the drug store of X Jambi, then to identified the effect and know to treat them well. This was a cohort prospective method with observe and study the prescriptions for a potentially interaction of drugs. Data analyses were descriptive by knowing the potential drug interactions using Medscape applications. 30 prescriptions have potential drug interactions of all 250 prescriptions with 48 interactions of the drug component. The largest percentage 57.44% potential drug interactions followed by minor drug interactions with 36.17% then 6.38% mayor potential interactions. The role of pharmacist is principally about the side effect of drugs and drug interactions when the patients take two or more drugs at the same time.

 

Keywords : drug interactions, clinical significance, presciptions, drug store.

 

 

ABSTRAK

Salah satu masalah yang ditimbulkan dalam pola peresepan pasien yang dapat mempengaruhi outcome klinis pasien adalah interaksi obat. Interaksi obat merupakan interaksi yang dapat terjadi apabila efek obat diubah oleh obat lain, makanan, atau minuman. Dampak yang mungkin terjadi jika terdapat potensi interaksi obat antara lain adalah penurunan efek terapi, peningkatan toksisitas, atau efek farmakologis yang tidak diharapkan. Berdasarkan level signifikansi klinis, interaksi obat diklasifikasikan menjadi tiga yaitu mayor, moderate dan minor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi interaksi obat berdasarkan level signifikansi klinis terhadap pola peresepan pasien rawat jalan di Apotek X Jambi, mengetahui dampak yang mungkin terjadi serta mengetahui bagaimana cara penanganannya. Metode penelitian yang digunakan cohort prospektif dengan melakukan pengamatan serta pengkajian terhadap resep yang berpotensi terjadi interaksi obat. Analisa data dilakukan secara deskriptif dengan mengetahui gambaran potensi interaksi obat menggunakan aplikasi Medscape. Total dari 250 resep terdapat 30 resep mengalami interaksi dengan 48 kejadian interaksi. Persentase terbesar ditunjukkan dari potensi interaksi obat yang tergolong dalam kategori moderate sebesar 57,44% diikuti dengan potensi interaksi minor sebesar 36,17% dan mayor sebesar 6,38%. Diperlukannya peran seorang farmasis terutama mengenai efek samping dan interaksi obat yang dapat terjadi ketika pasien menggunakan dua buah obat atau lebih dalam waktu yang bersamaan.

 

Kata Kunci: Interaksi obat, signifikansi klinis, resep, Apotek.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Rahmawati F, Handayani R, Gosal V. Kajian Retrospektif Interaksi Obat di Rumah Sakit Pendidikan Dr. Sardjito Yogyakarta. Maj Farm Indones. 2006;17(4):177–83.

Bailie GR, Johnson CA, Mason NA, Peter WLS. Med facts. Pocket guide of drug interactions. Bone care Int. 2004;

Sjahadat AG, Muthmainah SS. Analisis interaksi obat pasien rawat inap anak di rumah sakit di Palu. Indones J Clin Pharm. 2013;2(4):153–8.

Gapar RS. Interaksi Obat Beta-Blocker dengan Obat-obat lain. 2003;

Tjay TH, Rahardja K. Obat-obat penting: khasiat, penggunaan dan efek-efek sampingnya. Elex Media Komputindo; 2007.

Chelkeba L, Alemseged F, Bedada W. Assessment of potential drug-drug interactions among outpatients receiving cardiovascular medications at Jimma University specialized hospital, South West Ethiopia. Int J Basic Clin Pharmacol. 2013;2(2):144–52.

Annisa N, Abdulah R. Potensi Interaksi Obat Resep Pasien Geriatri: Studi Retrospektif pada Apotek di Bandung. J Farm Klin Indones. 2012;1(3):96–101.

Yeh Y-T, Hsu M-H, Chen C-Y, Lo Y-S, Liu C-T. Detection of potential drug-drug interactions for outpatients across hospitals. Int J Environ Res Public Health. 2014;11(2):1369–83.

Puspitawati P. KAJIAN KETEPATAN PEMILIHAN DAN DOSIS OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PENDERITA HIPERTENSI DIINSTALASI RAWAT INAP RSUD KOTA SALATIGA TAHUN 2008. Univerversitas Muhammadiyah Surakarta; 2009.

Hoogerwerf WA, Pasricha PJ. Pharmacotherapy of gastric acidity, peptic ulcers, and gastroesophageal reflux disease. Pharmacol basis Ther. 2006;967–81.

Medscape. 2016. Drug Interaction Checker. Medscape (online). http://reference.medscape.com/drug-interactionchecker diakses 26 Desember 2016

Stockley,I. 2006. Drug Interaction, 7th ed. Care Pharmaceutical Press. London. Inggris.

Stockley, I.H. 2008.Stockley’s Drug Interaction. 8th Edition.Pharmaceutical Press, Great Britain.

Tatro, D. 2009. Drug Interaction Facts.United State of America : Wolters Kluwer Health.

Downloads

Published

2021-03-17