Pemanfataan Serbuk Sekam Padi Sebagai Adsorben Untuk Menurunkan Konsentrasi Senyawa Piridaben Pada Pestisida Samite 135EC

  • Roni Saputra Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ibnu Sina Batam
  • Hengky Oktarizal
Keywords: Adsorbent, piridaben, rice husk, samite 135EC, pesticide

Abstract

Pesticides are very useful in many areas of human activities, especially in agriculture to ensure food availability. However, pesticides also have a negative impact on the environment and health. Pesticides are classified as endocrine disrupting chemicals (EDCs), which are chemicals that can interfere with the metabolic system, binding and eliminating hormones in the body, one of which is the danger of carcinogenicity. The concentration hazard present in Pesticide was experiment to decrease the concentration by using rice husk absorbent powder.

This research is an experimental research that aims to reduce the concentration of pyridaben compounds contained in pesticides by using rice husk absorbent powder. By varying the sample treatment, variations of optimum concentrations of 10, 20, 30, 40 and 50 mg/L, contact time of 12 hours, 24 hours, 2 days, 4 days and 7 days, and weight of rice husk powder 25, 50, 100, 150, 200 mg. Analysis performed on pesticides is the content of pyridaben in pestisida samite 135EC.

From this research, the best result was obtained at concentration 30 mg/L with 29,74% absorption efficiency, 24 hours contact time with 92,36% absorption efficiency, and 150 mg of rice husk powder with 54,88% absorption efficiency. This condition indicates that rice husk powders are effectively used to decrease the concentration of pyridaben compounds because of their effectiveness above 50%.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afriyanto,. (2008). Kajian Keracunan Pestisida Pada Petani Penyemprot Cabe Di Desa Candi. Program Pascasarjana. Universitas Diponegoro : Semarang.

Chandra, Andy. DKK (2012). Isolasi dan Karakterisasi Silika Dari Sekam Padi. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Katotik Prahayangan: Bandung.

DITJEN, PSP. (2016). Pestisida Pertanian dan Kehutanan. Direktorat Pupuk dan Pestisida, Direktorat Jenderal Prasarana dan Saranan Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia : Jakarta.

Hasan, Nasir La. (2015). Disilikasi Karbon Aktif Sekam Padi Sebagai AdsorbenHg Pada Limbah Pengolahan Emas. Program Pascasarjana, Universitas Hasanuddin : Maluku.

Junaedi, Nurul Fadhilah. (2013). Pemanfaatan Arang Sekam Padi Sebagai Adsorben Untuk Menurunkan Ion Logam Berat Dalam Air Limbah Timbal (Pb). Program Pascasarjana, Universitas Hasanuddin : Maluku.

Lu, Frank, C. (2006). Toksikologi Dasar Asas, Organ Sasaran, dan Penilaian Risiko. Penerbit Unibersitas Indonesia(UI-PRESS) : Jakarta.

Nurhasni, (2014). Sekam Padi Untuk Menyerap Ion Loam Tembaga dan Timbal Dalam Air Limbah. Program Pascasarjana, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah : Jakarta.

Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Perpustakaan Nasional RI : Katalog Dalam Terbitan (KDT) : Jakarta.

Noch, Nazir. (2003). Metode Penelitian. Salemba Empat : Jakarta.

Nurhidayah, Aris. (2016). Pengaruh Waktu Aliran Regenerasi dan Ukuran Media Bioadsorben Sekam Padi Dalam Penurunan Konsentrasi Besi Total Air Sumur Artifisial. Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro : Semarang.

Saputra, Roni (2009). Pemanfaatan Sekam Padi Untuk Meningkatkan Kualitas Minyak Jelantah. Program Studi D IV Analis Kesehatan STIKes Perintis : Sumatera Barat.

Siwiendrayanti, Arum. (2016). TOKSIKOLOGI. Perpustakaan Nasional : Katalog Dalam Terbitan (KDT). Penerbit Cipta Prima Nusantara : Semarang

Soemirat, Juli. (2015). Toksikologi Lingkungan. Anggota IKAPI. Gadjah Mada University Press : Yogyakarta.

Soedarto, (2013). Lingkungan dan Kesehatan (Environment And Health), Anggota IKAPI. Sagung Seto: Jakarta.

Sofia, Diana (2014). Pengaruh Pestisida Dalam Lingkungan Pertanian. Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.

Suhartono, Damas. (2014). Dampak Pestisida Terhadap Kesehatan. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Dipenogoro : Semarang.

Suryana, Dayat. (2013). Menanam Cabe : Cara Menanam Cabe dan Budidaya Cabe. (Online). (https://books.google.com/books?isbn=1492265810, diakses 5 Maret 2017).

Sumantri, Arif. (2015). Kesehatan Lingkungan. Kencana Predana Media Group : Jakarta.
Sugiyono, (2015). Statistika Untuk Penelitian. ALFABETA cv. Anggota Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) : Bandung.

Sugiyono, (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & B. ALFABETA cv : Bandung.

S. W. Tukimin, (2011). Evaluasi Ketahanan Aksesi Wijen Terhadap Tungau Daun Polyphagotarsonemus latus (Banks). Buletin tanaman Tembakau, Serat dan Minyak Industri : Malang.

Pramudianto, (2016). Tungau Merah (Tetranychus Urticae Koch) pada Tanaman Ubikayu dan Cara Pengendaliannya. Buletin Palawija : Jawa Timur.

Quijano, Romeo. DKK (2012). Harvest Of Sorrow- Farm Workers and Pestticides. Yayasan Duta Awam (YDA) : Solo, Indonesia.

Yuantari, Catur MG. (2012). Dampak Pestisida Organoklorin Terhadap Kesehatan Manusia dan Lingkungan Serta Penanggulangannya. Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro : Semarang.

Yusrin, A, F. (2014). Perbandingan Kemampuan Silika Gel Dari Abu Sabut Kelapa dan Abu Sekam Padi Untuk Menurunkan Kadar Logam Cd2. FMIPA Universitas Negeri Semaran : Indonesia.
Published
2018-02-07